Apa untungnya punya supir Pribadi?


Sudah hampir setahun ini saya mempunyai supir pribadi. Banyak yang bertanya-tanya. Mengapa sih memakai supir? Apa gak membebani biaya hidup? Apa karena mau gaya-gayaan?

Nah, disini saya mau menjelaskan manfaatnya menggunakan supir pribadi bagi anda yang hidup dan bekerja di Jakarta. Manfaatnya adalah sebagai berikut:

  1. Gak perlu belajar nyetir! Karena sampai sekarang saya belum mahir dalam membawa mobil, jadi yah memang kudu pakai supir.
  2. Gak perlu ribet manasin mobil tiap pagi karena pekerjaan ini sudah dihandle oleh supir.
  3. Tidak perlu berjibaku dengan macetnya jalan. Kita hanya perlu baca buku, buka hp, baca quran atau bahkan tidur. Nah, lumayan tuh waktunya sejam di jalan bisa dimanfaatkan buat aktivitas lain. Biasanya waktu sejam ini, saya pergunakan untuk berjualan😀
  4. Bangun tidur setelah macet macetan di jalanan langsung nyampe kantor. Pasti segar kan.
  5. Setelah itu supir kita bisa bertugas buat mengantar anggota keluarga yang lain.
  6. Ada beberapa pemilik mobil yang menyambikan mobil dan supirnya untuk digunakan sbg taksi online. Tapi inget, jangan terlalu memaksakan diri yah. Pengalaman saya beberapa bulan lalu dengan supir saya yang lama adalah saking giatnya dia bekerja dalam 3 bulan sudah terjadi 3 kali kecelakaan.
  7. Apakah tidak menambah beban hidup? Tentu saja menambah beban hidup namun untungnya supir saya juga membantu dalam pengiriman barang barang jualan produk envobol saya ke konsumen. Jadi malah untung..\
  8. Selain membantu pekerjaan, supir juga bisa jadi teman ngobrol. Alhamdulillah supir saya jadi pendengar yang baik

Jadi, gak ada salahnya kan punya supir pribadi, apalagi di Jakarta yang super macet ini. Setidaknya stress sharing lha😀

Dipublikasi di kisah hidupku | Meninggalkan komentar

Pengalaman Tukar Tambah Motor di Pulojahe


Menurut saya, memiliki motor di Jakarta adalah sebuah kebutuhan primer? mengapa? karena dengan memiliki motor akan sedikit memudahkan kita untuk melewati macet ataupun menelusuri lokasi-lokasi di sudut kota Jakarta yang memang tidak dapat dilalui dengan mobil.

motor Jakarta

Jangan ditiru yah ulah Pemotor yang masuk jalur busway

Perjalanan saya dari kantor apabila menggunakan mobil/taksi biasanya memakan waktu sekitar 1.5 jam apabila macet namun dengan motor kurang dari satu jam saya sudah bisa berleye-leye di rumah.

Nah, berhubung karena motor Spin yang saya miliki adalah angkatan 2007 aka motor golongan tua, maka sore ini rencananya saya mau mengganti motor tersebut dengan motor yang lebih segar. Awalnya saya mau membeli motor baru, namun mengingat motor lebih sering saya gunakan untuk kegiatan membawa barang-barang dan mengunjungi sepertinya yah kok terlalu mahal yah😀.

Akhirnya saya memutuskan untuk membeli motor second masih dengan Merk Suzuki. Saya bertempat tinggal di daerah Pulojahe/Jalan DR. KRT Radjiman dan disepanjang jalan di daerah saya tersebut, banyak toko-toko yang menyediakan motor bekas berbagai jenis merk salah satunya adalah toko Jerry Motor.

Jerry Motor.jpg

Kartu Nama Jerry Motor

Pemilik dari toko Jerry Motor ini adalah Pak Jerry. Pak Jerry terbilang salah satu pengusaha yang awal merintis usaha motor second di daerah Pulojahe. Beliau tidak menerima motor curian sehingga setiap motor yang mau dijual/tukar tambah harus menunjukan BPKB dan STNK. Alhamdulillah BPKB dan STNK saya lengkap.

