Mencoba Berfikir Realistis terhadap Realita Biaya Kuliah di ITB


Sebulan terakhir ini selain  isu ‘pembakaran’ di ITB, yang paling menjadi perhatian masyarakat adalah Peraturan Biaya Kuliah Baru yang dikeluarkan oleh pihak ITB. Berdasarkan perhitungan yang insya Allah dapat dipercaya, setiap orang seharusnya mengeluarkan 27 juta pertahun untuk mencicipi pendidikan di kampus ini. Namun, Alhamdulillah subsidi yang diberikan sangatlah membantu sehingga hanya seperberapa yang harus dikeluarkan oleh mahasiswa. Seperti saya contohnya, mahasiswa angkatan 2007 Elektro ITB, hanya mengeluarkan kurang dari 1/5 nilai tersebut.

Nah, kita juga jangan menutup mata bahwa sebuah institusi pendidikan yang maju wajar saja membutuhkan dana yang besar untuk menopang keberjalanan pendidikan tersebut. Adalah wajar bila digunakan sistem subsidi silang dalam penanganan problematika ini dimana yang kaya membayar lebih dan yang miskin membayar lebih murah.

Jangan dulu berbicara dana abadi karena untuk berjalan dengan normal saja sepertinya ITB sudah agak kesulitan. Jadi, mungkin sekarang hanyalah mimpi untuk membandingkan dana abadi yang ITB punya dengan dana abadi yang dimiliki Harvard University. Pastinya, ITB jauh sekali dibawahnya. Dana abadi Harvard bila dirupiahkan mencapai 300Triliun rupiah. Okelah, jangan  jauh-jauh ke Amerika, sekarang kita bandingkan saja dengan tetangga dekat yaitu NUS, mereka punya 13 Trilyun rupiah sedangkan ITBpun masih jauh dibawahnya. Angka pastinya, biar anda sendiri saja yang googling karena kondisinya menyedihkan. Dana abadi tersebut yang nantinya akan dijalankan/diputar untuk menjadi salah satu tambahan faktor subsidi mahasiswa ITB (Nah, jadi untuk mahasiswa yang malas/bolos kuliah seharusnya malu karena udah disubsidi segitu gede malah disia-siain. Orang Boros itu temennya Setan) ::apakah saya juga temennya setan?, semoga saja tidak::

Berbicara mengenai keputusan Biaya kuliah yang baru, media sepertinya terlalu menyudutkan kampus ganesha ini (saya disini mencoba untuk seobjektif mungkin). Nominal yang dibeberkan ke publik hanya nominal maksimum padahal ada catatan yang banyak dengan diberlakukannya peraturan itu.

1. sekitar 600(20%) Mahasiswa Baru akan mendapatkan beasiswa pendidikan Full alias Gratis. (Ini kalau kuliah masih disia-siakan kayaknya terlaknat banget deh mahasiswanya) ditambah beasiswa yang banyak banget seperti Beasiswa OSN, BIUS, BIDIK MISI, Beasiswa Biaya Pendidikan, Beasiswa Ekonomi Lemah, dll. Nilai 20% tersebut cukup wajar karena APBN pemerintah saja yang terealisasi untuk pendidikan belum mencapai angka segitu. Dan 20% lah yang dituntut oleh Undang-Undang.

2. Sisanya tidak langsung harus membayar penuh. ITB juga masih membuat catatan khusus lagi untuk mahasiswa yang kurang beruntung karena tidak mendapatkan 20% beasiswa full. Sehingga dibuat peraturan untuk membayar Biaya Pokok Pembayaran di Muka (BPPM). Memang angkanya cukup besar yaitu 55juta. Angka ini dapat menjadi 3/4nya(41.25jt),1/2nya(27.5jt) atau bahkan 1/4nya(13.75jt).

Menurut saya sih, 13.75jutapun masih terlalu besar untuk mahasiswa kere seperti saya. Adakah jalan lain? ternyata ada. silahkan baca disini. Jadi apa yang harus dilakukan oleh para calon mahasiswa ITB yang tidak mampu?.

1. Hubungi orang tajir disekitar Anda, mungkin bisa meminta bantuan minimal uang BPPM tersebut.

2. Mungkin pemerintah daerah Anda mau membantu namun dengan syarat ikatan tertentu. Saran saya, kalau diberikan bantuan dengan syarat ikatan dinas langsung diambil saja. Toh, mungkin cuma 2N+1. Setidaknya tamat dari ITB, Anda langsung sudah mempunyai pekerjaan di daerah Anda tersebut. (Saran ini mungkin tidak direkomendasikan untuk mahasiswa asal SUMUT. Berdasarkan pengalaman saya, PEMDA SUMUT di tahun 2007 lalu pernah berencana memberikan beasiswa untuk putra/i daerahnya yang ada di ITB. Proses administrasi sudah berjalan, lha sampe sekarang (udah 4 tahun lho) beasiswanya belum keluar.  Yah, harap maklumlah SUMUT=segala urusan melalui uang tunai.

3. Segera persiapkan SKTM Anda. SKTM itu seperti senjata (kalau dalam islam, senjatanya umat itu Doa). Senjata setiap mahasiswa kurang mampu untuk mendapatkan beasiswa. Nah, SKTM ini akan kalian pergunakan nantinya untuk pertimbangan uang BPPM kalian. Jadi, jangan sampai terjadi mahasiswa kurang mampu namun gengsi mengutarakan ketidakmampuannya. Karena kalau kalian gengsi yang terjadi malah kalian harus membayar 55juta (hayo, kerbau di kampung masih banyak gak?)

4. Hubungi Kakak kelas di SMA yang kuliah di ITB. Konsultasikan dengan mereka tentang rencana kuliah kalian. Manatau kakak kelas kalian mau mewariskan buku-buku kuliahnya atau merekomendasikan tempat kos ekonomis yang ada di sekitar ITB ini.

Cukup segitu sarannya.

Setiap kebijakan memang ada dampaknya. Namun, dengan mempertimbangkan manfaat dan mudharatnya insya Allah semua orang bisa lebih dewasa menyikapi kebijakan tersebut. Kalau memang ITB menerapkan peraturan seperti itu, mungkin karena dana yang dimiliki ITB sendiri terbatas. Sehingga saya juga setuju bila peraturan ini diterapkan agar tidak terjadi PLN jilid 2.

Hanya untuk Tuhan…

Rabb semesta Alam

kami akan membangun bangsa dan Almamater.

Tentang andihendra

Andi hendra paluseri adalah perantau asal medan yang menyelesaikan pendidikannya S1 di ITB jurusan teknik elektro (Tenaga Listrik).
Pos ini dipublikasikan di pengalaman di ITB. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Mencoba Berfikir Realistis terhadap Realita Biaya Kuliah di ITB

  1. Angelyn berkata:

    – yeah its really fun thumb ups for the oreniazgr..very sporting and leisure events..so glad I came..hahaha congratulations to sir for still conquering the most popular lecturer title hehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s