Apa itu Sinetron “Orang Ketiga”? Part-1


orang-ketiga-part-2-b59dc4Oke, kali ini saya akan mengulas terkait sinetron yang lagi digandrungi oleh emak-emak jaman now yaitu sinetron Orang Ketiga. Semoga tulisan ini berfaedah yah. Kalau menurut saya sinetron ini adalah tontonan Dewasa karena menceritakan pelik permasalahan khususnya percintaan orang-orang dewasa yang belum layak dikonsumsi para remaja apalagi anak-anak. Hal yang memang tepat bila sinetron ini ditayangkan pada pukul 21.30 – 23.00.

Sebagai informasi, sinetron ini sudah dimulai sejak Januari 2018 dan sekarang sudah memasuki episode ke 228. Pertanyaan pertama!, how come masih dalam hitungan 150hari namun sudah mencapai episode 220an? ternyata dalam satu hari ada 2 episode yang langsung ditayangkan.

Nah, masuk pada bagian intinya yaitu drama percintaan. Dari semua sinetron yang pernah saya saksikan, baru kali ini saya menemukan lebih dari 10 (sepuluh) jenis percintaan sekaligus dalam 1 sinetron. Apa saja itu?

Naysila_Mirdad_Rionaldo_Stokhorst_021. Cinta antara Aris dan Afifah

Aris dan Afifah adalah pasangan utama dalam sinetron Orang Ketiga ini. Afifah yang merupakan full time house wife sangat mencintai Aris. Namun keluarga mereka mulai berantakan semenjak kehadiran Yuni. Menurut saya, sebenarnya perusak utama dalam hubungan Aris dan Afifah bukanlah Yuni namun Riska (Adik Tiri Aris) mengingat Riska-lah yang selalu memprovokasi Afifah dengan mengirimkan video/gambar antara Aris dan Yuni. Aris dan Afifah-pun akhirnya bercerai.

Saran bagi yang seperti ini: coba untuk mempertahankan keluarga Anda dan berfikir lebih panjang lagi atas anak, keluarga, karir dll. Saya punya contoh teman yang berselingkuh selama bertahun-tahun. Namun akhirnya memilih untuk menghentikan perselingkuhannya dan tetap mempertahankan keluarganya karena melihat akibat perselingkuhan yang dialami oleh adiknya sendiri.

aris yuni2. Cinta antara Aris dan Yuni

Yuni sendiri adalah cinta sejati Aris yang meninggalkan Aris karena dipaksa kawin oleh orangtuanya dengan orang lain bernama Ivan, yang sebenarnya juga tidak mencintai Yuni namun mencintai wanita lain. Yuni akhirnya kembali bertemu dengan Aris setelah melamar pekerjaan di kantor yang sama dengan Aris. Aris dan Yuni memang masih mencintai, namun Yuni pada dasarnya berniat ingin mempertahankan pernikahan Aris dan Afifah. Akan tetapi, sikap Yuni yang terlalu naif dan terlalu “peduli” dengan keluarga Aris-Afifah lah yang membuat situasi keluarga tersebut menjadi runyam.

Setelah Aris dan Afifah berpisah, pun Yuni berniat untuk tidak bersatu lagi dengan Aris. Meskipun keduanya sangat merasa nyaman bersama. Hal ini diperparah karena Yuni mengandung anaknya Putra.

Saran bagi yang seperti ini: cobalah untuk tidak terlalu dekat terutama bagi yang masih sering Baper (bawa-bawa perasaan). Jangan saling mencampuri urusan terutama urusan keluarga. Saya jarang menemukan teman yang dulu dekat saat SMP/SMA namun putus kemudian bersahabat dekat lagi saat ini. Umumnya mereka saling menjauhi.

rangga afifah3. Cinta antara Rangga dan Afifah

Pada awal Sinetron, Rangga sama sekali tidak memiliki perasaan apa-apa terhadap Afifah. Namun karena melihat kebaikan hati Afifah, Rangga mulai menyukai. Rangga memang cukup sadar bahwa Afifah adalah istri Aris. Namun karena menyaksikan perselingkuhan Aris dan Yuni, Rangga memiliki justifikasi untuk selalu dekat dengan Afifah. Bahkan Rangga-pun sampai mengancam Aris bila tidak dapat membahagiakan Afifah, ada orang lain yang akan merebut Afifah dan membahagiakannya.

