Keinginan :acara Walimahan yang Sederhana


Suatu ketika aku hadir dalam walimahan yang menurutku tidak biasa. Yah, aku sebut tidak biasa karena tidak seperti kebanyakan orang  yang pestanya penuh dengan kemewahan dan kemubaziran. Pesta walimahan kali ini, terlihat begitu sederhana, tidak mewah tapi juga tidak kekurangan. Ukurannya pas, cukup!.

Sang pengantin juga tidak mengenakan pakaian-pakaian adat yang biasanya dikenakan orang Indonesia pada acara walimahannya. Juga tidaklah pakaian hasil karya desainer hebat yang harganya mencapai puluhan bahkan ratusan juta. Sang pengantin pria mengenakan baju koko panjang bewarna hitam yang tetap membuatnya tampil kharismatik dan elegan. Si pengantin wanita mengenakan gamis panjang lengkap dengan kerudung besar yang tetap membuat harga dirinya terjaga.

Ahh, benar-benar sederhana.

Tidak ada hiasan dan ornamen-ornamen seperti janur kuning juga gapura yang kerap ada di pesta pernikahan. Para tetamupun kebanyakan dari sanak saudara dan teman-teman dekat. Musik yang diperdengarkan di acara tersebutpun tidak tergolong musik yang bermaksiat kepada Allah dan para penyanyi qasidahan dan nasyid yang ada juga tetap memeriahkan pesta.

Aku sangat iri dengan walimahan seperti ini. Ingin sekali kelak ketika akan menikah nanti walimahanku seperti itu. Selain karena kusadari tidak mampu untuk bermewah-mewahan seperti teman-temanku yang lain, juga menghindari adanya unsur ‘kemubaziran’ dan ‘kemaksiatan’ yang kerap kutemui dalam acara-acara walimahan orang lain.

Tapi kata ibuku, tetap saja saya harus punya biaya yang cukup minimal sekian sekian kalau mau nikahin anak orang. Karena untuk keperluan ini itu ternyata perlu biaya yang lumayan. Daripada nanti jadi omongan orang-orang jadi lebih baik dipersiapkan. Jadi yang sabar ya, rajin2 nabung sampai cukup baru nikahin anak orang. Wah kalau nunggu biaya yang cukup, lama donk :(

About these ads

Tentang andihendra

andi hendra paluseri adalahperantau asal medan yang menyelesaikan pendidikannya S1 di ITB jurusan teknik elektro (Tenaga Listrik) dan saat ini sedang menempuh pendidikan S2 Ilmu Hukum di Universitas Jayabaya.
Tulisan ini dipublikasikan di pengalaman di ITB. Tandai permalink.

3 Balasan ke Keinginan :acara Walimahan yang Sederhana

  1. Ylia berkata:

    there is a distinction to be made for pargonate as part of the processes of democratic government or even in building one kind of state: the question is whether the political process is nudged towards in the opposite direction, actually weakening the state as the government of the day tries to shore up its crumbling authority. the tug of war then becomes between those who’d prefer a system that allows for the orderly and predictable transfer of power, reinvigorating the system as required, and one clinging by all means fair and foul.

  2. rinaldimunir berkata:

    Cari dulu calon istri, Hen. Sudah ada pa belum?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s