Kelas ‘Kreativitas’ Bagi Anak SD


Ibu ….. di dapur.

Di Sekolah Dasar biasanya kalau mendapatkan tugas mengisi titik-titik diatas, guru dan sebagian besar anak akan kompak menjawab ‘memasak’. Namun hal ini ternyata membuat kreativitas anak-anak tersebut menjadi terpagari bahkan bisa dikatakan terbunuh. Pertanyaan diatas sebenarnya terlalu umum dan dapat diisi dengan berbagai jawaban yang mungkin terjadi. Contohnya : berguling-guling, membaca, mengomel, tertidur dan masih banyak lagi.

Contoh kasus lain adalah gambar pemandangan. Bila sekarang kita disuruh untuk menggambar pemandangan, sebagian besar akan menggambarkan dua buah gunung dan jalan raya di tengahnya. Dilengkapi matahari terbit di tengah beserta burung-burung kecil diatasnya.

Anak yang sejatinya diliputi rasa keingintahuan yang begitu besar haruslah dibina dengan sebaik mungkin. Pengotakan/penyempitan kreativitas pada diri mereka akan berakibat fatal. Makanya dalam masa pendidikan TK ataupun Sekolah Dasar, Guru-guru ‘killer’ sangat tidak dibutuhkan. Syarat utama untuk menjadi guru sekolah dasar ini haruslah memiliki kesabaran yang besar. Kedisplinan memang perlu namun kekerasan dalam menegakkan kedisplinan adalah hal yang sangat tolol di semua bentuk pendidikan terutama di masa anak-anak.

Nah, kelas kreativitas mungkin menjadi wahana bagi anak-anak untuk meluaskan/’meliarkan’ pikiran mereka terhadap segala sesuatu yang mendorong rasa keingintahuan mereka. Dalam kelas ini, diharapkan bakat dan talenta besar yang dimiliki dapat segera tampak dan tampil keluar. Pikiran liar bukan seperti yang dipahami sekarang yang menjurus kepada hal-hal berbau pornografi. Pikiran liar yang saya maksud lebih ke pikiran looking forward. Sesuatu imajinasi yang mungkin sekarang dianggap mimpi namun mungkin juga terwujud di masa depan.

Kelas ini dapat diisi dengan berbagai kondisi. Namun akan lebih cocok bila membuatnya menjadi 8 tema kecerdasan yang telah ditemukan sekarang yaitu visual (kelas menggambar), linguistik (kelas berbicara), interpersonal, musikal (bernyanyi), natural, kinestetik (olahraga), intrapersonal, matematika. Dalam hal ini kelas yang dimaksud bertujuan untuk membuat mereka senang terhadap jenis kecerdasan tersebut tanpa adanya silabus yang mewajibkan penguasaannya.

Yah, mungkin kelihatannya agak berlebihan bila kelas ini dijalankan tapi saya rasa ini salah satu cara efektif untuk membuat pikiran anak menjadi luas tanpa terkekang oleh apapun.

About these ads

Tentang andihendra

andi hendra paluseri adalahperantau asal medan yang menyelesaikan pendidikannya S1 di ITB jurusan teknik elektro (Tenaga Listrik) dan saat ini sedang menempuh pendidikan S2 Ilmu Hukum di Universitas Jayabaya.
Tulisan ini dipublikasikan di pengalaman di ITB. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Kelas ‘Kreativitas’ Bagi Anak SD

  1. Delonte berkata:

    With the bases loaded you struck us out with that anrews!

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s