Persaingan Menuju SUMUT-1 2018-2023


Oleh Andi Hendra Paluseri

Tiada ada habisnya bila kita berbicara tentang Sumatera Utara. Mulai dari kisah memilukan di kerajaan-kerajaan Sumatera Timur pada 1946 yaitu pembantaian para Sultan yang dilakukan oleh para kaum sosialis hingga kisah pembunuhan bejat yang dilakukan oleh Dukun AS di era tahun 90-an yang akhirnya dijatuhi hukuman mati pada 11 Juli 2008.

Terlepas dari sejarah kelamnya, Provinsi yang memiliki populasi paling besar di Pulau Sumatera atau no#4 di Indonesia setelah Jawa Barat, Jawa Timur dan Jawa Tengah ini, menjadi medan tempur yang cukup strategis untuk memenangkan persaingan Pilpres 2019 mendatang.
Hasil gambar untuk sumatera utaraSebagai pemanasan, para partai politik akan menunjukan taringnya dalam pemilihan Gubernur Sumatera Utara untuk tahun 2018-2023.

Adapun pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur yang akan mengikuti pemilihan tersebut adalah Djarot Saful Hidayat-Sihar Sitorus, JR Saragih-Ance Selian dan pasangan Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah.

Sebagai putra kelahiran Sumatera Utara, tentulah saya sangat peduli dengan perkembangan provinsi ini dan berharap kemajuan di Sumatera Utara akan sama seperti provinsi-provinsi lain di pulau Jawa dan yang tak kalah pentingnya, semoga kutukan sebagai provinsi yang memiliki gubernur-gubernur korupsi (terbukti dengan kasus 2 gubernur terakhir berturut-turut yaitu Gatot Pujo Nugroho dan Syamsul Arifin) segera berakhir. ICW, FITRA dan BPK juga mengumumkan Sumatera Utara sebagai provinsi terkorup se-Indonesia untuk tahun 2012-2015.

Untuk itu, dalam kesempatan ini saya akan memaparkan bibit bebet dan bobot para pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur tersebut, sebagai pertimbangan para penduduk Sumatera Utara untuk dapat memilih pasangan yang terbaik.

1. Djarot Saful Hidayat (“DS”)-Sihar Sitorus (“SS”)

Partai Pengusung : PDIP (16 kursi) dan PPP (4 kursi).

Hasil gambar untuk Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus
(+) Pamor DS bisa dikatakan paling tinggi diantara cagub-cagub lainnya mengingat DS pernah menjadi partner Ahok dalam memimpin ibukota Negara yaitu DKI Jakarta. DS juga diuntungkan dengan darah Jawa yang dimilikinya, dimana 33% penduduk Sumatera Utara saat ini adalah Suku Jawa [2].
(+) DS juga sudah berpengalaman dalam memimpin Kota Blitar selama 2 periode. Gebrakan yang dilakukan DS di Blitar adalah dengan membatasi mal bertingkat dan gedung pencakar langit. DS juga lebih memilih untuk menata pedagang kaki lima dengan konsep yang matang [1]. Prestasi yang diraihnya selama menjabat menjadi Walikota Blitar adalah Penghargaan Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah di tahun 2008 serta Penghargaan Terbaik Citizen’s Charter Bidang Kesehatan Anugerah Adipura selama 3 tahun berturut-turut yaitu dari tahun 2006, 2007, dan 2008.
(+)  Partner DS yaitu SS merupakan orang paling kaya diantara cagub/wacagub lainnya. Sebagai mantan ketua PSMS tentunya SS sudah memiliki kantong kantong suara dari para penggemar sepakbola Sumatera Utara.
(+) Pengalaman SS sebagai pengusaha Agrobisnis di Sumatera Utara menjadi harapan masyarakat Sumut untuk peningkatan ekonomi. Maklumlah karena perkebunan hingga kini masih menjadi primadona perekonomian di Sumatera Utara [2].
(-) Namun tetap saja ada minusnya dari pasangan ini. Contohnya DS yang pada saat pelantikan Gubernur dan Wagub DKI Jakarta terpilih 2017-2022 lalu, memilih untuk tidak hadir dan travelling ke Labuan Bajo. Hal ini dianggap oleh sebagian masyarakat sebagai tindakan kekanakan yang dilakukan oleh publik figur [3]. Memang sih sah-sah saja namun hal tersebut bisa saja dianggap seolah-olah dengan sengaja mau mempertontonkan kepada publik bahwa dia tidak mendukung gubernur terpilih.
(-) Perjalanan pencalonan pasangan ini sempat terancam gagal dengan adanya penolakan dari DPW PPP Sumatera Utara. Sampai-sampai Pimpinan Pusat Partai berlambang Kabah harus turun gunung dan mencopot  Yulizar Parlagutan Lubis yang membangkang untuk mendukung pasangan calon Muslim-Non Muslim tersebut.

