Tahun Baru 2011


Sudah cukup lama, saya tidak pernah menghabiskan malam tahun baru bersama sahabat saya yang satu ini, terakhir sekitar 4 tahun yang lalu ketika kami masih memakai baju putih abu-abu. Memang tidak pernah direncanakan sebelumnya. Apalagi sebenarnya dari awal banget, saya malah mengagendakan untuk liburan bersama teman-teman untuk mengelilingi Jawa.

Awalnya, ketika beberapa anak2 Teh Manis merencanakan untuk menghabiskan malam tahun baru di Bandung dan ini membuat si Fadhlan tertarik untuk tahun baruan disini [padahal sebelum-sebelumnya, dia cuma sekali mau datang ke Bandung kalau aku yang minta :A ]. Nah, tiba-tiba hari kamis, dia memberi tahu saya bahwa akan berangkat dari Jakarta pukul 13.30 ke Bandung. Yup, karena ini sepertinya liburan terakhir kami sebelum akhirnya mendapatkan aktivitas baru yaitu bekerja,  lalu saya membuat sebuah agenda liburan yang detail selama dua hari [dan yang terealisasi hanya makan di Niagara dan Berkeliling Tangkuban Parahu].

Saya menjemputnya di X-trans Cihampelas lalu kembali lagi ke asrama KP. Setelah itu bersiap-siap untuk pergi ke Gegerkalong. Nah, sampai disini saya meninggalkannya sebentar karena ada urusan dengan seseorang hehe :S. Sepertinya, emosinya mulai naik dari sini sampai-sampai status facebooknya mengerikan ‘Kalo misalnya batas kesabaran udah lewat, boleh nggak, ya, mukul kepala orang pake botol sampe botol sama kepalanya pecah? 🙂 ‘.

Sehabis makan di Niagara, kami langsung pergi ke Cihampelas Walk. Disitu sudah langsung disuguhi pertunjukan band-band newbie. Dan ada satu band yang saya nilai spesial disitu [haha.. agak sedikit kampungan unik sepertinya]. Dan ketemu dengan bistok, ade prima dan rian. Walhasil, tahun baruan kami lebih semarak dengan bertemu mereka. Jam 12 tepat, kembang api dinyalakan sehingga membuat suasana langit di kota Bandung terang benderang. Setelah itu kami memutuskan pulang.Malamnya, teman saya memberitahukan rencananya untuk pulang sabtu sore, yah seperti biasa, kalo anak ini sudah ingin, sulit untuk dicegah :T.

Keesokan harinya, perjalanan kami dimulai dari menikmati sarapan lontong Uda Pero di Simpang Dago [ini adalah langganan saya untuk sarapan, karena rasa lontongnya yang Sumatera Banget deh.]. Setelah itu, kami baru melakukan perjalanan ke Gunung Tangkuban Parahu.

Saya ingin memperlihatkan indahnya Kota Bandung ke orang Jakarta ini dengan melewati kawasan Punclut sebagai alternatif untuk menuju Tangkuban Parahu. Tetapi, yang terjadi tetap aja kesannya santai, biasa dan tak berekspresi. Padahal saya jamin, dia belum pernah merasakan suasana seperti ini di Jakarta. Melihat seluruh kota Bandung dengan jelas, menikmati udara segar khas kota Lembang, menikmati semilir angin pegunungan yang menyejukkan dsb.

Karena di beberapa tempat ada jalan tanjakan yang cukup terjal, maka untuk yang bagian atas Punclut, saya putuskan dia untuk berjalan [maaf, tapi ini demi keselamatan kita bersama :D]. Dan disitu, seperti biasa, foto2 lagi haha.. (foto2 tidak bisa saya tampilkan karena sekarang modem AHA sudah tidak sekencang dulu hikss…). Lalu perjalanan kami lanjutkan lagi, sebelumnya singgah sebentar ke mesjid di Lembang untuk mengeluarkan apa yang seharusnya dikeluarkan dari perut saya (kebanyakan makan cabe di Uda Pero kayaknya).

Lalu dengan perjalanan yang cukup panjang dan motor pinjeman dari Rizal bro yang sudah tidak begitu kuat, sampailah kami di pintu gerbang Tangkuban Perahu. Dengan membayar tiket 31rb untuk 2orang+1motor, kami masih harus masuk ke dalam sekitar belasan kilometer lagi. Dan parahnya (separah parahnya parah deh..), MACET GILAA didieuy. Tapi dengan semangat 45, kami tetap berupaya menerobos kemacetan ini, untungnya make motor. Dan beberapa belas menit kemudian barulah nyampe di kawah Tangkuban.

Sesampainya disitu, karena melihat Ubi Cilembu yang terkenal karena rasa madunya, nafsu saya untuk membelinya semakin tak terelakkan. Sebelumnya mikir, kalo harganya paling banter 2rb karena hanya kayak gorengan biasa. But, The Price is 4k. oMg, daripada malu mendingan langsung dibeli. Oiya, kalau ke tempat ini, saya selalu ingat dengan penyanyi zaman dulu yang sama-sama asal Bandung dan pernah membuat video clip di tempat ini, 2 penyanyi yang meninggal di tahun yang sama, 1995, dan dimakamkan di tempat yang sama pula, yaitu Nike Ardilla dan Poppy Mercury.

handycam langsung saya arahkan ke Fadhlan, sambil bergantian kami berfoto. Setelah itu, dia mengajak saya untuk menuju kawah Upas. yah, karena saya pernah ke tempat itu, akhirnya memberanikan diri untuk kesana. Setelah disana tetep aja berfoto ria :D. Lalu dengan tanpa ragu, dia mengajak saya untuk mendaki ke bagian Tangkuban yang lain [jujur karena saya belum pernah ke tempat tersebut dan kesannyapun sudah menakutkan, saya tidak begitu berani, namun entahlah dinyana, sahabat itupun sudah bergegas ke depan].