Kemudian Bu Jerry memberitahukan kepada saya bahwa biaya tukar tambah motor yang saya miliki dengan motor yang lebih baru adalah sekitar 2.300.000 IDR. Nah, yang namanya negosiasi, gak salah dong kalau saya menawar terlebih dahulu. Kemudian saya mulai melakukan penawaran di angka 1.500.000 IDR. Dilalanya, Bu Jerry ndak mau kemudian bergegas menjauh. Oh my goodness!.

Kemudian saya naikkan kembali ke angka 1.700.000 IDR, si Ibu tetap tak bergeming. Saking pasrahnya saya naikkan penawaran ke angka 2.000.000 IDR. Si Ibu-pun tetap tak setuju. Wah, karena merasa negosiasinya alot saya memutuskan untuk pindah ke toko yang lain.

Di toko yang lain, mesin saya dites, saya diwawancarai terkait kapan pajak mati? sudah berapa tahun? dll. Kemudian angka yang keluar dari toko lain tersebut adalah 4.800.000 IDR. Yah, sudahlah kembali lagi ke toko Jerry Motor.

Sampai di Jerry Motor, Pak Jerry menyampaikan bahwa kebanyakan orang-orang yang bernego ke Jerry Motor akan kembali lagi ke toko tersebut karena harga di toko tersebut memang paling kompetitif. Jadi percayalah bahwa pembeli tidak akan kecewa.

Sambil memulai proses pembayaran, Pak Jerry menceritakan bahwa keluarganya dulu tinggal di perumahan Jatinegara Indah – komplek mewah yang berada di  sebelah apartemen saya. Beliau juga memiliki unit di East Park Apartement. Kemudian cobaan dari Allah datang, istrinya menderita penyakit yang tak diketahui penyebabnya oleh Dokter. Sampai-sampai akhirnya menjual sebagian besar harta, mobil termasuk rumah di Perumahan Jatinegara Indah tersebut. Sekarang istri beliau telah pulih.

Karena mengetahui saya adalah wiraswasta yang masih muda, beliau berpesan untuk tetap kerja keras pantang menyerah. Apabila ditipu dalam berbisnis jangan ingat kembali karena itu sudah terjadi dan tak dapat diulang lagi. Tetap fokus menatap masa depan. Pertolongan Allah itu amat dekat.

Wew.. seru sekali kisah hidup Pak Jerry. Alhamdulillah, hari ini selain memiliki motor “second” baru, menjual 2 dus karbol sereh Envobol, saya juga dapat inspirasi dan pengalaman hidup yang luar biasa hebatnya dari Pak Jerry.Semoga motor baru ini membawa berkah. Amiin

Hasbunallah wa nimal wakil nimal maula wa nimal nashir

Dipublikasi di kisah hidupku | Meninggalkan komentar

Mempercepat Program Pembangunan 35.000 MW


Andi Hendra Paluseri
Alumni Teknik Tenaga Listrik (Elektro)
Institut Teknologi Bandung

Rekan-rekan pasti masih pada ingat kan dengan program pembangunan pembangkit listrik 35.000 MW kan?. Apa kabarnya sekarang yah?

Program pembangkit listrik 35.000 mw itu adalah program yang dicanangkan di era kepemimpinan Pak Jokowi dan ditargetkan pada akhir tahun 2019, seluruh proyek tersebut dapat beroperasi.

Dari awal disahkannya pemerintah kabinet kerja sampai dengan saat ini kira2 sudah berjalan 1.5 tahun. Nah, selama 1.5 tahun ini coba tebak sudah berapa persen yang berhasil nyala? 30%? 20%? 10% atau bahkan 5%? Data dari detik.com perhari ini kapasitas pembangkit yang sudah nyala baru 223 MW. Jadi coba hitung berapa persen angka itu dari target 35.000 MW.