2. JR Saragih (“JR”)-Ance Selian (“AS”)

Partai Pengusung : Partai Demokrat (14 kursi), PKB (3 kursi), dan PKPI (3 kursi).

Hasil gambar untuk JR Saragih-Ance Selian

Menurut penulis pribadi, pasangan JR Saragih-Ance Selian ini adalah pasangan yang paling kurang dikenal oleh publik karena kurang terdengar di kancah politik nasional. Untuk memenangkan pasangan ini, para partai pendukung harus kerja lebih keras untuk meningkatkan elektabilitas JR-AS.

Baiklah, sekarang mari kita diskusikan plus minus pasangan ini

(+) JR yang merupakan Bupati 2 periode di Simalungun bisa dikatakan lebih memahami Sumatera Utara dibandingkan 2 calon gubernur lainnya karena memang sehari-hari mengurusi pemerintahan di salah satu daerah Sumatera Utara. Daerah Simalungun dan Siantar menjadi kantong suara yang seharusnya pasangan calon ini.
(+) Penghargaan yang pernah diterima JR adalah Bakti Koperasi dan Usaha Kecil Menengah 2013, Kepala Daerah Inovatif 2014 dan Ambassador Electricity 2016. Masyarakat Sumut memang sangat membutuhkan Cagub-Wacagub yang sangat concern ke listrik karena seperti yang kita ketahui, daerah Sumatera Utara merupakan salah satu daerah yang kondisi kelistrikannya memprihatinkan. Pernah suatu waktu, listrik di rumah saya di Kota Medan tidak nyala selama 2 hari berturut-turut (normalnya sekian jam perhari).
(+)  Partner JR yaitu AS merupakan politisi yang berlatar belakang santri. Diharapkan dengan latar belakang ini, kantong-kantong suara dari pemilih muslim dapat diamankan.
(+) Dari seluruh pasangan Cagub-Wacagub, hanya pasangan JR-AS yang benar-benar ber-KTP Sumatera Utara. Sementara pasangan calon lainnya ber-KTP Jakarta [4].
(-) Sentimen agama memang tidak bisa dihindari dari setiap pemilihan umum. Hal ini wajar-wajar saja karena memang umat muslim diwajibkan untuk memilih pemimpin muslim. Hal ini tentu akan menjadi batu sandungan pada pasangan JR-AS
(-) JR juga diduga terlibat dalam kasus korupsi di Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Simalungun [5].

3. Edy Rahmayadi [ERA]-Musa Rajekshah [MAS]

Partai Pengusung : Golkar (17 kursi) Gerindra (13 kursi), PKS (9 kursi), PAN (6 kursi), dan Nasdem (5 kursi).

Hasil gambar untuk Edy Rahmayadi [ERA]-Musa Rajekshah [MAS]

