Ekskursi Arus Kuat ITB 2011 hari Pertama (10 Januari 2011)


Mungkin temen-temen bertanya, sudah adakah angkatan 2011 di ITB? Ok, saya jelaskan dulu. Berdasarkan googling di internet, para senior membuat tahun ekskursi berdasarkan tahun diadakannya bukan angkatan yang melaksanakannya. Meskipun sebagian besar yang melaksanakan ekskursi 2011 ini adalah angkatan 2007. Now, Let me to tell you about our journey.

Sebelumnya, kami dikumpulkan di gerbang depan itb tepatnya di taman ganesha, kemudian briefing macem-macem yang disampaikan oleh seksi acara. Saya sendiri bertugas di bidang konsumsi(logistik). Karena waktu masih menunjukkan pukul 07lebih, maka saya langsung bergegas ke Perpus untuk memperpanjang kartu kemudian ke Kantor Lama a.k.a Kantin Barat Laut ITB terakhir mengurus penundaan pembayaran SPP kemudian balik lagi ke rombongan.

Kemudian, mulailah dibariskan. Disaat itu, saya mulai melihat sekeliling saya, yah! wajah-wajah ini yang telah menemani perjalanan hidup saya selama beberapa tahun di elektro-arus kuat ITB. Tak lama kemudian, Pak Syafri selaku pembimbing kami di Sucaco dan Suralaya, datang. Sebelumnya diadakan sesi kata sambutan dari Kaprodi Arus Kuat yang kharismatik, Pak Nurdin. Beliau juga dosen pembimbing tugas akhir saya lho. Bak ayah yang sedang menasehati putra-putrinya seperti itu pulalah Beliau memberi wejangan sebelum keberangkatan kami. Wejangan-wejangan tata krama yang memang terkadang sering dilupakan dilalaikan oleh banyak mahasiswa power.



Selanjutnya perjalananpun dimulai, menuju Jakarta Utara dimana perusahaan yang pertama kali kami kunjungi adalah Sucaco ( Supreme Cable Manufacturing & Commerce). Seperti yang kita ketahui bersama, senin adalah hari pertama kerja yang membuat kemacetan luar biasa di Jakarta (sebenarnya sih, hampir setiap saat terjadi kemacetan di Ibukota Negaraku ini) sehingga kami harus tertatih-tatih menuju kesana. Untungnya, di bus Bandung Express yang kami sewa terdapat hiburan pemutaran lagu Panbers (Panjaitan Bersaudara) dan Penyanyi Dangdut Pendatang Baru (hehe.. mungkin ini bukan hiburan bagi temen-temen arus kuat yang lainnya).

Sampai di Sucaco, kami melihat penyambutan yang cukup membanggakan. Di dekat pintu masuk, dipampang sebuah spanduk besar yang bertuliskan ‘Selamat Datang Mahasiswa Ekskursi Arus Kuat ITB’. Hmm, mungkin kalau mereka punya red carpet sepertinya akan dibentangkan di jalan kami lewat (hehe.. ini terlalu lebay sepertinya). Setelah diadakan serangkaian seremony bla bla bla, akhirnya kami dibagi menjadi 4 kelompok untuk mengunjungi lokasi produksi kabel ini. Fyi, Pabrik ini adalah pabrik kabel terbesar kedua di Asia Tenggara dan terbesar pertama di Indonesia.

Saya masuk dalam kelompok 3, dipandu oleh Pak Wahyudi dari Sucaco. Pemandu yang sangat amat berbakat. Suer, berbakat banget, bukan hanya berbakat tapi sangat ramah. Sucaco sepertinya sangat beruntung merekrut karyawan seperti Beliau. Kami dijelaskan panjang lebar tentang proses drawing, insulation, cabling dll. Hmm, cukup komplek tapi gampang. Oiya, di Sucaco ini juga terdapat falsafah hidup 5S. Yaitu Seiri (ringkas), Seiton (rapi), Seiso (resik), Seiketsu (rawat) dan Shitsuke (rajin).

Kemudian masuk ke ruang Pengujian, hmm.. Yah, disinilah proses yang sangat menegangkan karena sifat pengujian ini bila terjadi kegagalan uji maka langsung dibuang [kalo dikirim ke tukang loak kayaknya bisa deh Pak :D]. Lalu berangkat ke pos selanjutnya. Setelah itu, diadakan sesi tanya-jawab. Di tengah acara, saya izin ke belakang dan sholat. Lalu masuk lagi, eh sesi tanya-jawab sudah selesai. Lalu bersalaman. Edodoe, entah dinyana, dapet bingkisan semua rombongan. Duh, bener-bener mantap dah penyambutannya.

Oiya, diatas ada satu orang asing. hahahay, gak tahu kenapa malah beliau jadi tempat buli teman2nya yang lain. Dikatain Bugil (Bule Gila) haha.. Namun Beliaunya malah tertawa riang. Yah, perjumpaan akan selalu diakhiri dengan perpisahan. Ini sudah suatu kaidah yang tidak bisa dilanggar. Begitu juga dengan perjumpaan kami yang sebenarnya masih ingin lama lagi kami lakukan disini.

Lalu, semua masuk ke bus untuk menuju penginapan di Suralaya, Cilegon. Semua teman nampaknya sudah kecapekan dan mereka tertidur pulas. Disitulah saya mulai iseng mendapatkan pose-pose unik mereka saat tertidur. Hehe.. tapi tidak bisa saya tampilkan di blog ini. Hmm, saya sendiri waktu itu tidak bisa tidur, mungkin karena proteksi-noid yang melanda jadi masih gusar terus. Di Suralaya, kami langsung masuk ke mess. Adapun terdapat 3 mess disana. Saya, novi, rizal dan yoga berada dalam mess yang sama. Soalnya di mess tsb, akan kami lakukan perdebatan panjang tentang pembagian uang yang didapat dari hasil danus Sustain oleh DIKTI yang diberikan senilai 20 jt. Hmm, tapi karena blek-ot (lagi2 saya katakan, ini adalah panggilan mesra untuk seseorang imigran afrika hehehe) minta dibayar full ongkos perjalanannya, maka yang saya dapatkan adalah sebesar 2,150,000. Yah, lumayanlah yah.

Ok. Setelah menjama’ sholat dan mandi. Lalu langsung tidur di kursi yang telah saya peringatkan sebelumnya ke teman2 kalau itu adalah zona tidur saya.

Tentang andihendra

Andi hendra paluseri adalah perantau asal medan yang menyelesaikan pendidikannya S1 di ITB jurusan teknik elektro (Tenaga Listrik).
Pos ini dipublikasikan di Arus Kuat ITB, pengalaman di ITB, sahabat. Tandai permalink.

2 Balasan ke Ekskursi Arus Kuat ITB 2011 hari Pertama (10 Januari 2011)

  1. Rizal bro berkata:

    ngeri boi. Sucaco pake slogan KAIZEN! yang artinya perbaikan. sama seperti slogan Totoya dan Honda!

    sudah untung dikasih 2,150. untung banget malah,harusnya cuman 500k, wakaka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s