Kemana orang cerdas di sekitarku saat SD dulu??


Orang cerdas yang pertama kali kukenal sejak bangku SD adalah Dodi (g tau nama panjangnya), ni orang jawara SD bisa dibilang karena dari awal sampai akhir ni orang juara satu mulu. Kemudian saat kelas 4 sd memutuskan untuk pindah sekolah ke sd sebelahnya. Yupz hanya berjarak 5 meter dari sekolah yang lama. Alasan utamanya karena aku paling sulit untuk sekolah siang waktu itu. Orang cerdas yang kutemui lagi adalah Teddy Lancar Turnip yang akan terus bersama sampai kelas 3 SMP. G tau kenapa fenomena teman-teman cerdas saat sekolah dasar akhirnya pudar kedepannya.

Kelihatannya, sense mereka akan pendidikan makin berkurang padahal jika mengenang nostalgia masa SD pastinya banyak teman-teman yang pesimis untuk bisa berkompetisi dengan mereka di kemudian hari. Hal ini bukan hanya terjadi pada temanku Dodi ataupun Teddy saja , namun terjadi pada sebagian teman yang pernah bersaing saat SD. Hal apa yang membuat mereka kurang berprestasi saat melanjut ke SMP bahkan sampai ada teman sebangku waktu SD yang lumayan pintar namun harus tinggal kelas saat SMP.
Fenomena semacam ini mungkin terjadi juga di sekitar Anda. Apakah karena kejenuhan karena terus berprestasi menjadi penyebabnya? ataukah perasaan ‘tak tertandingi’ ada di benak mereka sehingga mudah untuk disalip dan disaingi?

Aneh juga melihat perkembangan seorang manusia yang akhirnya harus parabolik seperti itu. Padahal kalo bisa perkembangan diri itu minimal grafik linier y=mX lah (m>0). Nah, jika teman bermasalah juga seperti yang mereka alami saran saya sih untuk mencegah penurunan grafik parabolik saat telah mencapai titik puncak adalah sekali-sekali mengenang nostalgia saat kesuksesan tersebut pernah diraih sehingga saat mengalami kejenuhan, delay untuk bangkit kembali tidak memakan waktu yang lama.

Kemudian, renungi penyebab kejenuhan/kemunduran tersebut dan yakinkan diri anda untuk tidak akan terjerumus kembali ke hal yang sama. Ketiga naikkan visi misi hidup anda untuk selalu bersaing dengan orang cerdas di tempat anda sedang berkompetisi, janganlah terlalu puas bila hanya mendapat posisi tengah ataupun orang-orang yang kurang dipandang. Yah, hal semacam ini perlu selalu Anda lakukan untuk naik ke tingkat persaingan berikutnya yang pastinya jauh lebih rumit dan sulit

Tentang andihendra

Andi hendra paluseri adalah perantau asal medan yang menyelesaikan pendidikannya S1 di ITB jurusan teknik elektro (Tenaga Listrik).
Pos ini dipublikasikan di SD Negeri 066047 & 064021 Medan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s