(+) Pasangan ini diuntungkan dari pemberitaan-pemberitaan terakhir terutama terkait Edy Rahmayadi yang diberitakan memilih untuk pensiun dini dari Pangkostrad demi mengikuti Pilgub di Sumatera Utara sehingga berdampak pada elektabilitas mereka.
(+) Mesin-mesin PKS juga sudah lebih dahulu mempopulerkan ERA untuk menjadi Calon Gubernur di Sumatera Utara.
(+) ERA sebagai mantan Pangkostrad dinilai mampu menjaga keamanan dan suasana yang kondusif di Sumut dengan mengharmonisasikan antar aparat keamanan serta birokrasi di Sumatera Utara
(+) Pasangan ERA-MAS merupakan keturunan Melayu yang pastinya akan mengantongi suara-suara dari warga melayu. Tidak hanya itu, Paguyuban Putra Jawa Kelahiran Sumatera (Pujakesuma) juga sudah mendeklarasikan dukungan mereka ke pasangan ERA-MAS ini.
(+) Pasangan ERA yaitu MAS/Ijeck menjadi faktor penting ERA untuk memenangkan Pilgub Sumut 2018. MAS sempat menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Provinsi Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sumatera Utara selama dua periode. MAS juga merupakan atlet nasional pada tahun 2005 meraih gelar juara dua Nasional Speed of Road [7].
(-) Pemberitaan tentang ERA juga tidaklah selalu positif. Akhir-akhir ini di media sosial khususnya facebook beredar video ERA yang memarahi warga dan video ERA yang sedang bagi-bagi uang. Penting bagi para juru kampanye ERA untuk segera memberikan klarifikasi tentang hal ini.

Siapapun nantinya yang terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara periode 2018-2023 harus didukung oleh segenap masyarakat Sumut. Bahkan kalau boleh, mulai menghidupkan kembali slogan Marsipature Hutana Be yang dipopulerkan almarhum Raja Inal Siregar yang artinya adalah “Membangun/membenahi kampung halaman sendiri”.

Konsep ini ditujukan kepada orang-orang yang telah sukses di perantauan untuk bersama-sama kembali membangun Sumatera Utara.

Notes: Bila ada data-data positif maupun negatif para pasangan calon diatas, mohon untuk disampaikan dalam komentar tulisan ini.

Referensi:
[1] https://news.detik.com/berita/d-3531141/perjalanan-djarot-dari-wali-kota-blitar-hingga-gubernur-dki
[2] https://id.wikipedia.org/wiki/Sumatera_Utara
[3] http://www.tribunnews.com/metropolitan/2017/10/19/jimly-djarot-jangan-kekanak-kanakan
[4] http://www.radarbangsa.com/gaya/11173/profil-ance-selian-calon-wakil-gubernur-sumut-berkarakter-santri
[5] http://waspada.co.id/medan/kejatisu-diminta-usut-dugaan-korupsi-jr-saragih/
[6] https://kumparan.com/info-saudara/pujakesuma-siap-dukung-edy-rahmayadi-dan-musa-rajeckshah-eramas-di-sumut
[7] https://kumparan.com/@kumparannews/mengenal-ijeck-shah-tokoh-muda-sumut-yang-jadi-cawagub-pangkostrad

Iklan
Dipublikasi di Budaya Bangsa, Energi Indonesia, kisah hidupku | Meninggalkan komentar

Diproteksi: Sepenggal Kisah Lama


Konten ini diproteksi dengan password. Untuk melihatnya cukup masukkan password Anda di bawah ini:

Dipublikasi di kisah hidupku

Seberapa Murah Tarif Ojek Online (Gojek, Grabbike, Ubermotor) dari Rumah Anda?


Oleh Andi Hendra Paluseri

Kali ini saya akan membahas terkait tarif ojek online dari rumah saya di Pulojahe sampai ke kantor. Mengingat mobil saya sedang rusak, maka pagi ini (rabu 10 Januari 2018 pukul 06.03 pagi) saya memutuskan untuk mempergunakan ojek online. Hasilnya sebagai berikut:

1. Gojek

Aplikasi yang pertama kali saya buka adalah Gojek, jarak dari rumah ke kantor saya berdasarkan aplikasi ini sekitar 16.5 km. Yang cukup mengherankan adalah tidak adanya perbedaan yang cukup signifikan apabila pembayaran dilakukan melalui Go-pay dibandingkan dengan pembayaran melalui Tunai (hanya selisih Rp 2.000)

Tarifnya adalah Rp 40.000 namun ketersediaan driver Gojek sangat banyak di daerah ini.

