Asrama Dodik Medan 20126


Sempat ada keraguan saya untuk menulis artikel ini. Apalagi jika diperhatikan selintas saja seperti artikel sepele doang. Namun, ada hal-hal tertentu yang menurut saya perlu untuk saya jelaskan sebagai pengalaman hidup bertetangga.
Selama 18 Tahun saya telah tinggal di asrama tersebut dan banyak kenangan yang pastinya tidak akan saya lupakan. Yang saya akan bicarakan disini bukan perihal kenangan hidup saya tersebut namun kondisi kepedulian dan rasa kebersamaan antarwarganya.
Entah faktor apa, saya melihat faktor kepedulian di dalam warga masyarakat ini sudah mulai pudar (mungkin ditelan ama zaman yah), yang memprihatinkan adalah kepedulian warganya terhadap mental dan karakter anak-anak yang sedang berkembang pesat. Banyak perbuatan yang pastinya bakalan merusak perkembangan karakter anak-anak disana, dibiarkan tumbuh tanpa mau adanya koreksi dari orang lain. Apalagi peran amir (dalam hal ini ketua Asrama) sudah tidak begitu dihiraukan lagi. Sehingga tindakan-tindakan tidak berpendidikan dari warga setempat tidak mendapatkan punishment yang tegas. Contohnya saja ketika terjadi perkelahian antara anak-anak, hmm.. kebanyakan para orangtuanya yang akhirnya ikutan berkelahi. Apalagi ditambah dengan perbuatan bejat beberapa oknum disana seperti berjudi, minum-minuman keras, saya rasa effect dari perilaku yang tidak sehat ini akan menyebabkan lingkungan sosial yang tidak sehat juga dan akar permasalahannya adalah kepedulian satu sama lain memang tidak ada.
Bila hal ini dibiarkan begitu saja atau malah dikembangkan sebagai nilai identik dari daerah ini maka kemungkinan akan sulit pula untuk menumbuhkan SDM-SDM yang bisa berkompetisi dengan sehat di dunia luar. Yang menjadi mindset utama hanyalah kepuasan nafsu sesaat doang.
Meskipun kondisi yang jauh lebih buruk dialami oleh daerah-daerah di luar asrama dodik namun besar harapan saya sebenarnya asrama dodik ini dapat menjadi mercusuar yang terang benderang bagi lingkungan sosial di sekitarnya, bukan malah ikutan bergabung bersama orang-orang yang telah melakukan tindakan kurang berpendidikan seperti yang dilakukan oleh orang-orang di sekeliling asrama.
Hal kedua adalah rasa kebersamaan yang makin pudar di penduduk asrama. Padahal yang namanya asrama tuh seharusnya sudah menjadi saudara dekatlah bagi masing-masing tetangga. jadi setiap perselisihan yang terjadi langsung diatasi dengan diskusi dan kalaupun diskusi itu berlangsung alot maka selesaikanlah dengan bersikap dewasa jangan langsung main hajar saja karena di asrama itu masih ada pemimpinnya yang seharusnya mempunyai hak dan kewajiban untuk menyelesaikan setiap permasalahan yang ada.
Sekali lagi saya tegaskan bahwa karakter masyarakat yang sudah terbiasa melakukan tindakan tidak sehat maka akan menumbuhkan kondisi lingkungan sosial yang tidak baik pula sehingga saran saya untuk para keluarga yang akan berencana untuk menempati suatu lingkungan masyarakat tertentu sebaiknya dianalisis terlebih dahulu kondisi lingkungan masyarakat sekitar anda, bila memang baik maka tidak ada rasa khawatir kan. Namun, bila kondisinya sedang kacau baik dari segi psikis dan karakter masing2 individu di daerah tersebut maka sebaiknya pilihlah tempat yang lain atau tetap di tempat tersebut dengan catatan membatasi setiap pergaulan yang nantinya mungkin dapat merusak perkembangan anak anda

Tentang andihendra

Andi hendra paluseri adalah perantau asal medan yang menyelesaikan pendidikannya S1 di ITB jurusan teknik elektro (Tenaga Listrik).
Pos ini dipublikasikan di asrama dodik medan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s