Dengan tergopoh-gopoh dan tersengal-sengal, saya menyusuri jalan tanjakan tersebut, istirahat sesekali sepertinya membuat Pak Fadhlan itu kesal dan gak sabar untuk menuju bagian bukit sana. Sambil istirahat, sambil berfoto hehe..

Dengan hampir terjatuh ke bawah[ini kalau saya tidak begitu sigap, mungkin sekarang sudah tidak bisa menulis di blog ini lagi hehe..], sayapun melanjutkan pendakian ini. Di tengah tebing, saya mencoba berteriak sekeras-kerasnya dan Gaungnya kedengaran hehe.. hore.. Lalu kami lanjutkan keatas, diatas masih foto-foto lagi dan istirahat lagi. Sempat terlihat beberapa anak-anak rohis dari Universitas di Malang dan STT Telkom berkeliaran di tempat itu :D. Lalu akhirnya kami melalui jalan sepi, disitu saya menyuruh mas ton untuk tidak jauh-jauh. Dan marahnya pun tersulut ketika saya ketakutan mendengar suara di balik semak-semak [yah takutlah, ini hutan bener2 udah belantara banget, kalo ada Harimau gimana?].

Alhasil, napas saya terpompa cepat, mungkin karena melihat saya begitu kelelahan akhirnya dia memutuskan untuk istirahat sejenak lagi. Wah, ternyata keringatnya juga mengucur deras.

Tanpa disangka, kami menemukan warung beberapa meter di tempat tersebut, Yah, saudara-saudara, W-A-R-U-N-G. Ada beberapa anak STTTelkom yang berdiskusi hangat dengan penjual disana. Yah, nafas sayapun bisa kembali saya normalkan. Akhirnya jalanan menanjak sudah selesai, sekarang waktunya tinggal jalanan menurun [dan itupun ternyata susah juga]. Sampai di suatu lorong (imajinasi saya mulai muncul kembali, dengan membayangkan bahwa lorong tersebut adalah kandang singa :D), kami mulai berhati-hati. Setelah beberapa kilometer, barulah sampai ke zona datang kawah tersebut.

Saya sebenarnya ingin mengajak dia untuk ke Kebun Teh di daerah Subang namun karena keinginan untuk kembali ke Jakarta sudah kuat, akhirnya saya memutuskan untuk balik ke Bandung dengan terlebih dahulu sholat Zhuhur di Mesjid dekat Cikole tsb. Oiya, sebelumnya sempat terjadi beberapa insiden kecil dan sedang di motor yang hampir membuat saya harus operasi kaki lagi. Sakit banget rasanya.Sampe sekarang lukanya masih ada. Uh, kalau tahu begini gak bakalan saya suruh Mr.fadhlan ini untuk mengendarai motor.

Dengan arah yang sama kami balik ke asrama KP, lalu langsung tidur dan bangun pada jam 16.45. Saat itu, saya dipaksa bangun dengan ‘lagu aneh’ dari HP temen tsb karena jam 17.30 dia harus ke Cihampelas. Akhirnya saya beres2 mandi, sholat dan menghidupkan motor lagi. Sebenarnya agak kasihan, karena rencana awal untuk membeli oleh2 dari Bandung tidak jadi juga kami belum makan dari siang. Sampai di bawah jembatan Surapati yang deket Cihampelas, dia berlari ke pool X-Trans.

Motor pinjemanpun langsung saya kembalikan ke empunya, Rizal Bro. Tak lupa saya singgah di kos2an WIKA (WidyaKelana) untuk ngobrol2 santai tentang TA, cita2 dan asrama, eh asmara [wahaha….]. Malemnya makan di Tubagus Ismail menikmati sea food.

Ok, hanya itu yang bisa saya sampaikan tentang liburan tahun baru kali ini. Semoga kedepannya hidup saya makin disibukkan dengan hal-hal yang bermanfaat.

AMIN

Tentang andihendra

Andi hendra paluseri adalah perantau asal medan yang menyelesaikan pendidikannya S1 di ITB jurusan teknik elektro (Tenaga Listrik).
Pos ini dipublikasikan di pengalaman di ITB. Tandai permalink.

5 Balasan ke Tahun Baru 2011

  1. 70LiN berkata:

    jadi itu ya tempat Poppy
    Mercury bikin video klip..
    Indah…bro..

  2. andihendra berkata:

    ah ternyata g ada di rekaman,
    yang saya tau, ica itu ih cantiknya..

    • vera berkata:

      jiah…
      gubrak..
      aduch.. apa yach nama bandnya..
      penasaran bgt..!!
      pdhl di akhir acr smpt foto brng n’kenalan v lupa euy..!!
      ya sudahlah.. thanks..^_^

  3. andihendra berkata:

    ntar, gw lihat handycam gw dulu hehe..
    untung tadi malem bawa handycam

  4. vera berkata:

    ooww tahun baruan di ciwalk juga
    boleh nanya ga masih inget ga nama band yang unik yang terakhir tampil yang nyanyiin lagu ica apa nama bandnya?
    thanks..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s