Berjalan di Tempatkah TOKEMA dan KBL?


Inovasi

Inovasi

dan Inovasi

ini yang selalu diagung-agungkan oleh beberapa orang dalam menilai kedua divisi yang sudah tua diatas.

Namun, dengan inovasi yang beberapa lama dilakukan, katakanlah jualan malem, stand pasar seni, charity friday, beasiswa makan, Delivery Service (yang lagi hot-hotnya), KBL CWC, Culinary Class dsb. Apa pengaruh signifikan untuk perkembangan KBL, saya rasa sedikit. Okelah bisa menjadi substitusi bayaran ke Rektorat, tapi ini masih tidak signifikan, hanya survive bukan develop.

Lantas, mengapa tidak develop?

KARENA TIDAK DILAKUKAN

Kenapa tidak dilakukan?

Dana tidak disiapkan, dana tidak ada, dana sedang kekurangan

What the Old Song….

Lagu lama yang memang belum dituntaskan sampai sekarang,

 

2 bulan lalu, saya merencanakan program 30-70,

maksudnya 30% hasil KBL tiap bulan (mungkin TOKEMA juga bisa menggunakan cara yang sama) disimpan untuk keperluan persiapan bisnis diluar, peminjaman karyawan (jadi alangkah baiknya bila karyawan diberi kesempatan untuk berhutang di awal tahun, agar di akhir tahun semua utang sudah lunas, ini pernah dijalankan beberapa tahun sebelumnya sehingga masalah2 utang yang ada seperti tahun lalu tidak terjadi lagi).

Siapa yang menjalani?

Terutama untuk mereka yang sudah merasakan pengalaman di kedua dunia usaha di KOKESMA, kenapa? karena minimal sudah mempunyai dasar paradigma tentang usahanya. Kalau dari luar divisi tersebut sifatnya membantu. Tapi alangkah baiknya bila ini dikerjakan se-tim (dibuat tim). Jangan diserahkan ke RnD, biar RnD develop usaha yang lain.

Bagaimana caranya?

minimal ada 1 penanggung jawab di divisi tersebut untuk menuntaskannya, bisa saja ini menjadi tugas utama sepanjang tahun salah satu staf, karena perlu persiapan yang lama tentunya. Tim WKG 1 yang saya bentuk sejak Maret tahun lalu mungkin belum berbuat apa-apa, tapi setidaknya mereka telah berfikir. Tim WKG 2, untuk menyusul ketertinggalanpun memang sama sekali belum berbuat apa-apa karena tugas2 tambahan yang telah saya berikan. Tapi setidaknya, saya sudah menanamkan tugas2 utama kepada mereka. Untuk KBL sendiri, Tim WKG 1 itu Rama, Wahyu, Annisa, dan Gaby, kedepannya saya berpesan kepada cakadiv (siapapun kadiv KBL) untuk mengikuti saran yang saya susun berdasarkan pengalaman 3 tahun di KBL ini. Terutama masalah pengembangan beserta Blueprint yang telah saya jelaskan kepada semua pihak di Karyawan, Staf Senior dan Staf Junior

Tentang andihendra

Andi hendra paluseri adalah perantau asal medan yang menyelesaikan pendidikannya S1 di ITB jurusan teknik elektro (Tenaga Listrik).
Pos ini dipublikasikan di Koperasi Kesejahteraan Mahasiswa / KOKESMA-ITB. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s