 

 

2. Ubermotor

Mengingat tarif Gojek yang cukup muahal, saya akhirnya memutuskan untuk mencoba menggunakan ubermotor. tarifnya sangat murah yaitu Rp 20.500 (51.25% dibandingkan tarif Gojek).

Namun sayangnya, di aplikasi ubermotor, saya tidak dapat mengetahui berapa jarak dari rumah saya ke kantor.

Nah, yang amat sangat disayangkan karena drivernya sedikit maka saya harus menunggu sekitar 23 menit untuk kedatangan drivernya. Wah, kalau ditunggu pasti bakalan telat nih masuk kantor. Akhirnya cancel deh.

3. Grabbike

Kemudian saya mencoba untuk membuka aplikasi ketiga yaitu grabbike. Di aplikasi ini juga tidak kelihatan berapa jarak dari rumah ke kantor saya. Namun dapat dilihat pada gambar di sebelah bahwa ketersediaan driver grabbike juga sangat banyak di sekitar daerah saya.

Tarifnya sama dengan Gojek yaitu Rp 40.000 (bila tidak menggunakan gopay).

 

 

 

Akhirnya saya memutuskan untuk lebih memprioritaskan ketersediaan driver dibandingkan tarif ojek sehingga tinggal bersisa Gojek dan Grabbike. Diantara kedua ojek online ini, saya memilih menggunakan Gojek karena lebih familiar dengan aplikasi tersebut.

 

Dipublikasi di Budaya Bangsa, Energi Indonesia, Hukum Bisnis, Investasi dan Bisnis, kisah hidupku | Meninggalkan komentar

Profil Reza Zakarya


Sebagai Rezalliant, saya ditantang untuk menulis terkait profil Reza Zakarya di blog ini. Oke, tantangan diterima. Debut karir Reza Zakarya sebenarnya tidak dimulai di Dangdut Academy namun di sebuah acara mencari bakat di Trans TV yang saya lupa namanya.

Meskipun mengikuti Audisi di Bandung namun Reza Zakarya menghabiskan masa kecil dan remajanya di Jawa Timur. Berikut profil lengkapnya:

Nama lahir: Reza Zakarya Mahdami
Nama lain  : Reza, Reza D’Academy
Lahir           : Surabaya, 12 Mei 1989 (umur 28) – seumuran dengans saya 😀
Jenis musik : Dangdut, Pop
Pekerjaan    : Penyanyi, Aktor
Instrumen   : Vokal
Tahun aktif  : 2015–sekarang
Perusahaan rekaman : Trinity Optima Production
Agama          : Islam

Hasil gambar untuk reza zakaryaNah, saya sendiri sudah mengenal Reza Zakarya sejak dia berduet dengan bang Andrey Arifianto (KDI 2) di channel youtube milik Bang Andrey yang menyanyikan lagu Percayalah – Siti Nurhaliza. Damn.. suaranya keren banget.

Kemudian pada sore hari di kantor saya, iseng membuka video Reza yang menyanyikan lagu When You Say You Love Me – Josh Groban. Saat itu ada teman kantor yang lewat terus menanyakan siapa penyanyinya karena suaranya kedengaran bagus. Saya infokan bahwa penyanyinya adalah penyanyi dangdut, dan teman sayapun tidak percaya….! haha..

Oke, sekarang kita flashback ke debut Reza di Dangdut Academy-2 (“DA2”). Sebenarnya apa yang ditampilkan oleh Reza sudah cukup baik di DA2. Namun sayangnya sering mendapatkan kritikan hebat dari Saiful Jamil (“SJ”) yang saat itu menjadi juri. Meskipun kritikan SJ ditentang oleh juri-juri lainnya namun hal ini tetap saja berdampak terhadap debutnya. Alhasil, Reza harus menghentikan langkahnya pada 8 Mei 2015 dan berpuas diri di peringkat 4. Kritikan SJ sih lebih ke lirik saja. Mungkin karena kemampuan SJ hanya sampai disitu kali yah.