Setelah Aris dan Afifah bercerai, sebenarnya Rangga memiliki kesempatan yang besar untuk mengungkapkan isi hatinya ke Afifah namun tidak berhasil karena Afifah hanya menganggap Rangga hanyalah teman terbaik yang siap membantunya.

Saran bagi yang seperti ini: baik sih bila menjadi teman yang siap selalu membantu dalam 24jam namun perlu hati-hati terutama pada lawan jenis yang sudah memiliki pasangan sah. Biarkanlah pasangan sah-nya yang membantu. Kalau memang sudah cerai/pisah, baru gunakan kesempatan tersebut untuk mendekati.

…….Tulisan akan dilanjutkan pada Part-2, 3 dan 4……

4. Cinta antara Rangga dan Desi

5. Cinta antara Rangga dan Rosi

6. Cinta antara Rangga dan Tante Iis

7. Cinta antara Putra dan Yuni

8. Cinta antara Putra dan Desi

9. Cinta antara Riko dan Desi

10. Cinta antara Ivan dan Yuni

11. Cinta antara Ivan dan Nila

12. Cinta antara Riris dan Aji

13. Cinta antara Riko dan Novi

14. Cinta antara Vino dan Nila

15. Cinta antara Ivan dan tante Meti

16. Cinta antara Ayahnya Aris dan Ibunya Riska

Gimana? banyak kan drama percintaannya? itu semua dibungkus dalam 1 sinetron saja. Kalau menurut saya mah, sinetron ini gak akan cukup 1000 episode karena saking banyaknya drama percintaan yang disampaikan. Sampai dengan saat ini, drama percintaan yang masih terus berjalan adalah drama no #1, #2, #3, #5, #7, #9, #11, #12, #14 dan #15.

Awalnya saya sering menyaksikan sinetron ini pada malam hari. Namun ternyata berdampak buruk terhadap jadwal bangun pagi sehingga beberapa minggu terakhir saya memutuskan untuk menyaksikan sinetron ini melalui tayangan di youtube pada pagi harinya.

 

Iklan
Dipublikasi di Ide | Meninggalkan komentar

Karto Rahman, Jawara asal Surabaya tahun 1910an


Saat idul fitri seperti ini adalah waktu yang tepat untuk bersilaturahmi. Dengan bersilaturahmi kita jadi mengetahui saudara-saudara jauh yang masih kita miliki. Termasuk saya, hari ini setelah berziarah ke makam kakek di Taman Makam Pahlawan Medan serta makam nenek di pekuburan muslim dekat BLKI Medan, kami menemui saudaranya kakek.

surabayaSaat pertemuan tersebut, lagi-lagi diceritakan terkait asal-usul keluarga yang sebelumnya saya tidak pernah memperhatikan. Ternyata buyut saya yaitu Bpk Karto Rahman awalnya adalah seorang Lurah di Surabaya tahun 1910an dimana saat itu pulau Jawa masih dijajah oleh Belanda. Sebagai seorang lurah, infonya beliau memiliki banyak harta dan tanah di Surabaya.

Kehidupan beliau dan keluarga di Surabaya sangatlah makmur dan aman, sampai suatu ketika istri beliau diganggu oleh serdadu-serdadu belanda. Konon katanya, istri beliau yang di Surabaya tersebut berparas cantik sehingga diganggu oleh serdadu Belanda. Melihat hal itu, Pak Karto Rahman tidak tinggal diam. Beliau membunuh 3 (tiga) serdadu Belanda tersebut dan yes… 3 tentara Belanda yang tak berfaedah mati.

Setelah peristiwa tersebut, masih pada tahun 1910an juga, Pak Karto Rahman melarikan diri ke daerah  Sumatera Timur (sekarang Sumatera Utara-red) dan berpisah dengan istrinya. Harta dan tanah-tanahnyapun ditinggalkan begitu saja di daerah Surabaya. Sebenarnya komunikasi dengan keluarga di Surabaya sempat terjalin oleh kakek saya namun sudah terputus dan anak cucunya tidak mengetahui lagi siapa-siapa kerabat yang ada di Surabaya.

