Jangan sampai menjadi Ar-Rajjal bin Unfuwah


Siapa itu Ar-Rajjal bin Unfuwah?

Nama diatas mungkin jarang kita(termasuk saya) dengar. Ar-Rajjal bin Unfuwah setidaknya merupakan mantan sahabat Nabi dan seseorang yang berilmu (mengerti benar tentang definisi Ad-Dien). Ar-Rajjal bin Unfuwah merupakan orang yang menyertai Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam dan belajar Islam kepada beliau. Lalu, beliau mengutusnya sebagai pengajar kepada penduduk Yamamah, kaumnya Musailamah Al-Kadzab (Nabi palsu = mengaku dirinya nabi).

Setelah itu dia murtad dan bersaksi bahwa Musailamah menjadi sekutu Nabi dalam kerasulan. Orang – orang pun percaya kepadanya, mereka mengikuti Musailamah karena percaya kepada Ar-Rajjal. Namun, hal ini tidak menghalangi para sahabat untuk mengkafirkan dan memerangi mereka.

Ath-Thabari menyebutkan ceritanya dalam kitab “Tarikh”-nya, dia berkata, “As-Sarri menuliskan surat kepadaku dari Syu’aib, dari Sa’if, dari Thalhah bin A’lam, dari Ubaid bin Umair, dari Utsal Al-Hanafi –dia bersama Tsumamah bin Utsal-, dia berkata, Musailamah merayu dan merangkul setiap orang; dia tidak peduli dengan orang yang melihatnya berbuat jelek, dan bersamanya Ar-Rajjal bin Unfuwah. Dia (Ar-Rajjal bin Unfuwah) telah berhijrah kepada Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam, membaca Al-Quran dan memahami dien. Maka, Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam mengutusnya sebagai pengajar penduduk Yamamah, supaya mereka menentang Musailamah dan bersikap keras terhadap urusan umat Islam.

 

Namun, Ar-Rajjal (malah) menjadi fitnah yang lebih besar bagi Bani Hanifah daripada Musailmah. Dia bersaksi bahwa dia mendengar Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam mengatakan, Dia (Musailamah) bersekutu dengannya (Nabi). Mereka pun mempercayai Ar-Rajjal dan merespon apa yang dikatakannya. Kemudian mereka menyuruhnya untuk menulis surat kepada Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam dan mereka berjanji jika beliau tidak menerima (isinya), mereka akan membantu melawan Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam.

Ath-Thabari juga berkata, “As-Sarri menulis surat kepadaku, dan menuturkan bahwa telah bercerita kepada kami Syu’aib dan Sa’if, dari Thalhah, dari Ikramah, dari Abu Hurairah; dan Abdullah bin Sa’id dari Abu Sa’id, dari Abu Hurairah, dia berkata, ‘Dahulu Abu Bakr diutus kepada Ar-Rajjal. Lalu dia mendatangi menyampaikan wasiatnya kepadanya. Kemudian Ar-Rajjal diutus kepada penduduk Yamamah dan dia melihat bahwa Ar-Rajjal jujur ketika menjawab.’

Abu Hurairah berkata, ‘Dahulu aku duduk bersama Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam dengan sekelompok orang, ketika itu Ar-Rajjal bin Unfuwah bersama kami. Beliau Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda, ‘Sesungguhnya, di antara kalian ada yang gigi gerahamnya, dineraka, lebih besar dibandingkan gunung Uhud.’ Kemudian mereka yang berada di majelis itu telah meninggal, tinggallah aku dan Ar-Rajjal. Aku khawatir dengan sabda Nabi tersebut. Hingga akhirnya Ar-Rajjal keluar bersama Musailamah. Dia bersaksi bahwa Musailamah itu Nabi. Maka, fitnah yang dilakukan Ar-Rajjal lebih besar daripada fitnah Musailmah. Lalu Abu Bakar mengutus Khalid kepada mereka.

Wujud Ar-Rajjal sekarang sudah nge-top di masyarakat. Mereka dikenal sebagai ‘ulama’ dan membantu menguatkan ‘Dien Kufur’ seolah-olah Dien Kufur tersebut diridhoi Allah. Masyarakatpun menjadi semakin percaya untuk menjaga dan menguatkan Dien Kufur tersebut.

Ya Allah, lindungi hamba dari sosok Dajjal dan sosok Rajjal di masa kini.

Tentang andihendra

Andi hendra paluseri adalah perantau asal medan yang menyelesaikan pendidikannya S1 di ITB jurusan teknik elektro (Tenaga Listrik).
Pos ini dipublikasikan di Muslim in Reality. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s