Hasil gambar untuk reza juara 2 da3Sebenarnya Reza juga hampir saja menjadi wakil Indonesia di DA Asia 2. Namun sayang sekali gagal karena kalah dalam pengumpulan SMS[1]. Akan tetapi, para Rezalliant akhirnya dapat bernafas lega setelah Reza diumumkan masuk menjadi wakil Indonesia di DA Asia 3. Kesempatan ini tidak disia-siakan oleh Reza yang dibuktikan dengan majunya Reza menjadi Juara-2 di DA Asia 3.

Rujukan:
[1] http://biografiparatokohdunia.blogspot.co.id/2016/07/peserta-yang-lolos-mewakili-indonesia.html

Dipublikasi di Dangdutan Yok, Energi Indonesia | Meninggalkan komentar

Persaingan Gubernur Jawa Barat 2018-2023


Oleh Andi Hendra Paluseri

Jawa Barat sebagai provinsi dengan penduduk terbanyak di Indonesia[1] memang menjadi medan tempur politik yang sangat seksi. Sampai-sampai ada quotes yang menyatakan bila memenangkan Pilpres di Jawa Barat, pasti akan memenangkan Pilpres di Indonesia (meskipun quotes ini meleset di Pilpres 2014 lalu).

Hasil gambar untuk peta jawa barat

Sebagai mantan warga Medan yang sekarang telah menjadi penduduk resmi Jawa Barat tepatnya kabupaten Bogor, tentu saya harus memperhatikan dengan serius bibit, bobot dan bebet para calon pemimpin yang akan memimpin kami selama 5 tahun kedepan. Mari kita bahas satu persatu yah calon-calonnya.

1. Ridwan Kamil (“RK”)- UU Ruzhanul Ulum (“UU”)

Partai Pengusung : PPP (9 kursi), PKB (7 kursi), Nasdem (5 kursi), Hanura (3 kursi)

Hasil gambar untuk ridwan kamil ruzhanul ulum
(+) RK sudah yang merupakan Walikota Bandung sejak 2013 silam sangat dikenal oleh masyarakat Jawa Barat. Dengan kinerjanya yang terbilang cukup baik, rasa-rasanya sebagian besar warga Bandung akan memilih RK-UU di pilgub ini.
(+) RK dengan segudang prestasi salah satunya di tahun 2016, RK bersama Bandung berhasil meraih World Intellectual Property Organization (WIPO) Medal for Creativity, Tata Kelola Pemerintah Terbaik dari Kementerian PAN-RB dsb. Tim kampanye RK sudah cukup apik dan detail menginfokan prestasi-prestasi yang diperoleh RK di web relawan jabar juara
(+) UU juga bukan orang sembarangan, bupati Tasikmalaya 2 (dua) periode bisa dibilang akan menjadi pengaman suara pasangan di daerah Jawa Barat bagian tenggara. Tasikmalaya merupakan peringkat lima kabupaten/kota terbanyak penduduknya di Jawa Barat[2]. “Rumah Politik” UU yang berasal dari Partai islam yaitu PPP juga menjadi daya jual yang cukup strategis untuk menyedot suara masyarakat agamis di Jawa Barat.
(-) Salah satu kekurangan RK yang pernah menjadi isu hangat di tahun 2017 lalu, adalah RK dinilai bertindak one man show selama menjabat di kota Bandung [3]. Meskipun hal ini sudah dibantah sendiri oleh RK, namun ini menjadi Pekerjaan Rumah RK sebelum proses kampanye dimulai untuk dapat membuktikan bahwa isu tersebut tidak benar.
(-) masalah yang pernah menimpa UU adalah terkait bermasalahnya 13 puskesmas baru di daerah Tasikmalaya [4].