Balik lagi ke cerita pak Karto Rahman. Setelah melarikan diri ke  Sumatera Timur, beliau menikah lagi dengan wanita daerah padang sidempuan dan membuka perkebunan di daerah perdagangan/perlanaan. Dari hasil pernikahan tersebut, lahirlah 11 (sebelas) orang anak termasuk salah satunya adalah kakek saya.

Pada saat masa-masa peperangan mempertahankan kemerdekaan, beliau bertindak sebagai masinis kereta, tugasnya adalah mempertahankan kereta tersebut agar tidak dikuasai oleh Belanda. Konon katanya beliau tidak mempan ditembak oleh peluru Belanda. Setelah perang usai, Pak Karto Rahman melanjutkan pekerjaannya menjadi masinis, hidup di daerah perdagangan sampai akhirnya menghembuskan nafas terakhir disana di tahun 1987 (kalau tidak salah).

Oke, bila lain kali ditanya, kamu Jawa mana? selain Blitar, saya akan coba mempertimbangkan untuk menyebut berasal dari Surabaya haha..

Dipublikasi di Ide | Meninggalkan komentar

Pengalaman Mudik Lintas Timur Sumatera 2018 (Jakarta Medan 76 Jam)


Setelah beberapa hari menghabiskan waktu di jalanan Sumatera, kemarin pagi saya akhirnya tiba di kota Medan. Beberapa teman meminta untuk dibuatkan tulisan terkait pengalaman perjalanan ini. Baiklah, here you go,,

photo0. Persiapan (Jumat, 8 Juni 2018)

Di hari persiapan ini, saya masih kerja, masih sempat mengantarkan koper dan peralatan travelling para konsumen https://koper.lease di pagi hari. Mobil juga sudah dicuci bersih oleh penyedia jasa cuci mobil di gedung Wisma Nusantara. Menjelang maghrib, saya dan istri memulai perjalanan dimana tujuan awalnya adalah rest Area KM 43 Jakarta-Merak untuk bertemu dengan rombongan 8 Road to Sumatera (“RTS”) Lintas Timur. Oiya, setiap tahunnya ada lho program RTS ini.

Fasilitas rest area KM 43 Jakarta-Merak cukup lengkap, mulai dari Alfamart, Mesjid, Rumah Makan Padang dll. Oiya di rest area ini juga tersedia tempat penjualan tiket ferry Merak-Bakaheuni temporer dimana hanya akan digunakan bila di pintu masuk Merak sudah padat. Nah, karena jumat malam belum padat, kami diminta oleh petugasnya untuk membeli langsung di pelabuhan Merak. Setelah semua rombongan 8 lengkap, kami memulai perjalanan ke pelabuhan Merak.

Tim sampai di Merak pukul 11.20 dengan kondisi tidak terlalu padat. Alhamdulillahnya, kami berhasil naik ke ferry pukul 11.40 dan ferry mulai perjalanan pukul 12.00. Pengalaman saya sebelum-sebelumnya, bila kurang beruntung, kita harus menunggu 2-5 jam untuk naik ferry bila kondisi pelabuhan Merak sudah padat.

Total jarak dari kantor saya ke Merak sekitar 120 km. Biaya yang dikeluarkan sampai dengan saat ini adalah sekitar Rp1.050.000 (bensin 250.000, tol 76.000, persiapan snack 350.000, ferry 374.000)

1. Hari Pertama (Sabtu, 9 Juni 2018) Merak-Bakeheuni-Lampung-Palembang

Kami tiba di Bakaheuni pada pukul 02.00 dini hari. Selanjutnya perjalanan dilanjutkan sampai dengan pukul 03.30. Kemudian kami istirahat sejenak di Mesjid Baiturrohim-Lampung Timur untuk bersih-bersih, sahur, sholat shubuh dan tidur.

IMG-20180613-WA0007

Perjalanan dilanjutkan kembali pada pukul 06.00. Sejauh ini jalanannya masih bagus. Lubang-lubang juga sudah ditambal. Truk tetap banyak, jadi kami harus tetap waspada. Sesampainya di restoran Pagi Sore, kami berhenti sebentar untuk mandi dan sarapan pagi bagi tim yang tidak puasa. Restoran Pagi Sore ini, sangat direkomendasikan. Airnya bersih, lokasinya luas dan musholanya juga lapang. Kemudian kami meneruskan perjalanan.