Oke, tidak fair kalo dihitung berdasarkan target total kayaknya. Tapi angka tersebut juga sudah dibawah target tahunan RUPTL tahun lalu.

Nah, kalau dibiarkan terus dengan cara yang biasa bukan tidak mungkin target 35.000 hanya akan menjadi mimpi di siang bolong saja.

Harus ada perubahan! Yang fundamental! Pemerintah wajib sekali memonitor lebih dari hari ke hari dengan lebih ketat terkait progress pengembangan megaproyek ini.

Memang ada tim dari pemerintah yang bertugas untuk memonitor megaproyek tsb yang berada di bawah kepemimpinan Pak Nur Pamudji. Namun kewenangannya perlu ditambah agar para pelaksana dapat bekerja lebih optimal.

Apa saran dari saya?

1.perbanyak proyek tunjuk langsung atau setidaknya pemilihan langsung.
Percaya deh, hal ini juga akan memudahkan pln karena satu proses lelang saja itu bisa menghabiskan waktu lebih dari 12 bulan untuk proses pra-bidnya. Bayangkan kalau untuk prabid saja butuh 12, bagaimana dengan ppa? Financial close? Epc dan cod? Waktu tinggal 3.5 tahun lagi lho

2.lahan dan data2 lahan dipersiapkan oleh pln.
Salah satu masalah utama dalam proyek pembangkit adalah pembebasan lahan. Dengan mengamankan lahan dari awal, berarti pln telah menghemat waktu para bidder untuk mencari lahan setelah proses RFP. Mungkin PLN dapat melakukan hal ini paralel dengan persiapan dokumen prakualifikasi proyek. Selain membantu para bidder, hal ini juga membatasi membengkaknya komponen A harga listrik atas pembelian lahan.

3.Sinergi BUMN
Tak dapat dipungkiri bahwa kondisi keuangan PLN juga cukup terbatas. Dengan keterbatasan ini, mau tidak mau dan suka tidak suka, pln juga tidak dapat mengerjakan seluruh proyek dengan uang sendiri. Perlu ada kerja sama dengan perusahaan lain. Sinergi dengan BUMN sebagai langkah yang tepat.

Mungkin cukup 3 saja saran dari saya karena sekarang sedang mengantuk (perjalanan menuju ke bandung)
Salam semuanya

Dipublikasi di pengalaman di ITB | Meninggalkan komentar

Terima Kasih ya Rabb


Terima kasih ya Rabb, masih memberikanku hidup
Terima kasih ya Rabb, masih menunjukkan jalan kebenaran padaku

Terima kasih ya Rabb, masih mengijinkanku untuk bernafas
Terima kasih ya Rabb, atas segala petunjukMu

Buaran, 4 April 2016

Dipublikasi di kisah hidupku, pengalaman di ITB | 1 Komentar

Rencana Backpacker ke Benua Terakhir


20160219
Haii… Reader..
Rindu Banget gw buat nulis..

Mohon maaf setahun terakhir jarang nulis mengingat saat ini sedang mengurus proyek yang butuh ekstra tenaga, keringat dan airmata… halah..

Anyway, saya punya rencana untuk backpacker ke Australia. Mengapa Australia? Alasan utamanya adalah karena Australia adalah satu-satunya benua yang belum pernah saya kunjungi sehingga ada hasrat untuk menyempurnakan perjalanan berkeliling dunia. Emang benua lain pernah? Pernah dong!