2. Sudrajat (“SD”)- Ahmad Syaikhu (“AS”)

Partai Pengusung : PKS (12 kursi), Gerinda (11 kursi), PAN (4 kursi)

Hasil gambar untuk sudrajat ahmad syaikhu

Manuver PKS dan PAN di akhir Desember 2017 lalu memang cukup mengejutkan publik dimana sebelumnya mereka mengusung Demiz-Ahmad Syaikhu kemudian tiba-tiba berubah menjadi Sudrajat-Ahmad Syaikhu. Namun SD juga calon yang memiliki segudang prestasi lho
(+) SD sebagai lulusan Akmil 1971 ini pernah bersekolah dan lulus dari Harvard University lho. Pengalamannya juga sudah malang melintang mulai dari Kapuspen TNI, Duta Besar China bahkan CEO Susi Air di tahun 2014. Pria kelahiran Sumedang ini, menjadi calon gubernur yang dapat menyedot suara dari kalangan keluarga militer dan daerah Sumedang. Sayangnya relawan maupun tim kampanye belum memberikan informasi detail terkait prestasi-prestasi beliau yang lain.
(+) Ahmad Syaikhu yang jauh lebih terkenal dibandingkan Sudrajat menjadi kunci untuk memenangkan pasangan SD-AS ini. Beliau adalah Alumni STAN yang saat ini tengah menjabat sebagai wakil walikota Bekasi sejak 2013 silam mendampingi Rahmat Effendi. Bekasi sendiri adalah kota terbesar di Jawa Barat [2]. Sosoknya yang dinilai bersih dan nyantri tentunya akan bersaing ketat dengan UU dalam memperebutkan suara umat islam di Jawa Barat.
(-) Meskipun memiliki karir yang cukup cemerlang, SD juga pernah memiliki masalah dengan Gusdur saat Gusdur menjadi presiden. Kala itu Gusdur menyitir UUD 1945 yang menyebut Presiden adalah penguasa tertinggi AD, AL, AU dan Kepolisian namun hal ini ditentang oleh SD dengan menyatakan bahwa pasal di UUD itu tidak serta merta diartikan Presiden adalah panglima tertinggi angkatan bersenjata.
(NA) Untuk AS, saya tidak mendapatkan catatan negatif apapun.

3. Deddy Mizwar (“DM1”)- Dedi Mulyadi (“DM2”)

Partai Pengusung : Golkar (17 kursi), Demokrat (12 kursi)

Hasil gambar untuk deddy mizwar dedi mulyadi

Analisa untuk DM1 dan DM2 akan saya lanjutkan besok

4. TB Hasanuddin (“TB”)- Anton Charliyan (“AC”)

Partai Pengusung : PDIP (20 kursi)

Hasil gambar untuk tb hasanudin anton charliyan

Analisa untuk TB dan AC akan saya lanjutkan besok

Referensi:

[1] https://id.wikipedia.org/wiki/Demografi_Indonesia
[2] https://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_kota_di_Indonesia_menurut_jumlah_penduduk
[3] http://regional.kompas.com/read/2017/10/30/19260621/disebut-one-man-show-begini-tanggapan-ridwan-kamil
[4] http://www.rmoljabar.com/read/2016/12/29/30905/Jawara-Kabupaten-Tasikmalaya-Nilai-13-Puskesmas-Baru-Bermasalah-
[5] https://tirto.id/m/sudrajat-bez

Dipublikasi di Budaya Bangsa, Energi Indonesia, kisah hidupku, pengalaman di ITB | Meninggalkan komentar

Manajemen Waktu dari Si Penyia Waktu


Oleh Andi Hendra Paluseri

Dalam tulisan kali ini, kita coba bahas hal yang lebih serius yaitu tentang Manajemen Waktu biar kayak blogger blogger jaman now :D. Namun, harap ekspektasi teman-teman  terhadap tulisan ini untuk segera diturunkan dulu yah, karena penulis bukanlah orang yang mengelola waktu dengan baik bahkan dapat dikategorikan penyia waktu.

Hasil gambar untuk manajemen waktuDalam manajemen waktu, salah satu hal yang paling penting adalah target. Dengan mengelola waktu dengan baik, diharapkan target-target yang telah dibuat dapat terealisasi.

Nah, selama hampir 5 tahun terakhir ini, saya kurang fokus pada target-target yang telah dibuat dan memandang sesuatu dengan let it flow saja.

Hal tersebut tentu kurang baik karena selain kita tidak mengejar target yang telah dibuat nantinya kita malah disibukkan oleh hal-hal yang kurang bermanfaat. Jadi, mulai sejak saat ini, buatlah target teman2 (harian/bulanan/tahunan) dalam kehidupan dan fokuslah.

