Gunung ‘Danau Toba’ terakhir Meletus 70.000 tahun Lalu


unung Toba memilki panjang 100 kilometer dan lebarnya 30 kilometer, dikelilingi oleh batu apung peninggalan dari letusan gunung.

Danau Toba merupakan kaldera yang terbentuk akibat meletusnya Gunung Toba sekitar tiga kali. Yang pertama terjadi 840 juta tahun lalu dan yang terakhir 74.000 tahun lalu. Bagian yang terlempar akibat letusan itu mencapai luas 100 km x 30 km persegi. Daerah yang tersisa kemudian membentuk kaldera. Di tengahnya kemudian muncul Pulau Samosir. Bekas kawahnya kini menjadi Danau Toba di Sumatra Utara. Akibat letusannya 74.000 tahun yang lalu ini mengakibatkan dunia mengalami musim dingin vulkanis terdahsyat pasca seribu tahun abad es. Kala itu, langit tertutup debu selama lebih kurang enam tahun.

Itu memang benar-benar terjadi yaitu HIDUP TANPA MATAHARI SELAMA 6 TAHUN!

Gunung Toba melepaskan energi 1.000 megaton TNT atau 50 ribu kali lipat ledakan bom Hiroshima dan menyemburkan tephra 2.800 km kubik berupa ignimbrit, yakni batuan beku sangat asam yang memang menjadi ciri khas bagi letusan-letusan besar. 800 km kubik tephra diantaranya dihembuskan ke atmosfer sebagai debu vulkanis, yang kemudian terbang mengarah ke barat akibat pengaruh rotasi Bumi sebelum kemudian turun mengendap sebagai hujan abu. Abu ini bahkan bisa ditemukan di India yaitu 3000 KM dari pusat letusan.

Peristiwa ini juga mengakibatkan terjadinya perubahan iklim bumi pada seribu tahun kemudian dan mengakibatkan gagal panen, dan bencana kelaparan serta kematian. Ada yang memperkirakan penduduk bumi saat itu TERSISA hanya sekitar 40.000 orang saja.

Gunung Api Toba yang terbentuk ratusan juta tahun silam ternyata meletus tak hanya sekali. Beberapa peneliti menemukan bahwa gunung itu telah meletus sebanyak tiga kali dan berubah menjadi danau raksasa, panjangnya 100 kilometer dan lebarnya 30 kilometer, membentang di jantung Pulau Sumatera.

Letusan pertama terjadi 840 juta tahun lalu yang menghasilkan kaldera di selatan Danau Toba, meliputi daerah Parapat dan Porsea. Letusan kedua yang memiliki kekuatan lebih kecil, terjadi 500 juta tahun lalu dan membentuk kaldera di utara danau, di daerah antara Silalahi dengan Haranggaol.

Letusan ketiga merupakan yang terdahsyat. Letusan yang terjadi antara 71.000 sampai 74.000 tahun lalu itu menyempurnakan bentuk kaldera menjadi wujud Danau Toba dan Pulau Samosir sekarang.

Letusan terakhir ini pulalah yang dampaknya paling dirasakan manusia. Jumlah material letusan yang dikeluarkan Gunung Toba mencapai 3.000 kilometer kubik. Jumlah ini adalah 3.000 kali letusan Gunung St Helena pada 1980.

Akankah gunung yang sudah berubah menjadi danau itu meletus kembali dengan kekuatan yang setara seperti prediksi Profesor Ray Cas dari School of Geoscience, Universitas Monash, Australia, beberapa waktu lalu?

Surono, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Badan Geologi Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral, mengatakan, kaldera Danau Toba tidak termasuk gunung aktif lagi, meski sejumlah aktivitas seismik sempat terpantau di sana.

Gunung Pusuk Buhit yang berada dekat danau itu memang mengeluarkan asap solfatara di puncaknya. Menurut Surono, gunung itu diklasifikasikan sebagai Gunung Api Tipe C dan tidak ada hubunagnnya dengan Gunung Api Toba. “Saya lebih percaya (Pusuk Bukit) terjadi karena aktifitas sesar saja, tidak ada hubungannya dengan magmatik Danau Toba,” katanya kepada Tempo pada akhir pekan lalu.

Kemarin giliran Profesor Ray Cas dari Shool of Geosciences di Monash University yang bicara. Katanya, Indonesia beresiko mengalami letusan super luar biasa dan dan teramat maha-dahsyat yang bakal menumbangkan rekor gempa Desember lalu di Aceh dan Senin lalu di Nias. Dan yang akan meletus adalah… Danau Toba… salah satu gunung berapi terbesar di dunia.

Toba, kata Cas, terakhir kali meletus sekitar 73 ribu tahun silam. Letusannya amat luar biasa sehingga mengubah iklim dunia saat itu. ”Letusannya mengibatkan hujan debu dan batu hingga 1.000 kubik kilometer ke atmosfir. Akibatnya, sinar matahari jadi terhalang masuk ke bumi dan menyebabkan bumi seolah kembali ke zaman es,” kata pak profesor Cas.

”Letusann ya hanya bisa ditandingin oleh asteroid raksasa yang menghantam bumi,” tambah cas, seolah mengingatkan kita pada film Armagedon yang dibintangi Bruce Willis.

Toba bisa begitu karena, sama seperti sudah dibilang Profesor Mac Clousky ketika bicara akan datangnya gempa yang membela dua Banda Aceh, karena di bawahnya ada jalur patahan gempa yang berwujud seperti garis tengah Sumatera.

Kapan letusan maha dahsyat itu bakal terjadi? ”Yang pasti, ia akan terjadi. Mungkin kurang dari 50 tahun, atau mungkin 1.000 tahun lagi. Pokoknya, ia akan meletus,” sahut Cas.

Bukan hanya Toba, di negara lain pun bibit-bibit gunung berapi raksasa sudah banyak ditemukan. Mulai dari Itali, Amerika Selatan, Amerika Serikat, sampai Selandia Baru. Saat ini yang sudah matang dan siap beraksi adalah Gunung Taupo di Selandia Baru.

”Taupo punya siklus letusan 2.000 tahun sekali, dan tepat 2.000 tahun yang lalu ia sudah meletus,” kata Cas, mengisyaratkan Gunung Taupo bakal meletus dahsyat tahun ini juga.

Letusan aneka gunung berapi itu, lanjut Cas, bisa menewaskan ratusan ribu dan bahkan mungkin juta orang. Juga ia akan membawa dampak serius bagi iklam, cuaca, dan produksi pangan.

‘Sayang nya, kata Cas, ”gunung-gunung yang berpotensi meletus itu sekarang justru tidak di monitor dengan serius atau selayaknya. Kita mestinya belar dari pengalaman buruk gempa dan tsunami di Aceh,” tandas Cas.


Tentang andihendra

Andi hendra paluseri adalah perantau asal medan yang menyelesaikan pendidikannya S1 di ITB jurusan teknik elektro (Tenaga Listrik).
Pos ini dipublikasikan di pengalaman di ITB. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s