Rekomendasi Rancangan untuk KBL Generasi 2011 (3)


[bidang Eksternal]

Adapun untuk manajer/staf yang membantu, deskripsinya sebagai berikut :

1. Manajer Pengembangan dan Pelayanan (PP), Rama MA 09

Berawal dari keinginan KOKESMA, dalam hal ini KBL tentunya untuk berkembang, maka dibuatlah manajer pengembangan. Sebenarnya usaha kearah sini telah dilakukan sejak kepengurusan 2010 namun karena hanya menjadi tugas besar maganger sehingga pekerjaannya tidak begitu fokus dilakukan. Nah, untuk itulah KBL kedepannya diharapkan mampu melesat dan berkembang. Apalagi umurnya(Kantin Pusat&KBL-red.) yang sudah lebih dari 30 tahun seharusnya sudah mampu menjadi bisnis raksasa yang layak dibanggakan. Sekali lagi, disini tanpa menafikan adanya kelembagaan koperasi mahasiswa. Bukankah koperasi juga dibangun dengan semangat ingin maju?. Ok, kembali lagi ke tugas manajer pengembangan dan pelayanan. Adapun tugasnya kedepan adalah sebagai berikut :

– Pembuatan Mading/remake mading (masuk dalam pelayanan) yang akan digunakan untuk promosi dan publikasi di KBL

– Membuat Perpus KBL, isinya berupa buku2 masakan dan bisnis makanan yang nantinya akan digunakan oleh semua pengurus dan maganger untuk enhancing their knowlodge in culiner.

– Bersama-sama dengan personalia, mengatur proses pelayanan penjualan yang baik dimana dalam hal ini yang dilakukan adalah membagi tugas karyawan agar lebih efektif.

– Feedback Customer Service, Sebagai tempat pengumpul data pelayanan dari pihak konsumen bisa berupa sms, email, ataupun media lain yang nantinya akan dibuat balasan berupa mading atau apapun

– Membuat web Kantin Barat Laut dan Warung Koki Ganesha, disini yang dimasukkan bukan hanya jenis penjualan KBL namun juga hal-hal yang berupa pelayanan, info2 terkini dan sebagainya [untuk konten promosi, kerjasama dengan manajer PPP]

– WARUNG KOKI GANESHA, Membuat wahana penjualan KBL yang baru. Salah satu masalah adalah sumber dana sehingga tolong diingatkan kepada semuanya bahwa SHU KBL perbulan 30% difokuskan untuk pembuatan usaha baru ini.

– Buku Menu KBL, disini sudah dilakukan oleh salah satu maganger KOKESMA sehingga kedepannya tinggal merealisasikan. Bukunya berisi Menu,Harga dan Gambar beberapa menu andalan.

– Usaha Kuliner Luar yang Lain *

*kalau ada waktu.

2. Manajer Marketing dan Penjualan, Fafa TM09

Apa bedanya marketing dengan promosi dan publikasi? disini marketing sudah langsung berkomunikasi tatap muka dengan pihak konsumen. Dengan kata lain, marketinglah yang nantinya sebagai pihak yang berhubungan dengan relasi dan kolega2 lainnya. Adapun tugasnya sebagai berikut :

– Delivery Service, diharapkan kedepannya delivery service menjadi sarana marketing KBL yang mampu menyuplai keuntungan yang cukup besar. Dengan memperbaiki sistem DS, tentang bagaimana sistem penjualan efektif, menu yang layak di DS, saya yakin DS akan semakin maju. Saran saya, buat box DS dan kotak antarnya sekalian biar terkesan profesional.

– Jualan Malam KBL, disini yang akan dilakukan adalah mulai mem-profesional-kan jenis penjualan ini. Caranya adalah dengan mengevaluasi jenis makanan dan minuman yang dijual, pembagian tugas karyawan dan penghitungan gaji jualan karyawan

– Katering KBL, sebenarnya karyawan juga mempunyai tugas untuk melayani katering. Apabila jam kerja, mereka tidak dibayar namun bila tidak jam kerja maka pembagiannya 50%:3%:7%:40% (50% untuk karyawan yang bekerja,3% untuk pengurus yang mendapatkan/perantara orderan katering, 7% untuk simpanan pengurus KBL, 40% diserahkan ke pusat). Nilai ini tidak berlaku apabila yang melakukan orderan adalah pusat/acara2 KOKESMA.