Di antara kebaikan islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat” (HR. Tirmidzi no. 2317, Ibnu Majah no. 3976. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Kedua adalah prioritas target. Dengan jumlah waktu yang terbatas, tentulah kita harus mampu mengkategorisasi prioritas target-target tersebut. Metode kategorisasi yang paling umum digunakan adalah kuadran prioritas

Diagram prioritas
Kategorisasi prioritas tidak begitu kelihatan dampaknya dalam target harian. Namun akan terasa signifikan untuk target jangka panjang (bulanan dan tahunan).

Apakah prioritas hidup jangka panjang bisa berubah dalam waktu seketika?, awalnya saya percaya tidak bisa mendadak. Namun ternyata baru-baru ini saya mendapati seorang rekan mengubah prioritas jangka panjangnya ketika sesuatu hal yang buruk terjadi di lingkungannya.

Terakhir, pilih lingkungan yang mendukung dan kondusif bagi target tersebut. Teman-teman mungkin ingat sabda Nabi yang diriwayatkan oleh Bukhari (5534) dan Muslim (2628) tentang pergaulan sebagai berikut:

Gambar terkait“Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.”

Kesimpulannya, agar waktu saya dapat dikelola dengan baik saya harus menetapkan target dengan baik, melakukan kategorisasi prioritas target serta memilih ingkungan yang mendukung dan kondusif bagi target tersebut. Oiya, ada yang lupa… konsistensi dan eksekusi!. Tanpa konsistensi dan eksekusi, sebuah perencanaan yang baik tak ada artinya.

Dipublikasi di Energi Indonesia, HUman Resources | Meninggalkan komentar

Kabayan Foundation 2018


Kabayanfoundation adalah bentuk kontribusi social berupa beasiswa dari Mister Kabayan Group yang diberikan kepada adik-adik mahasiswa baru. Untuk saat ini, beasiswa yang diberikan adalah beasiswa tempat tinggal saja.

img-20160327-wa0003 (1).jpgMister Kabayan Group membeli rumah-rumah murah yang berada dekat dengan lokasi perkuliahan contohnya di Bandung dan Bojonggede. Rumah-rumah murah ini nantinya akan dimanfaatkan untuk beasiswa tempat tinggal tersebut. Ditargetkan kedepannya, beasiswa tempat tinggal ini juga dapat dikembangkan di daerah-daerah lain.

Untuk tahun 2018, kami akan memberikan beasiswa tempat tinggal bagi 8 (delapan) calon mahasiswa yang akan menempuh pendidikan di daerah Bandung Kota (ITB Tamansari, Unpad DU, Itenas) dimana lokasi tempat tinggalnya di daerah Cukangkawung-Bandung. Selain tempat tinggal, para penerima beasiswa juga akan dibekali dengan materi kewirausahaan/entrepreneurship sehingga diharapkan dapat mandiri untuk menghidupi diri sendiri.

Kapan Pendaftaran Dimulai?
Pendaftaran akan dimulai Sejak 1 April – 18 Juli 2018

Siapa saja yang bisa mendaftar?
1.Warga Negara Indonesia
2.Laki-laki
3.Calon Mahasiwa yang akan berkuliah di daerah Bandung Utara (ITB, Unpad, Itenas)
4.Berasal dari keluarga kurang mampu
5.Diutamakan calon mahasiswa yang berasal dari luar Pulau Jawa (Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara dll)

Cara Pendaftaran?
1.Peserta mengirimkan berkas2 yang diperlukan ke email envobol@yahoo.com
2.Scan dokumen yang diemail: Curiculum Vitae, KTP, Kartu Keluarga, Surat Keterangan Diterima di Universitas, Penghargaan yang pernah diraih, Surat Minat atas Kabayan Foundation
3.Sebagian besar komunikasi akan dilakukan by email. 8 peserta terpilih akan dihubungi byphone pada 25-29 Juli 2018

Informasi lebih lengkap silahkan kunjungi link berikut.

 

Dipublikasi di Beasiswa Pendidikan, Education, Energi Indonesia, pengalaman di ITB | Meninggalkan komentar