Y974412005Pukul 11.30 kami sudah sampai di Tulang Bawang-Lampung, jalannya macet karena aktivitas pasar. Kemudian pada pukul 13.51 kami sudah tiba di Ogan Komering Ilir-Sumsel. Kami tiba di Palembang pukul 19.00 dan memutuskan untuk bermalam disana tepatnya di Wisma al-Mukarrohmah Palembang. Lokasinya Besar, Bersih dan Biaya Murah (“BBM”). Permalam kami mendapatkan rate Rp 200.000. Dari namanya juga sudah menenangkan hati hehe..

Karena istirahat yang kurang dan tidak ada supir pengganti ditambah dengan kondisi lagi berpuasa, saya mengalami microsleep di siang hari. Sangat risky dan saran saya bagi teman-teman bila tidak mempunyai supir pengganti, sebaiknya ambil rukhshoh saja untuk tidak berpuasa karena berbahaya selama perjalanan.

Total jarak dari Bakaheuni ke Palembang sekitar 500 km. Tepatnya melewati Bakaheuni- Maringgai- Sukadana- Menggala- Bandar Agung- Tulang Bawang- Mesuji-Simpang Pematang -Lempuing-Kayu Agung-Seberuk-Tanjung Raja-Indralaya-Palembang

Biaya yang dikeluarkan untuk perjalanan hari ini sekitar Rp550.000 (bensin 250.000, hotel 200.000, makan 100.000)

2. Hari Kedua (Minggu, 10 Juni 2018) Palembang-Tempino-Jambi-Indragiri Hulu

20180610_084151.jpgSetelah segar bugar, kami memulai perjalanan pukul 06.00 dari Palembang. Jalannya mulai tuh naik turun. Di perjalanan Sumatera ini, saya baru sadar ternyata saya memiliki jiwa pembalap juga haha..

Sesampainya di daerah Sungai Lilin-Sumsel, terjadi kemacetan luar biasa. Karena beberapa mobil sudah mulai menggunakan lajur kanan, maka kami pun mengikuti. Tak lama setelah itu, polisi pun datang dan memaksa kami untuk berhenti dan kembali ke lajur kiri. Ternyata kemacetan ini dikarenakan proses pembangunan/perbaikan jembatan sungai lilin dan diperparah lagi dengan aktivitas pasar yang berada setelah sungai tersebut. Setelah itu, jadi pembalap lagi.

Memasuki wilayah Jambi tepatnya di Muaro Jambi, perjalanan kami juga tersendat. Ternyata telah terjadi kecelakaan yang melibatkan mobil pick up dan satu mobil jenis lain. Kaca-kaca mobil berserakan di tepi jalan. Semoga tidak ada korban jiwa. perjalananpun kami lanjutkan ke provinsi Riau.

Picture2Berbuka puasa memang enak dengan air dingin. Nah, karena di mobil belum tersedia kulkas portable, saya mendapatkan ide lain supaya mendapatkan air dingin. Saya ambil minuman botol yang akan saya minum untuk berbuka, lalu saya taruh ke salah satu lubang keluaran di dashboard mobil saya. It works ternyata..

Karena 2 (dua) kemacetan tadi, kami hanya bisa menempuh sampai ke Indragiri Hulu pada hari ini. Selanjutnya memutuskan untuk istirahat 2 (dua) jam di SPBU terdekat.

Oiya, info dari ketua rombongan untuk membedakan apakah kita masih berada di perbatasan Jambi atau sudah masuk ke perbatasan Riau adalah tinggal melihat kondisi jalannya saja. Apabila jalannya sudah berbeton, berarti kita sudah memasuki wilayah Riau haha..

Total jarak dari Palembang ke Indragiri Hulu sekitar 600 km. Tepatnya melewati Palembang- Pangkalan Balai- Air Batu- Sungai Lilin-Tungkal jaya- Bayung Lencir- Musi Banyuasin- Tempino- Jambi- Muaro Jambi- Jabung Barat- Tungkal Ulu- Keritang- Seberida- Belilas- Rengat (Indragiri Hulu)

Biaya yang dikeluarkan untuk perjalanan hari ini adalah sekitar Rp350.000 (bensin 250.000 dan makan 100.000)

3. Hari Ketiga+ (Senin, 11 Juni 2018) Indragiri Hulu-Pekanbaru-Dumai-Lab Batu-Medan

Picture1Karena target sahur di Pekanbaru, pukul 02.00 kami melanjutkan perjalanan melewati hutan di Indragiri Hulu. Meskipun sudah menggunakan kecepatan yang maksimal, kami tetap belum dapat mencapai Pekanbaru dan terpaksa sahur di Hutan. Untungnya ada rumah makan mas Boy Jogja, alhamdulillah keisi nasi.

