‘Ayah boleh menikahi anaknya’, asal?


tadi pagi, setelah solat subuh

aku menghidupkan radio, trus milih mQ fm

jelang beberapa menit eh siaran dari ceramah aa terputus

yah, bosen ga ngedengerin ilmu apa2

jd aku nyetel CBL

wah, temanya ternyata selalu tentang cinta

dan ustadnya kalo ga salah ust.Fattah ngomong berbeda seperti ust2 yang lain, ga taulah

trus ada pertanyaan tentang boleh ga Kalo berhubungan suami-istri setelah tunangan tapi belum nikah

dengan tertawa ust itu mjawab, belum boleh sebab belum ada SIM(surat izin meniduri) hehehehe……….

aneh ni ustadz tapi keren juga, trus masuk ke pertanyaan selanjutnya

kakak saya menikah dan 3 bulan kemudian melahirkan, gimana tuh ustadz? tanya dari penelpon selanjutnya

pertanyaan udah mulai serius nih,

trus sang ustadz menjawab bahwa banyak pendapat

ada yang mengatakan bahwa sang pezina harus dinikahkan ulang setelah si bayi dilahirkan,

dan ada yang bilang ga perlu

pendapat lain bahwa si pezina dinikahkan setelah sang bayi terlahir.

pendapat yang paling ekstrim adalah bahwa keduanya harus di rajam terlebih dahulu

terlepas dari itu semua aku berpendapat kalo seorang yang telah melakukan perzinaan harus secepatnya melakukan pernikahan untuk menyelamatkan nama keluarganya.

terlepas dari itu semua, gimana hubungannya dengan anak hasil hubungan tersebut

di masyarakat kita, yang katanya mayarakat beragama dan beradab namun masih saja melakukan tindakan jahiliyah dengan menintahitamkan cap “anak haram” atas bayi tersebut. padahal setiap bayi hidup di bumi pertama kali dengan keadaan suci, bersih jauh sangat suci dibandingkan mereka yang merasa suci dan sering mengatasnamakan agama untuk menyudutkan orang lain dan melakukan tindakan yang sangat antitesis dengan agama yang mereka gembar-gemborkan.

aku paling tertarik dengan pendapat oleh Imam Syafii yang diceritakan oleh sang ustadz,

menurut imam syafii, kalo anak hasil hubungan gelap itu hanya anak secara genetis tetapi bukan secara syar’i sehingga apabila seorang gadis yang ingin menikah namun dia adalah anak hasil ‘hubungan haram’

maka si ayah genetis tersebut tidak dapat menjadi wali.

karena menurut imam Syafii, ayah genetis tersebut adalah bukan muhrimnya

sehingga bila bersentuhan dengan ayah genetis aja udah dosa

dan ekstrimnya, imam Syafii bilang kalo ayah genetis tersebut halal untuk menikahi sang gadis

Menurut anda?

Tentang andihendra

Andi hendra paluseri adalah perantau asal medan yang menyelesaikan pendidikannya S1 di ITB jurusan teknik elektro (Tenaga Listrik).
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

3 Balasan ke ‘Ayah boleh menikahi anaknya’, asal?

  1. Fadhlan Sultoni berkata:

    emang dia bilang gitu?
    acara goship,ya?

  2. mohamad berkata:

    bukannya kalo secara genetis dekat itu kan insest? wah bisa-bisa anaknya bisa cacat…kalo denger cerita ini aku inget pada zaman nabi yaqub(menurut cerita bibel), saat itu puteri-puterinya mengkhawatirkan akan kelangsungan keturunan nabi tersebut dan akhirnya mereka sepakat(ada dua orang ) untuk bersenggama dengan ayahnya saat ayahnya sedang tidur. apakah ini bukti dari kebejatan sebuah ‘Inisiatif’?mereka akhirnya hamil dan melahirkan anak-nak ayah genetisnya sendiri. mungkin itulah salah satu alasan ustad itu untuk menghalalkan hubungan kawin ayah dengan anaknya. tapi yang saya tanggapi justru terjadi pembiasan tentang hal ini, karena masalah ini sangatlah riskan dan sensitif menyangkut moral, agama, etika, dan geneologi. dari sudut pandangku sih, harusnya dihindari lah…tapi kalo misalkan sebuah keluarga tunggal di suatu daerah dan saat itu anak-anak puterinya sudah tak bisa menikah lagi karena pemuda-pemudanya pada meninggal, mungkin perlu dipertimbangkan akan usaha mempertahankan keturunan, kalau ga dilakuin bisa-bisa orang-orang itu akan punah…pelik juga ya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s