Kuliah Umum Ibu Dr. Siti Fadilah Supari


SAATNYA DUNIA BERUBAH

IN THE SPIRIT OF DIGNITY, TRANSPARENCY AND EQUITY

Selasa 18 Maret 2008, di aula timur ITB seorang wanita bermental kuat menyampaikan pengalaman yang aku anggap sebagai pengalaman wanita perkasa yang ada di Indonesia dan yang akhirnya menghapus mindsetku selama ini kalau pemerintah dan semua antek-anteknya hanya mencari kekuasaan dan kekayaan. Beliau dengan rendah hati namun semangat menyampaikan segala macam kejahatan yang sedang dihadapi oleh negara kita terutama dalam bidang kesehatan.

Di kesempatan itu Beliau menyampaikan istilah komersialisasi kesehatan. >:D<

Masya Allah, ternyata orang-orang  bejat juga tega memanfaatkan kesehatan menjadi sasaran objek mengumpulkan uang. Beliau memulai kuliah dengan mengenang keinginan Beliau yang menginginka menjadi Insinyur Pertambangan, sekali lagi benar-benar wanita perkasa. Namun, karena orangtuanya melarang Beliau dikarenakan Beliau adalah seorang wanita yang pada waktu itu adalah tabu untuk mengerjakan sesuatu yang dianggap sebagai pekerjaan pria. Akhirnya Beliau masuk ke FKUI dan menjadi sekarang tetap menjadi pengajar di kampus Beliau itu.

Beliau mengungkapkan bahwa dari semua departemen di Indonesia sejak zaman Pak SBY, hanya departemen kesehatanlah yang belum pernah mau menerima bantuan luar negeri sebab bantuan tersebut menurut beliau pasti memiliki maksud tertentu sehingga setiap ada bantuan dari pihak asing beliau selalu menanyakan apa yang diinginkan oleh pihak tersebut dari negara kita.

Beliau juga sangat menyesalkan kenapa indosat harus dijual oleh rezim sebelumnya sehingga teknologi milik negara sendiripun sekarang tidak bisa dinikmati secara penuh, sungguh miris sekali bukan! dan ketika ada rencana untuk meprivatisasi rumah sakit di Indonesia Beliau dengan lantang mengatakan TIDAKKKKK. Beliau kemudian menemui presiden dan sambil menangis mengadukan hal tersebut sambil menangis( yah beginilah perempuan mudah tersentuh ketika menemui hal-hal yang amat sensitif, makanya kita doakan yuk agar menteri-menteri yang langsung berhubungan dengan rakyat itu dipimpin oleh wanita). Beliau meminta agar presiden segera mengeluarka peraturan pemerintah untuk melarang privatisasi tersebut karena hal itu 100% pasti akan menyengsarakan rakyat Indonesia yang sebagian besar berada di bawah batas garis amat termiskin. Alhamdullilah presiden kita itu langsung merasakan penderitaan yang bakal menimpa rakyatnya bila privatisasi jadi terlaksana.

Beliau juga mengkritisi terhadap peraturan Depdiknas(sambil mengatakan kepada para wartawan kalo pembicaraan ini ‘of the record’)  yang membuat peraturan tentang BHMN yang nyatanya juga telah dilakukan oleh ITB, disamping Beliau Pak Djoko Santoso yang tadinya tersenyum mulai menampakkan wajah pahit(tersinggung mungkin). Beliau berujar bahwa tidak seharusnya pendidikan juga dikomersialisasi kalo istilahnya mau mendapatkan biaya tambahan seharusnya pihak itb hanya menjadi BLU saja dimana bentuk tersebut masih mendapatkan subsidi dari pemerinyah bukan seperti BHMN yang sama sekali tidak mendapatkan subsidi. Bagi beliau untuk apa mendapatkan martabat negara jika harus mengorbankan kepentingan masyarakat.

Trus beliau menjelaskan tentang apotik masyarakat yang sekarang telah menjamur dan menganggu apotik2 besar sampai2 beliau diprotes oleh meneg BUMN. tapi yah begitulah beliau lebih mengutamakan masyarakat dengan mengatakan bahwa perusahaan2 besar udah lama mendapatkan keuntungan besar sehingga sekaranglah saatnya untuk mulai bersaing sehingga beban masyarakat terhadap harga obat2an berkurang persaingan ini mungkin seperti persaingan pulsa yang sekarang udah sering terjadi diantara para penguasa operator.

Beliau mengatakan bahwa dengan kekayaan yang melimpah kita seharusnya mendapatkan hak yang besar bukannya seperti sekarang ini dimana dari 200 rupiah untuk keuntungan pengolahan minyak kita hanya mendapatkan 10 rupiah( kalo prinsipnya masih kayak begini, aku jadi kepingin menjadi pengusaha minyak juga lho). Beliau mengatakan bahwa prinsip kita. PUNYAKU YAH PUNYAKU, PUNYAMU YAH PUNYAKU

Tentang andihendra

Andi hendra paluseri adalah perantau asal medan yang menyelesaikan pendidikannya S1 di ITB jurusan teknik elektro (Tenaga Listrik).
Pos ini dipublikasikan di pengalaman di ITB. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Kuliah Umum Ibu Dr. Siti Fadilah Supari

  1. andre berkata:

    Bagi saya Menkes kita ini luar biasa. Mutiara didalam lumpur kekuasaan para komprador pemilik modal dan imperialis . Diantara kongkalikong pengusaha penguasa yang bau busuknya tercium di lumpur lapindo dan lumpur (tailing) perusahaan-perusahaan tambang.

    Penerus cita-cita besar Soekarno ini bila tetap konsisten, gigih, pantang menyerah akan jadi suluh negeri terpuruk ini.

    DR. Dr Siti Fadilah Supari for President?!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s