Istri Idaman


Berawal dari aktivitas belanjaku tadi pagi di lapangan Gasibu, Bandung, ketika melihat sebuah keluarga yang kuperkirakan tidaklah begitu berkecukupan, melihat dari kondisi pakaian yang mereka pakai. Aku melihat bagaimana kepala keluarganya mencoba untuk mengikuti permainan memasukkan gelang ke dalam botol minuman dengan syarat harus membayar 500 rupiah untuk satu kali permainan dengan hadiah rokok dan minuman kaleng jika berhasil memasukkannya.
Sang kepala keluarga tersebut sangat begitu terobsesi dengan hadiah rokok yang dijanjikan dari permainan tersebut. Sampai-sampai membujuk istrinya untuk memberikan uangnya untuk melanjutkan permainan tersebut. Aku sebenarnya juga ikutan permainan tersebut meski hanya sekali. Melihat sang suaminya mendesaknya untuk memberikan uang sang istri dengan ikhlasnya merelakan uang untuk dimainkan dalam permainan tadi. [sebenarnya permainan tersebut ada unsur judi menurutku, tp niatku dari awal memang hanya untuk bermain doang dan itupun hanya sekali].
Akupun langsung merenung, bagaimana nasib keluargaku nanti jika aku mendapatkan jodoh seorang istri yang tidak bisa menasehatiku saat aku sedang melalui jalan yang salah. Sama kasusnya seperti kasus keluarga tadi. Keluarga yang ingin kubangun bukan hanya keluarga yang saling mencintai saja namun juga keluarga yang diberkahi. Keluarga yang diberkahi pasti akan diturunkan mahabah yang luar biasa diantara keluarga tersebut yang mengarah kepada Cinta kepada Allah. yang terjadi dalam kasus diatas adalah rasa takut/penurut seorang istri pada suaminya bukanlah rasa cinta. Karena seseorang yang mencintai pastinya tidak ingin orang yang dicintainya tersebut jatuh kepada jalan yang salah. Seperti cintaku kepada seseorang haha… sudahlah.
Ada baiknya seseorang baik ce maupun co memiliki standar yang cukup baik dalam unsur pengetahuan agamanya, baik itu standar bagi dirinya sendiri ataupun jodohnya tersebut.. yah, kita [kaum muslim] pasti taulah firman Allah yang menyatakan bahwa wanita yang baik itu jodohnya pria yang baik. Jadi jangan berharap memiliki pendamping hidup yang baik bila kita sendiri masih belum memperbaiki diri menjadi lebih baik. Dengan adanya standar tersebut, kita jadi lebih tergerak untuk melakukan percepatan diri.
Standar yang mungkin aku terapkan untuk calon pendamping hidupku adalah :
1. Baik akhlaknya dalam hal berperangai, agak ilfeel kalo ngeliat wanita tidak bisa mengendalikan lisannya
2. Memiliki pedagogik yang baik, untuk urusan yang ini aku g akan mengambil risiko dengan menikahi wanita yang berpendidikan buruk [maksud dari pendidikan buruk bukan berarti pendidikan rendah namun lebih dimaksudkan kepada orang yang tidak bisa menerapkan pendidikan yang baik dalam berteman maupun berumah tangga], mungkin akan lebih baik jika aku menikahi wanita intelektual yang berasal dari kalangan pesantren, psikolog ataupun dokter
3. Memiliki kestabilan emosi yang cukup tinggi, karena para suami biasanya sangat sensitif bila dinasehati oleh istrinya, jadi jika nanti aku melakukan kesalahan, sang pendamping hidupku nanti dapat menasehatiku dengan penuh kesabaran.
4. Memiliki tingkat manajemen keuangan yang baik, untuk hal yang satu ini sangat-sangat aku tekankan banget soalnya dengan tingkat keborosan yang aku miliki amat sangatlah kuhindari untuk mendapatkan calon istri yang tidak bisa memanajemen gaji yang aku berikan.

Tentang andihendra

Andi hendra paluseri adalah perantau asal medan yang menyelesaikan pendidikannya S1 di ITB jurusan teknik elektro (Tenaga Listrik).
Pos ini dipublikasikan di kisah hidupku. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s