Cemburu


tulisan ini bersumber dari blog mbak hernita,[setelah mendapatkan izin dari mbak hernita sari a.k.a bikpici ] inget yah, bikpici itu bukan singkatan dari bibik picik hehehe.., bukan! salah sekali bila anda menyangka seperti itu (sebenarnya saya juga menyangka seperti itu dulu hihi…, peace mbak nita). Ok, kalo begitu langsung saja kita simak tulisan berikut ini. ‘Dengan pengubahan seperlunya dan seenaknya….’

:;

yap! cemburu emang bikin sesak. Tapi saya tidak akan mengulas cemburu dg pujaan yg ada di hati, melainkan cemburu dg Sahabat sendiri. menarik u/ diulas krn bbrp hari lalu ada seorang teman yg curcol,

aku kok iri banget yah klo dia itu deket nya sama si X, pdhal aku temen dia sejak kecil, tp kalo dia dah jalan sm X, kok aku kayak ga dianggep

oke, kita mulai dari statemen itu.

saya juga pernah cemburu dg sahabat sendiri. alhamdulillah bukan cemburu aka iri yg sampe buat saya harus ga teguran dg dia. sejauh ini saya banyak belajar bagaimana dia (sahabat saya,-red) memperlakukan diri saya saat saya sdg sibuk dg teman2, dan ga sengaja nyuekin dia yg dah bela2in dateng u/ jemput saat itu. subhnAllah punya sahabat seperti itu..

finally saya belajar bagaimana ikhlas memberi tanpa harus berharap menerima hal yg sama.

jgn bilang kita selalu se-iya sekata. adu argumen sering banget. tapi itu lah bikin persahabatan saya langgeng, ada saat dia begitu setia mendengarkan, dan ada kala saya pun setia menerima keluh kesah dia, pdhal dlm hati pun sedang ingin menumpahkan semuanya. tapi ketika melihat keningnya berkerut, nafasnya berat dan air muka nya murung, semua beban pribadi yg saya pikul serasa ga ada artinya. dg kata lain, saya harus menolong dia terlebih dahulu, kemudian baru saya akan menolong diri saya sendiri. apa segitu ekstrimnya menjalin persahabatan? :) saya rasa tidak! tergantung bagaimana saudara mendefinisikan arti sahabat di hati masing2.

awalnya, saya sering kali cemburu kalau dia terlihat sibuk dg teman2nya, walau dia berpesan. “tunggu disini bentar yah, aku ada rapat, bentaaar aja”. pdhal pas pergi bareng ke situ, ga bilang mau rapat. alhasil aku nungguin di pojokan sambil ngeliat dia rapat dg teman2nya. ya ya ya.. saat emosi memenuhi hati yg ada cuma dumelan aka gerutuan. “gimana sih, kata nya kesini cuma mo ngambil barang, kok malah rapat!”, hari itu Allah mengajari saya tentang satu hal, seolah DIA berkata..

lihatlah wahai Andi, teman mu sedang mengembangkan potensi dirinya agar bermanfaat u/ orang lain, lihatlah dg hati mu, betapa dia serius mengeluarkan pendapatnya u/ perbaikan semua, lihatlah betapa ia letih memikirkan masalah umat. betapa bersyukurnya dirimu mempunyai sahabat seperti dirinya, seberapa sering dia berkata kasar pada dirimu? bukankah engkau pun sulit mengingatnya? krn betapa halus tutur katanya. coba ingat kapan dia bermuka masam pada dirimu? akankah ada dlm memory mu? pun saat dia sedang ada masalah di tempat kerja pun, dia tetap tersenyum menyambut kedatangan mu u/ berbagi kesah. akan kah kau bisa menghitung hari, berapa hari lagi kau punya kesempatan u/ terus bersama diri nya? syukurilah, agar ia pun bisa bersyukur memiliki sahabat seperti mu..

seketika itupun saya memandangi sahabat saya itu dg penuh cinta.. bahagianya memiliki sahabat yg selalu mengerti, tanpa judgment meskipun saya melakukan kesalahan yg tidak pernah terbayangkan olehnya sekalipun. subhnAllah..

melihat sahabat tumbuh, berkembang dg kemampuannya, memanfaatkan potensinya u/ kepentingan orang banyak, adalah kenikmatan tersendiri bagi saya, walau harus kehilangan waktu bersama nya, walau harus kehilangan momen2 indah menikmati sunset seperti dulu, tapi saya bahagia melihat dia terus maju ke depan..

cemburu itu lumrah, tapi jgn jadikan cemburu sebagai benalu dalam persahabatan. krn persahabatan yg hakiki adalah bahagia melihat ia berkembang, bahagia merasakan bahagianya, bahagia membantunya menggapai masa depan, bahagia menolongnya memecah kesulitan, bahagia bersimbah peluh bersama u/ menjadi yg terbaik bagi diri sendiri, keluarga dan orang lain.

iri melihat teman berhasil, punya kerja mapan, uang banyak, tampan, penuh fasilitas, hapalannya banyak, punya kalung emas seberat 1kg (lol) *gimana bawa lehernya tuh klo kalungnya aja 1kg* =)) udah ga jaman iri irian begitu, justru bikin hati sesek, klo emg beneran ngerasain itu, tandanya bukan sahabatan! bersahabat ga kayak gitu kok. memperlakukan sahabat itu sejatinya sama kayak kita memperlakukan diri kita sendiri. klo ada yg jahat sama sahabatnya, yaaa berarti, dia pun memperlakukan dirinya begitu, dzolim sm diri sendiri. na’udzubillah..

kalau ingin melihat diri kita, lihatlah sahabat terdekat kita :) jadi kalo sahabat kita jarang mandi, berarti kitanya yaa ga beda2 jauh dari itu. wahahhaha.. *menertawakan diri sendiri*

bersahabatlah dg cemburu, krn cemburu itu akan membawa kita pd kebaikan klo saja dimenej dg hati yg ikhlas dan prasangka yg baik. jika cemburu melihat hapalan sahabat 10 juz, kita harus termotivasi u/ bisa barengan muroja’a, curhat2, sapa tau dpt tips nya dia kok bisa ngapal 10 juz. bertuah kan?

jgn ada lagi yg ga teguran sm sahabatnya yah, 3 hari ga teguran tuh dah dosa lho :)

Tentang andihendra

Andi hendra paluseri adalah perantau asal medan yang menyelesaikan pendidikannya S1 di ITB jurusan teknik elektro (Tenaga Listrik).
Pos ini dipublikasikan di Muslim in Reality. Tandai permalink.

3 Balasan ke Cemburu

  1. Youngky berkata:

    wah, saya jadi merasa perlu mencari teman2 yang agamanya baik, biar ikut terbawa juga 🙂

  2. Asop berkata:

    Gak teguran…. rasanya saya belom pernah mengalaminya… kalo sama teman. 😆

    • Khomsatun berkata:

      ahh liat muka anak2 itu pada seneng & sngaamt bgt ya. senyum2 polos yg bahagia. aku baru tau kl ada komunitas sahabat anak mangga dua. thanks for sharing kak Diana! 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s