Setelah selesai sahur, kami melanjutkan kembali perjalanan. Sesampainya di Kerinci, rombongan kami berkurang karena ada yang sudah tiba di kampung halamannya. Kami sholat subuh dan istirahat di mesjid daerah Kerinci. Mesjidnya bagus dan luas. Sepenglihatan saya, hampir semua mesjid-mesjid di Provinsi Riau ini megah-megah lho.

Pagi harinya kami tiba di kota Pekanbaru. Kemudian dilanjutkan sampai ke Duri, tempat mudik salah satu rombongan. Di Duri, kami istirahat sebentar di kediaman rombongan tersebut. Alhamdulillah bisa mandi dan istirahat sebentar. Info dari teman-teman di sosial media, bahwa sebelum masuk Rantau Prapat harus waspada karena banyak razia polisi. Untungnya istri saya sudah dibekali surat sakti dari Inspektoratnya, jadi aman.

Sesuai ashar, kami tiba di daerah Labuhan Batu-Sumatera Utara. Di kanan kiri jalan, kita disuguhi dengan pemandangan kebun kelapa sawit yang seakan tak ada habisnya. Kebun sawitnya juga tertata dengan rapi. Saat berbuka, kami tiba di daerah Aek Kanopan namun karena tidak menemukan rumah makan, akhirnya perjalanan tetap dilanjutkan.

Di daerah Kisaran, lagi-lagi saya merasakan microsleep. Lebih parahnya saat melewati daerah Lima Puluh, menyetir mobil sudah tidak teratur. kadang ke trotoar kiri, kadang malah ke kanan dan hampir menabrak truk. akhirnya saya memutuskan untuk istirahat di SPBU daerah Lima Puluh. Setelah istirahat, dini harinya saya lanjutkan perjalanan ke Tebing Tinggi. Untungnya sudah ada tol di Tebing Tinggi sehingga perjalanan saya lebih cepat.

Oiya karena istirahat yang kurang, saya masih mengalami microsleep di sepanjang tol Tebing Tinggi. Namun karena tidak ada rest area di tol tersebut, saya tetap meneruskan perjalanan. Di tengah perjalanan, karena sudah tidak kuat lagi menahan kantuk, akhirnya saya memutuskan untuk menepikan mobil di bahu jalan tol guna istirahat. Ini berbahaya sih. Saran saja, kalau boleh untuk tol yang cukup panjang disediakan rest area-lah. Setelah sudah mendingan, saya lanjutkan kembali perjalanan dan sampai di rumah pada Selasa pagi pukul 04.00 dan dilanjutkan dengan sahur.

Total jarak dari  Indragiri Hulu ke Medan sekitar 880 km. Tepatnya melewati Rengat-  lirik- Ukui- Sorek- Pelalawan- Pekanbaru- Minas- Kandis- Duri- Bangko- Balam- Baganbatu- Aek Kanopan- Rantau Prapat- Kisaran- Lima Puluh- Tebing Tinggi- Tanjung Morawa- Medan

Biaya yang dikeluarkan sampai untuk perjalanan hari ini adalah sekitar Rp400.000 (bensin 250.000 dan makan 150.000)

Selesailah sudah perjalanan mudik Jakarta-Medan tahun ini sejauh 2100 km yang menghabiskan waktu sekitar 76 jam serta biaya sebesar Rp 2.350.000. Untuk perjalanan balik, saya memutuskan untuk menggunakan pesawat dan mengkargo-kan mobil saja.