– Margin Harga, ini adalah tugas yang sangat serius karena menentukan besar keuntungan yang akan didapat. Ilmu ini sebenarnya memang lebih subjektif namun dengan beberapa standard yang diberlakukan diharapkan prediksinya tidak begitu meleset. Yang namanya harga, jarang ada yang turun. Kalaupun bahan baku turun namun tidak begitu signifikan, harganya jangan dikurangi. Perlu diperhatikan, bila terjadi promo paketan, baik berupa paket harian ataupun paket bulanan, maka margin hargapun harus turut dilakukan.

– Paket Ramadhan KBL, ini yang sudah umum dilakukan. Datanya tinggal minta dengan pengurus sebelumnya. Kalau bisa lakukan improvisasi menu yah dek.

– Paket Sabtu KBL, hari sabtu sebenarnya cukup prospektif bila dilakukan. Namun, karena tidak ada karyawan yang mau mengadakannya, sebaiknya hal ini dijalankan oleh pengurus, lumayan, kalo tiap botolan saja, keuntungan yang diberikan 400 rupiah. Kalau kejual 500 botol, kalian sudah mendapatkan 200ribu. itu masih botolan, belum lagi menu makanan yang lain. Nah, disini yang bertanggung jawab adalah manajer Marketing dan Penjualan. Maksudnya bertanggung jawab dalam membagi tugas ke pengurus2 kantin.

3. Manajer Event, Mimi AR09

Kenapa event harus dibuat divisi sendiri? disini saya ingin menunjukkan bahwa KBL bukan bisnis konvensional yang bertahan dalam kondisi nyaman [meskipun sekarang tidak ada kondisi nyaman yang dirasakannya]. KBL harus mampu menunjukkan taringnya [eksistensi-red]. Adapun tugas2nya sebagai berikut:

– Culinary Class, Adapun materi menunya disusun oleh manajer menu, sehingga manajer eventlah yang bekerja untuk menjalankan tugas ini. Jangan lupa publikasi acara yang lebih baik yah [ini masuk ke manajer PPP]

– Stand2 Jualan Makanan, 2011 akan dilakukan festival makanan di ganyang dll. Kalau bisa dan memungkinkan sebaiknya stand KBL ada. Manajer ybs dapat belajar dari pengalaman kemarin di STAND PASAR SENI. Pembagian royalti ke karyawan harus jelas dan pencatat keuangan/pemegang uang kalau bisa jangan berganti. Jangan lupa dicatat jadwal2 event kuliner di sekitar Bandung. kalau bisa eksis di tiap kampus, kenapa enggak?

– Lomba Masak, saya agak desperate dengan rencana saya kemarin. Namun, ini tetap menjadi penyemangat buat kalian. Adapun kepengurusan 2011, katanya mendukung acara ini untuk dilakukan di 2011. Kamu sebagai PJ-nya.

– Seminar2 Makanan/bisnis makanan, ini digunakan untuk substitusi bayaran KBL ke rektorat. Seminarnya bisa berupa seminar makanan higienis, seminar bisnis kuliner dll. Sasarannya bisa berupa masyarakat kampus dan/atau luar kampus.

– Lomba Ide Masakan, jadi di KBL ada semacam media (bisa berupa web ataupun kotak pengumpulan) yang menjadi tempat masuknya Ide menu dari masing2 mahasiswa kampus, yang menunya visible untuk dijual di KBL mungkin dapat dicoba di Culinary Class. Bila visible dijual, maka pencetus ide yang dipilih setiap bulannya akan mendapatkan uang senilai 50rb rupiah. Setiap bulan 1 pencetus, sehingga dalam setahun mungkin ada 7 pencetus ide masakan/minuman.

Tentang andihendra

Andi hendra paluseri adalah perantau asal medan yang menyelesaikan pendidikannya S1 di ITB jurusan teknik elektro (Tenaga Listrik).
Pos ini dipublikasikan di Koperasi Kesejahteraan Mahasiswa / KOKESMA-ITB. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s