1. Afrika Selatan (Benua Afrika) Juni-Juli 2010
Perjalanan pertama saya keluar negeri tidak tanggung-tanggung… Ke Afrika Selatan.. Saat itu, saya adalah mahasiswa ITB yang kebetulan menjadi Direktur Kantin Barat Laut-ITB. Nah, disitu saya/kami menemukan tutup botol yang berisikan “MENANG TIKET PIALA DUNIA”. Walhasil saya menjadi publik figur untuk sejenak, dicari sana sini oleh reporter TV hehe…. ini buktinya http://news.detik.com/berita-jawa-barat/1341136/alumnus-dan-mahasiswa-itb-menangkan-tiket-nonton-piala-dunia

2. Singapura dan Malaysia (Benua Asia) Januari 2013
Perjalanan berikutnya adalah bertandang ke negeri tetangga. Alhamdulillah mendapatkan kesempatan training keluar negeri dari kantor. Jadi ceritanya training saya di Singapura bersama dengan seorang teman. Namun kami dateng lebih cepat menggunakan uang pribadi untuk akomodasinya agar bisa berlibur lebih lama. Nah, kami menyempatkan diri untuk pergi ke Malaysia naik bus 6 jam dari Orchard Road ke Kuala Lumpur berharap bisa berfoto di Twin Tower Petronas.

Entah dinyana, ternyata fotonya hanya bisa dari luar karena Twin Tower hanya buka sampai jam 5 sore di hari minggu. Kemudian setelah puas berfoto kami berlari untuk mendapatkan monorel supaya sampai ke tempat pemberangkatan bus semula. Pake kasus salah monorel lagi… hadeh…

Alhamdulillah kami tiba pas banget di tempat bus berangkat. Kami naik, langsung deh busnya jalan balik. Btw ada fakta aneh, masa harga tiket bus Singapura Malaysia lebih mahal 2x lipat dibandingkan harga tiket balik.

3. Belanda, Norwegia, Jerman dan Denmark (Benua Eropa) Juni 2013
Pengalaman kali ini lebih indah dari sebelum-sebelumnya, jejak kaki saya akhirnya ada juga di Eropa. Disini ngapain? training bro..

4. Amerika Serikat dan Kolombia (Benua Amerika) xx xxxx
Detail perjalanannya sengaja dirahasiakan😀.. Tujuan utamanya adalah ke Kolombia. Mengingat negara ini berada di daerah tropis, saya sudah langsung dapat beradaptasi. Di Kolombia, saya tinggal di provinsi Cartagena. Cartagena adalah kota wisata, persis seperti Bali di Indonesia. Dikelilingi oleh pantai Karibia yang indah, menjadikan daerah ini ramai dikunjungi oleh para Turis. Namun saya, infrastruktur masih perlu banyak diperbaiki. Masyarakat di Kolombia-pun bisa dibilang relatif sedikit yang paham bahasa Inggris. Rata-rata dari mereka menggunakan bahasa Spanyol.

Amerika? yes Amerika..! saya beberapa hari di Miami dan Los Angeles. Yang biasanya lokasi gunung Hollywood hanya dilihat dari film, kali ini saya saksikan sendiri hehe..

—————————————————————

Nah, sayang banget kan kalo sudah 4 benua dikunjungi. Tinggal 1 lagi nih! Saya rencananya mau backpacker ke Australia dengan menggunakan poin krisflyer yang didapatkan dari hasil berpetualang ke benua Amerika sebelumnya. Kalau dihitung-hitung poinnya pas… Pengennya sih ke Sydney.

Berikut estimasi yang saya susun untuk berliburan ke Sydney:
1.Tiket Jakarta-Sdyney-Jakarta : Gratis (redeem poin Krisflyer)
2.Hotel di Sdyney (3malam) : 3.6 juta (Traveloka)
3.Konsumsi & Jalan2 di Sydney : 4 juta
4.Visa Australia : 1.8 juta
Total : 9.4 juta

Tapi rencana ini baru akan saya lakukan apabila proyek yang tiap hari menghantui selesai dilaksanakan. Mungkin sekitar Mei-lha… ada yang mau ikut?