Saran untuk Pemudik Lintas Darat ke Sumatera:

  1. Usahakan berombongan –> Hal ini akan mengurangi risiko tindakan kriminal di sepanjang daerah Lintas yang anda lewati dan tentu saja mengurangi risiko tersesat/salah arah
  2. Bawa Uang Cash –> Bawalah uang cash secukupnya sekitar 2-4 Juta yang akan saudara gunakan untuk membeli bensin, makan, parkir serta hotel.
  3. Gunakan Supir Pengganti –> Perjalanan mudik ribuan km akan terasa mudah bila teman-teman menggunakan supir pengganti. Nah, istri saya belum bisa menyetir, otomatis sepanjang perjalanan saya menjadi driver tunggal
  4. Perbanyak istirahat –> Microsleep menjadi pertanda alami bagi Anda untuk segera istirahat. Bila ada supir pengganti, anda bisa beristirahat di mobil juga.

Oke, cukup sekian sharing dari saya. Semoga tahun depannya dapat ikut kembali dalam perjalanan darat ke Sumatera.

Dipublikasi di Budaya Bangsa, Ide, kisah hidupku | 4 Komentar

Solusi Railink di Timur Jakarta


oleh Andi Hendra Paluseri

Akhir-akhir ini, para pejuang KRL dikejutkan dengan rencana PT Railink yang ingin memperluas cakupan wilayah operasinya sampai ke Stasiun Bekasi. Hal ini tentu saja merisaukan para komuta mengingat dengan tidak adanya Railink saja, kondisi waiting time akibat KRL harus berbagi jalur dengan kereta jarak jauh sudah relatif lama, apalagi bila harus berbagi jalur dengan Railink.

railink

Saya pribadi setuju bila kemudahan menjangkau Bandara Soekarno Hatta juga harus didapatkan oleh warga lainnya termasuk warga bagian Timur Jakarta. Namun tidak untuk saat ini bila Railink memilih Bekasi, Mengapa? setidaknya ada 3 alasan mendasar:

  1. Pengunjung stasiun Bekasi yang sangat padat dibandingkan dengan pengunjung stasiun-stasiun timur Jakarta lainnya. Bila railink datang, tentu saja akan membuat stasiun ini lebih crowded.
  2. Jalur macet. Saya rasa tidak perlu dijelaskan lebih detail tentang kemacetan di sekitar stasiun Bekasi.
  3. Double track ke stasiun Bekasi juga belum jadi.

Lalu, apabila Railink tetap berniat memperluas jangkauannya. Instead of Stasiun Bekasi, saya menyarankan stasiun Buaran saja, khususnya lokasi Stasiun Buaran yang akan direlokasi ke tempat yang baru. Mengapa?

Stasiun Buaran

  1. Pengunjung stasiun Buaran relatif lebih sepi dibandingkan dengan pengunjung stasiun-stasiun timur Jakarta lainnya. Bila railink datang, tentu saja akan membuat utilisasi stasiun ini lebih meningkat. Pemerintah juga akan senang bila infrastruktur yang baru dibangun dimanfaatkan dengan sangat optimal.
  2. Banyak jalur alternatif. lokasi baru Stasiun Buaran sangat strategis karena diapit oleh 4 jalur Utama yaitu (KRT Radjiman-I Gusti Ngurah Rai-Raden Inten).
  3. Infrastruktur proyek Double track ke stasiun Buaran juga hampir jadi.

Pemilihan Stasiun Buaran (di lokasi yang baru) menjadi win-win solution bagi Railink dan para Komuta serta tentu saja bagi Pemerintah.

Kemajuan Infrastruktur Pemerintah adalah Kesuksesan Investasi Masyarakat Indonesia.

Dipublikasi di Ide | Meninggalkan komentar

Mudik 20 Jam, Lontong Wak Har & Bakso Bang Udin


Pada 10 Mei 2018 lalu, saat hari kejepit, saya memutuskan untuk mudik ke Medan. Berbekal pencarian tiket murah dari traveloka, didapatlah pesawat batik air first flight dari Soekarno Hatta. Karena saat itu sudah tidak sempat mencari parkir inap, maka dengan terpaksa saya memarkirkan mobil di parkir normal yang biayanya selangit di Soeta.

Yang namanya penerbangan murah memang gak jauh-jauh dari kata delay. Pesawat yang dijadwalkan take off jam 6.05 pagi akhirnya delay ke 7.30 dan baru sampai di Kualanamu pukul 09.30. Saat itu, langsung deh mencari DAMRI menuju Gagak Hitam Ringroad. Murah, cuma 20.000 saja.

