Dangdut Masa Lalu dan Masa Kini


Melihat perkembangan dangdut masa kini yang dominan hanya diisi dengan penampilan sensual para penyanyinya. Apakah karena perkembangan dangdut juga sejalan dengan perkembangan masyarakat kelas menengah ke bawah sehingga yang dulu liriknya penuh dengan makna dan terkesan cukup sopan sekarang  tanpa makna dan mengusung tema kesensualan??

http://nizararvin.files.wordpress.com/2009/08/rhoma-irama-11.jpg?w=222&h=251

Bang rhoma sedang menumbuhkan semangat pemuda

Miris banget, ketika melihat jenis musik yang sangat saya gemari ini, dikotori oleh orang-orang yang mengusung tema kebebasan (semoga aja bukan makhluk faithfreedom.com). Padahal tanpa goyangan seronok dan menjijikkan pun dangdut itu asyik (counter lagu Inul yang mengatakan kalau ‘dangdut tak goyang bagai sayur  tanpa garam kurang enak kurang segar”).  Modernisasi yang mereka lakukan sudah terlanjur kelewatan

Maka pantaslah, jika sang penemu jenis musik ini, H.Rhoma Irama sempat kebakaran jenggot melihat beberapa kaum pornois bermunculan menampilkan eksistensi goyangan mereka. Dilihat dari sejarahnya, dangdut yang ditemukan berdasarkan hasil penelitian Beliau akan Lagu Melayu pada era 60-an, yang ciri khasnya terdiri dari 2 unsur dasar yaitu bunyi dang dan dut (sebenarnya dang dan dut ini merupakan ejekan kaum atas akan bunyi gendang dan tabu keluar dari jenis alat music tersebut). Ternyata lirik lagu yang cukup dahsyat dan merdu membuat jenis lagu ini meledak di masyarakat, bukan hanya masyarakat menengah ke bawah namun juga masyarakat atas.

Para penulis lagu ‘khususnya lagu dangdut ‘ sangat berhati-hati untuk memunculkan lagu dangdut ke masyarakat. Agar kesan merdu dan menggugah hati jenis lagu ini tetap dipertahankan. Sehingga tidaklah heran, bila zaman dahulu tidak begitu banyak judul lagu dangdut yang muncul. Namun, semua yang muncul menjadi hits di masyarakat.

Saya ambil contoh lagu ‘Syahdu’ yang dinyanyikan oleh bang rhoma dengan neng rita dibawah ini;

Pria:
Bila kamu di sisiku hati rasa syahdu
Satu hari tak bertemu hati rasa rindu
‘Ku yakin ini semua perasaan cinta
Tetapi hatiku malu untuk menyatakannya

Bila kamu di sisiku hati rasa syahdu
Satu hari tak bertemu hati rasa rindu

Pria:
Bila cintaku terbalas oh bahagia sekali
Tapi bila tak terbalas ‘ku tak sakit hati
Karena aku menyadari siapa ‘ku ini
Tak mungkin bagi dirimu menyintai diriku
Namun bahagia hatiku
Bila selalu bersamamu

Wanita:
Cintamu sudah terbalas sejak lama sekali
Tapi kupendam selalu oh di lubuk hati
Ucapanmu yang kutunggu telah kudengar sendiri
Terimalah oh sayangku cinta pertama ini
Kini bahagia hatiku
Karena selalu bersamamu

Wanita:
Bila kamu di sisiku hati rasa syahdu
Satu hari tak bertemu hati rasa rindu
‘Ku yakin ini semua perasaan cinta
Tetapi hatiku malu untuk menyatakannya

Duet:
Bila kamu di sisiku hati rasa syahdu
Satu hari tak bertemu hati rasa rindu

Lagu ini bukan hanya didukung oleh lirik yang menyentuh hati namun juga di dilengkapi dengan alunan alat musik yang sangat indah. Nuansa gendang dan serulingnya sangat terasa. Sangat jelas berbeda dengan dangdut masa kini. Lagu tersebut menceritakan perasaan hati seorang pria yang sangat mencintai wanita pujaan hatinya. Namun, karena merasa tidak begitu pantas mendapatkannya sang pria tetap bersyukur karena bisa bersama dengan wanita tersebut. Akan tetapi sang wanita pun merasakan chemistry yang sama dengan sang pria. Akhirnya jadilah mereka sepasang kekasih (yah.. semoga saja langsung menikah)

Sekarang kita beralih ke dangdut era pertengahan (zamannya Evi Tamala, Ikke Nurjanah, Iis dahlia., Cucu Cahyati dll). Unsur gendang masih dipertahankan namun kurang dominan sehingga lagu zaman ini kebanyakan kurang bersemangat. Lihat saja contoh lagu Ikke Nurjanah berikut ini

http://artis.inilah.com/data/artis/artishut/foto/585-0-ikke_nurjanah.jpg

Mbak Ikke tersungging

‘Cinta Dalam Dilema’

Remang-remang Cahaya
Di Sela Ranting Cemara
Gambaran Hatiku Yang Lara

Cinta Dalam Dilema
Kau Yang Kupuja-puja
Teganya Mendua Cinta
Didepan Mata Kau Sengaja
Torehkan Luka Dijiwa

Sungguh aku Terhina
Saat Kau Palingkan Muka
Tanpa Terucap Kata
Kau Tinggal Begitu Saja

Sakitnya Hatiku
Terluka Jiwaku

Lagu diatas tergolong cengeng dan ini menjadi hal yang sangat populer di zaman pertengahan. Meskipun ada beberapa penyanyi dangdut yang mencampurkan unsur rock ke dalam lagu dangdutnya. Namun hal tersebut belum mengubah ‘syarat hidup’ lagu dangdut itu sendiri.

Sekarang?????

Wah, ada penyanyi yang menamakan dirinya penyanyi dangut dan menyematkan gelar tersendiri kepada dirinya sendiri seperti ratu Ngebor, ratu Ngecor, ratu belah ketupat, ratu pantai selatan dan blablabla cuh lainnya. Semoga saja di kedepannya. Ciri khas dangdut akan kegendangannya kembali lagi seperti semula.

About these ads

Tentang andihendra

andi hendra paluseri adalahperantau asal medan yang menyelesaikan pendidikannya S1 di ITB jurusan teknik elektro (Tenaga Listrik) dan saat ini sedang menempuh pendidikan S2 Ilmu Hukum di Universitas Jayabaya.
Tulisan ini dipublikasikan di Dangdutan Yok. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Dangdut Masa Lalu dan Masa Kini

  1. Asop berkata:

    Iya nih, dangdut jaman sekarang cuman modal goyangan doang… Sedikit sekali yang mengutamakan kualitas lirik dan vokal. :|

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s