Dipublikasi di kisah hidupku | 2 Komentar

Kebutuhan Simpanan Hidup


Beberapa waktu lalu ada sahabat yang menyampaikan keinginannya untuk resign dari pekerjaan dan hidup dari tabungan yang sudah dimilikinya. Kemudian kita berdiskusi terkait berapa jumlah minimal tabungan yang diperlukan untuk dapat bertahan hidup tanpa bekerja.

Mari mulai hitungan-hitungan dengan menyusun asumsi terlebih dahulu.
1. Jumlah anggota keluarga : 5 (lima) orang
2. Kebutuhan Sembako peranggota keluarga : 400.000/bulan
3. Kebutuhan Pulsa peranggota keluarga : 50.000/bulan
4. Alokasi rekreasi dan lain-lain : 600.000/bulan
5. Asuransi kesehatan dan pendidikan peranggota keluarga : 240.000/bulan
5. Listrik, air dan service charge : (250.000 + 200.000 + 300.000)/bulan
Total kebutuhan perbulan: 5*(400+50+240)+600+750 = 4.800.000 perbulan.

Asumsikan uang tersebut diletakan di deposito syariah dengan besar hasil nisbah sekitar 6% perannum (sudah dipotong zakat dan pajak deposito). Berarti kebutuhan dana yang diperlukan adalah 100/6 * (4.800.000 * 12) = 960.000.000 IDR.

Jadi kalau mau santai di rumah tanpa bekerja dengan memiliki jumlah tanggungan 5 (lima) orang termasuk diri sendiri, yah kira-kira tabungan yang diperlukan sekitar 1 milyar rupiah.

Dipublikasi di pengalaman di ITB | Tag | 2 Komentar

Pengalaman Membeli Properti


Sejak beberapa tahun yang lalu, saya mulai tertarik untuk berinvestasi di properti. Ada yang hasilnya optimal dan ada pula yang belum berprogress sama sekali. Berikut disampaikan beberapa pengalaman investasi properti yang saya lakukan:

1. Apartemen Green Pramuka, Jakarta Pusat

Saya mulai mengenal investasi properti pada tahun 2012 dari suatu kejadian yang tidak disengaja. Pada bulan Agustus 2012 (saat itu sudah diangkat menjadi karyawan tetap sebuah perusahaan), ketika sedang menikmati makan malam di McD Sarinah, di sebelah saya sedang dilakukan presentasi oleh marketing Green Pramuka ke customer. Iseng-iseng setelah presentasi tersebut selesai, saya minta si mbak Marketing juga menjelaskan ke saya.

Si Marketing tersebut bernama mbak Debby Noviana. Setelah dijelaskan panjang lebar, saya mulai tertarik untuk memiliki unit di Green Pramuka. Namun saat itu belum memiliki dana yang cukup untuk membayar DP. Dengan berbekal surfing di internet, saya menemukan cara ampuh untuk membayar DP tersebut yaitu dengan memanfaatkan program power cash dari kartu kredit Mandiri. Kemudian untuk membayar KPA-nya saya menggunakan KPA dari Bank BTN (kala itu rate-nya masih 7.49%).

Alhamdulillah, unit saya di Green Pramuka sudah serah terima dan sedang dikontrak oleh penyewa. Jadi selain Capital Gain, saya juga mendapatkan keuntungan dari biaya kontrak tahunan tersebut.

2. Apartemen Grand Dago, Bandung

Melihat mulai geliatnya bisnis properti di Bandung, saya mulai tertarik untuk berinvestasi properti di kota ini pada bulan Oktober 2013. Proyek apartemen yang saya pilih adalah apartemen Grand Dago yang berlokasi di Bandung Utara. Marketing yang menangani saya saat itu adalah Mbak Eva.

Dikarenakan sistem pembayarannya yang mudah dan potensi properti di Bandung, saya mengambil 2 unit sekaligus tipe studio. Pembayaran DP dicicil selama 24x setelah itu pelunasan sisanya. Namun karena sampai dengan November 2013 belum ada progress pengerjaannya, saya memutuskan untuk menyampaikan surat penundaan pembayaran ke developer Grand Dago. Pembayaran tersebut akan saya lanjutkan apabila sudah ada progress yang dilakukan oleh pihak developer.