Yang pertama saya cari di mudik ini adalah Lontong Wak Har. Iyah, lontong ini sudah saya nikmati dari kecil sampai dengan sekarang. Penjualnya sudah puluhan tahun berpengalaman membuat lontong enak. Nilainya 9 of 10 lha. Masih di atas lontong Medan Dipati Ukur (nilai 8 of 10) ataupun lontong-lontong lainnya.

Lontong Wak Har

Yup.. Lontong Medan Terenak. Bila berminat, silahkan hubungi penjual 085276908101

 

20180510_152915

Setelah menikmati lontong ini, kegiatan saya selanjutnya adalah mengunjungi Mall Manhattan yang jaraknya hanya 1 km dari rumah saya. Seingat saya, dahulu tempat ini ex-warung terapung yang kurang laku dan kemudian disulap menjadi mall. Saat masih ber-SMA di SMA 4 Medan, saya sering melewati lokasi ini mengingat angkot 79 yang saya naiki berhenti di daerah gagak hitam. Mallnya sempit namun cukup ramai. Layak lha untuk tempat hahahihi bagi para pemudik yang sedang pulang kampung. Ada starbucks juga. Kelemahannya? sinyal handphone sering hilang di lokasi ini khususnya di lokasi basement.

Malam harinya, ada agenda lain yang pasti tidak mau saya lewatkan yaitu Bakso Bang Udin. Penjualnya sudah mulai berjualan sejak saya kecil. Satu porsi penuh cuma 7.000 rupiah. Puas lha pokoknya. Unfortunately, menu misop yang saya inginkan tidak ada. Jadi memilih bakso. Tetap enak kok.

Bakso Bang Udin

Setelah puas makan, tidur, untuk keesokan harinya first flight lagi balik ke Jakarta. What a tiring journey!

 

Dipublikasi di Ide, kisah hidupku | Meninggalkan komentar

Mitigasi Tindakan Kriminal di Lingkungan Rumah


Andi Hendra Paluseri

Menjelang hari raya, tindak kriminal semakin meningkat. Saya pernah melihat dengan mata kepala sendiri di perempatan Kelapa Gading-Tifolia Apartemen 2 tahun lalu, dengan cepat seorang pencuri berpisau mengambil handphone yang sedang digunakan oleh seorang pengemudi. Dilalanya, pengemudi tersebut membuka kaca mobil selebar-lebarnya karena ingin merokok sehingga pencurianpun dengan mudah terjadi.

Tanpa ada perlawanan sama sekali, pencuri/penjambret/begal tersebut melenggang kangkung berlari menuju temannya yang menunggu di seberang halte menggunakan motor. From this moment, saya sudah tidak berani lagi membuka kaca mobil ketika sedang bermacet2an di jalan raya Jakarta.

Kemudian beberapa minggu lalu, publik lagi-lagi dikejutkan dengan video upaya perampokan sebuah rumah bersenjata api di daerah Karawang. Video tersebut viral di sosial media. Nah, yang jadi pertanyaan, bagaimana langkah kita bila hal serupa terjadi di lingkungan perumahan kita (amit amit.. jangan sampai terjadi yah).

Langkah yang pertama, bila membahayakan, jangan melawan. Hal ini sama saja dengan mempertaruhkan nyawa Anda. Masih ingatkan sekitar tahun lalu, maling motor yang menembak mati korban di sebuah perumahan di Tangerang gara-gara korban melempar maling tersebut dengan sapu (hal ini terekam CCTV).

Langkah kedua, upayakan untuk mencari pertolongan baik dengan menelpon satpam, tetangga, maupun polisi. Nah, disinilah diperlukan peran kepolisian untuk sering-sering mensosialisasikan call center yang dapat dengan mudah dihubungi oleh masyarakat. 2 detik yang lalu saya baru saja google dan nemu call center polisi di 110.

Langkah ketiga, ini sebagai upaya mitigasi!. Sebaiknya di sebuah perumahan dibuat whatsapp group yang berisikan warga, satpam serta perwakilan polisi yang bertanggung jawab atas keamanan lokasi tersebut. Sehingga bila terjadi tindakan kriminal, korban dapat langsung update di group sehingga para warga dapat waspada serta pertolongan dari satpam dan polisi dapat segera didapatkan.

