Ekskursi Arus Kuat ITB 2011 hari Kedua (11 Januari 2011)


Selasa pagi bangun dengan masih dilanda kegelisahan karena nilai proteksi saat itu belum keluar. Tapi agak reda karena mengetahui nilai Matematika Lanjut dan Komputasi Medan saya lumayan memuaskan hehe.. Badan kala itu masih pegal, efek dari tidur di sofa yang tidak bebas bergerak. Tapi ini masih mendingan, daripada kondisi tragis yang terjadi di 2 kasur yang digabungin dan digunakan bersama-sama oleh Faldi, Yoga, Gede dan Bro. Oh iya, yang lebih mengenaskan adalah kondisi Bung Novi yang tidur di lantai dengan menggunakan alas sajadah. Salut dah buat Menteri Akpro Gamais yang satu ini. Saking cintanya dengan islam, dia gak mau lari dari sajadah, hehe,.

Sehabis sholat, saya mengajak khairul untuk mencari-cari tempat nasi uduk yang rencananya akan dimakan untuk konsumsi besok. Wah, ternyata anak-anak udah ke pantai aja.

Saya juga gak mau kalah, dengan sedikit berpose bebas, taraaaa….



Hehe.., sangat ekspresif sekali sepertinya. Oiya, Akhirnya ketemu dengan sebuah warung makan. Kami memesan 53 Nasi+telur dan 2 Nasi+ayam untuk besok. Btw, logat si penjualnya kok cem khas kali aku rasa. Hmm, sepertinya orang Medan.

Lalu, semuanya diinstruksikan untuk segera mandi. Saya memutuskan untuk tidak mandi karena sudah dipersiapkan kebersihan badan sejak tadi malam (gak tau deh, apa mandi malam hari membuat kesegaran bertahan hingga sore harinya).

Perjalanan kami dimulai dari PT.Krakatau Steel. Disini Divisi Humas (Humaryadi Sukses) eh, bener2 wakil dari humas lho, kebetulan namanya sama. Beliau dengan aksi kocaknya membuka acara Sunatan Massal ekskursi ini dengan sangat meriah. Saking meriahnya, pasti saya langsung tertawa kalau melihat Beliau makanya sepanjang acara, saya berusaha untuk tidak melihat ke arah Beliau. Didengar aja lucu, apalagi dilihat.

Setelah itu, ada seseorang yang saya lupa namanya sebagai Alumni Arus Kuat ITB yang bekerja di PT.Krakatau Steel. Pertama-tama mendengar ceritanya, sangat antusias. Tapi, setelah lama dan makin lama, kok kocak juga. Sampe-sampe tentang keluarganya diceritakan di forum itu. Mabuk Janda sepertinya. Duh, sejam lamanya kami harus mendengarkan parodi dari beberapa orang. Yah, sebenarnya ini sudah mengulur waktu dan berdampak ke kunjungan kami ke Suralaya nantinya (padahal Suralaya sudah memberikan fasilitas sangat istimewa lho, namun terpaksa mengecewakan karena ketelatan yang kami lakukan).

Ok. Lalu dibawa jalan-jalan mengelilingi Pabrik. Alamak, menyeramkan kali pabrik ini. Duh, harus facial berapa kali awak biar wajah ini tetap bugar (hehe.. ini ajaran dari Rizal_bro lho yah!). Dibawa ke tempat biji besi, kemudian pembakaran biji tersebut sampai akhirnya terbentuk batangan-batangan baja dari proses yang sangat menakutkan. Daerah tersebut mengingatkan kami semua bahwa Api itu Panas, apalagi Api Neraka. Oalah, mak! masukkan lagi aku ke rahimmu lah. Ngeri kali pertanggungjawaban yang akan kita berikan nanti di hadapan Allah.

Lalu, berjalan cukup panjang melihat lokasi pabrik yang satu lagi. Sampai akhirnya di bagian pengujian. Tidak seperti Sucaco, disini bila barang yang dites tidak layak maka akan dilebur kembali. Sampai akhirnya menjadi barang yang memenuhi standard pengujian. Lalu kami masuk bis kembali, Pak Humas memulai lagi aksi garingnya. Setelah garingan2 renyah tentang Unpad (universitas paling dekat) dan Isu (Informasi Salah Ucap). Saking cintanya kepada kami, beliau malah mau menemani sampai ke Suralaya, tapi apa dikata pekerjaan sebagai Humas menuntut untuk tidak keluar dari jam kerja. Sambil menikmati wejangan2 hangat dari Pak Humas, tak lupa kue yang telah disediakan kami habiskan (nah, ini snacknya mantap pisan dah. Tapi kok aku cuma dapet satu yah?? :D). Sebelumnya ada isu kalau helm hilang satu dan teman-teman langsung beralih ke Rifky haha… (gak kok ki, itu becanda doang). Bye Pak Humas. Mungkin di lain waktu kita dapat bertemu.

(untuk hari kedua, saya buat jadi dua part yah, panjang banget soalnya)

Tentang andihendra

Andi hendra paluseri adalah perantau asal medan yang menyelesaikan pendidikannya S1 di ITB jurusan teknik elektro (Tenaga Listrik).
Pos ini dipublikasikan di Arus Kuat ITB, pengalaman di ITB. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Ekskursi Arus Kuat ITB 2011 hari Kedua (11 Januari 2011)

  1. Izaz berkata:

    Pace, she is a wily mistress ineedd. I had her for a while, but like you the ITB took her away but she’s there lurking just over the horizon…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s