3. Apartemen Royal Afatar, Surabaya

Pengalaman mandeknya proyek Grand Dago, Bandung tidaklah membuat saya kapok untuk berinvestasi di properti. Hal ini dibuktikan ketika tanggal 14 Desember 2013 lalu, dilakukan pre launching apartemen Royal Afatar, Surabaya. Dengan informasi bahwa harga akan dinaikan pada tanggal 23 Desember 2013, maka dengan pertimbangan yang matang saya memutuskan untuk terbang ke Surabaya pada tanggal 21 Desember 2013 demi membeli 1 unit apartemen Royal Afatar. Saat itu, Marketing yang menangani saya adalah mbak Puspita.

Saya tertarik dengan Royal Afatar mengingat lokasinya yang cukup strategis yaitu berada di depan Surabaya Carnaval, CITOS dan dekat dengan Bandara.

Meskipun belum dibangun, namun saya optimis apartemen ini akan berjalan tepat waktu mengingat laporan rutin selalu diberikan tiap bulan oleh pihak developer. Kita lihat saja apakah benar pada bulan Mei 2015 nanti akan dilakukan Ground Breaking proyek apartemen Royal Afatar di Surabaya.

4. Landed House di Bojonggede, Bogor

Di tahun 2014, saya memutuskan untuk berhenti mengobservasi investasi apartemen. Namun tetap tertarik untuk berinvestasi properti. Seperti biasa, agenda rutin saya adalah mengecek keberadaan properti murah di Tokobagus.com (sekarang olx.com), suatu ketika saya menemukan iklan rumah murah BU yang berlokasi dekat dengan stasiun Bojonggede.

Pada hari sabtu di bulan Mei 2014, saya lakukan survey ke rumah tersebut dan hasilnya langsung tertarik. Selidik punya selidik, ternyata rumah tersebut dijual untuk memenuhi kebutuhan anak sekolah si pemilik rumah.

Dan deal, di bulan Juni saya lakukan pembayaran menggunakan bonus yang baru saja diterima dan sebagian lagi didanai oleh pinjaman koperasi😀. Saat ini rumah tersebut sedang saya sewakan.

5. Apartemen East Park – Jakarta Timur

Jadi ada cerita lucu, pada tanggal 20 Juni 2014 saya mulai menyewakan Apartemen Green Pramuka dan pada tanggal 21 Juni 2014, rumah yang di Bojonggede juga saya sewakan. Singkat cerita, akhirnya kami malah ngontrak rumah di Percetakan Negara.

Menurut saya, hidup ngontrak itu kadang menyulitkan. Mengapa? karena dengan mengontrak setiap tahun kita harus memikirkan bagaimana kalau harus pindah, apakah sanggup memindahkan barang-barang ke kontrakan baru?.

Dan penghujung 2014, saya mulai memikirkan untuk menempati properti milik pribadi namun akan sangat lama apabila menunggu masa sewa Green Pramuka dan rumah Bojonggede selesai. Jadi diputuskanlah untuk membeli properti lain.

Dari berbagai observasi dan survey, pilihan saya jatuh ke Apartemen East Park yang berada di Jln Dr. KRT Radjiman Jakarta Timur. Mengapa? karena lokasinya unik.. Berada di lingkungan perumahan Jatinegara Indah namun bentuknya apartemen. Harganya-pun terbilang cukup murah dan memiliki potensi untuk naik.

Biaya gimana? haha… ada deh, yang penting halal. Kemarin telah dilakukan transaksi jual beli dan serah terima unit di East Park. Kemudian hari ini sayapun mulai menempati properti milik pribadi dan tidak mengontrak lagi.

Bye ngontrak….

Dipublikasi di pengalaman di ITB | 2 Komentar