Membuat whatsapp group lingkungan sekitar ini sangat bermanfaat. Contohnya seperti di lingkungan East Park Apartemen, Buaran, Jakarta Timur. Para warga terhubung di grup whatsapp dimana bila terjadi tindakan yang meresahkan dapat langsung diketahui oleh semua warga dan dapat langsung ditindaklanjuti oleh petugas berwenang.

Screenshot_20180529-195357.png

Dari semua apartemen di Jakarta, saya baru nemu ada apartemen yang tingkat kekeluargaannya sangat baik seperti ini. Bagi Bapak/Ibu yang mau menyewa di apartemen ini juga dapat menghubungi saya (0815 8680 9496).

Oke, balik lagi ke masalah tindakan kriminal tadi. Jangan sepelekan sekecil apapun potensi kriminal yang berpotensi terjadi di lingkungan kita. Karena potensi tersebut dapat menjadi modal bagi pelaku kriminal untuk menjalankan aksi jahatnya. Masih ingat kan dengan peristiwa tragis di perumahan elit di daerah Pulomas dimana para pelaku ternyata berhasil masuk karena pintu gerbang rumah tidak terkunci.

Jadi, tetap waspada yah.

Dipublikasi di Ide, Investasi dan Bisnis, kisah hidupku, My Family | 1 Komentar

Solusi Pencegahan Kriminalitas bagi Konsumen dan Driver Taksi Online


Oleh Andi Hendra Paluseri

Beberapa bulan terakhir, publik dikejutkan dengan semakin maraknya pembunuhan dan perampokan di taksi online dimana korbannya terkadang konsumen dan terkadang juga driver taksi online tersebut.

Untuk mencegah tindakan kriminal tersebut kedepannya, saya mencoba share tips yang mungkin dapat dilakukan baik bagi konsumen maupun driver taksi online.

A. Bagi Konsumen Taksi Online

  1. Apabila saat akan menaiki taksi online, periksa bagasi maupun seat belakang taksi tersebut. Apabila ditemukan orang lain, maka taksi yang bapak/ibu akan tumpangi sangat berpotensi untuk melakukan tindakan kriminal. Sebaiknya cancel taksi tersebut.
  2. Apabila diperjalanan Bapak/Ibu menemukan gerak-gerik yang mencurigakan, terutama jalurnya sangat tidak sesuai dengan jalur normal (kecuali apabila karena macet), sebaiknya Bapak/Ibu juga minta berhenti kepada driver taksi online
  3. Sebaiknya hindari jalur sepi/minim penduduk.

B. Bagi Driver Taksi Online

  1. Bagi driver taksi online, akan relatif lebih sulit mengingat driver tidak dapat serta merta me-cancel tumpangan yang telah dia approve. Namun apabila memang sudah kelihatan mencurigakan, sebaiknya driver jangan ambil risiko dan segera men-cancel. Tidak apalah dapat rating jelek dan diadukan ke CS daripada harus kehilangan harta apalagi nyawa.
  2. Sebenarnya ada cara lain dan ini sudah diterapkan di beberapa negara yaitu menggunakan dinding kaca pembatas. Seperti dibawah ini:

IMG-20180428-WA0004
Dengan menggunakan pembatas kaca tersebut, driver tidak perlu khawatir atas potensi kriminal yang dapat dilakukan baik dari konsumen sebelah kirinya maupun dari konsumen yang duduk di bagian belakang.

Untuk pembayaran, driver dapat menyediakan nampan kecil yang dapat disodorkan dari bawah kaca dan penumpang tinggal membayar taksi online dengan menempatkan uang di nampang kecil tersebut.

Nah, keamanan bagi konsumen dan driver tersebut akan lebih terjaga apabila didukung oleh provider taksi online. Caranya:

  1. Provider taksi online mewajibkan SOP bagi driver taksi online untuk menunjukan bahwa di dalam taksi tersebut tidak ada orang lain baik di bagasi maupun di seat belakang.
  2. Provider taksi online mewajibkan bagi mobil rekanan untuk menyediakan fasilitas pembatas kaca yang akan melindungi keselamatan para driver.

Saya berharap hal ini dapat segera diimplementasikan agar lingkungan yang nyaman dan aman dapat segera kembali hidup di bisnis taksi online.

Dipublikasi di Ide | Meninggalkan komentar