Dahlan Iskan for RI-1 (2014-2019)


Ini hanyalah tulisan seorang anak elektro yang cukup tertarik dengan dunia perpolitikan. Sebelumnya saya putus asa dengan kondisi politik negara yang sangat njlimet ini. Tidak ada politisi yang saya percaya bahkan maaf ‘RI-1’ sekalipun yang dahulu sangat saya kagumi. Mungkin sekarang masih saya kagumi, tapi berkurang rasa kagum tersebut. Saya yakin pasti Bapak RI-1 yang sekarang sudah sangat lelah mengabdi pada negara ini. Tapi Bapak, alangkah sia-sia bila yang Bapak lakukan tidak diniatkan untuk beribadah kepada Allah. Semoga yang bapak lakukan semata-mata karena Allah. Agar kelelahan yang didapat, menjadi (mungkin) penggugur dosa dan kunci surga.

Ok, sekarang bercerita tentang 2014. Humm, masih lama memang. Tapi tidaklah salah bila kita berfikir panjang kedepan. Menurut saya, presiden di masa depan janganlah dari partai politik sehingga tidak ada prinsip balas jasa dan balas budi ke partainya tersebut (thinking::tapi bagaimana bisa seseorang maju menjadi presiden kalau tidak masuk ke partai politik yah?::). Ok, mungkin bisa dilonggarkan syarat diatas. Presiden yang terpilih haruslah keluar dari partai politik alias tidak boleh menjabat apapun di partai tersebut.

Kalau parpol terlihat macam-macam, rakyat mungkin tidak akan segan-segan untuk memaksa Pengadilan agar menghukum mati para pejabat di Senayan tersebut. Satu lagi, presiden masa depan sebaiknya punya media miliknya sendiri biar kondisi yang terjadi di saat ini tidak terulang lagi. Dimana pemberitaan-pemberitaan dari media yang’SEENAK JIDAT DAN MERASA PALING BENAR‘  bertebaran dimana-mana. Rakyatpun sebenarnya sudah muak melihat media massa yang tidak seimbang tersebut. Jadi dengan media sendiri  (mungkin berupa stasiun televisi), presiden dapat menginformasikan apa yang telah dilakukannya dengan jelas. Kalaulah media lain masih tidak seimbang, yah silahkan saja. Mungkin mereka mencap dirinya sebagai media OPOSISI (istilah yang sering digunakan oleh orang-orang bodoh yang ingin selalu berbeda pendapat dengan yang dipilih pemerintah meskipun hal yang dipilih pemerintah adalah benar).

Oh iya, satu lagi meskipun orang bisa berbicara. Namun sebaiknya sistemnya bicara bermutu. Kalau tidak bermutu mendingan diem saja. Adalah aneh dan menjijikkan di zaman ini karena banyak orang yang sering berbicara tidak bermutu tapi berkoar-koar menyampaikan suaranya. Presiden itu adalah maskotnya bangsa. Jadi, kalau presiden dihina-hina karena perbuatannya yang sebenarnya baik  (dan HARUS BENAR), seharusnya satu elemen bangsa bersatu untuk melawan penghinaan tersebut.

Duh, pengantar saya sudah kebanyakan!. Ok, saya mulai saja intinya. Figuritas Leadership, Supel, Kritis, Integritas tinggi, Rendah Hati,Pandai Melobi, Antusias dan paling utama Spiritual adalah figur-figur yang menjadi prasyarat untuk seorang calon presiden dan saya lihat seorang Dahlan Iskan sudah lolos dari syarat-syarat diatas. ::jangan tanya darimana syarat figur itu berasal::

Pengalaman menjadi seorang direktur PLN yang telah mengubah wajah PLN di mata masyarakat, membuatnya pantas dinominasikan sebagai calon RI-1 (meski masih banyak mati lampu tapi sudah mendingan daripada tahun2 silam).  PLN sebagai perusahaan terbesar di dunia yang melayani 45 juta pelanggan sudah menjadi miniatur Indonesia. Nilai-nilai yang dibawanya beberapa tahun terakhir cukup berhasil menggugah banyak karyawan PLN dan para Mahasiswa untuk bekerja dan bekarya optimal. Melalui tulisannya di CEO Notes dan berbagai media, kami (saya dan beberapa temen2 aruskuat) merasakan sesuatu getaran yang sangat dahsyat yang mampu membangkitkan semangat untuk membangun negara ini. Melalui orasinya di beberapa seminar, kami melihat beliau adalah seseorang yang tidak neko-neko dan tekstual. He said what he felt, saw and did. Dan semua terwujud dengan aksinya.

Indonesia sakit dan saya yakin salah satu solusinya adalah Dahlan Iskan for RI-1 .

Ini hanyalah sekedar ekspresi saya. Manusia normal yang melihat situasi bangsa dengan wajar.

Tentang andihendra

Andi hendra paluseri adalah perantau asal medan yang menyelesaikan pendidikannya S1 di ITB jurusan teknik elektro (Tenaga Listrik).
Pos ini dipublikasikan di Budaya Bangsa. Tandai permalink.

2 Balasan ke Dahlan Iskan for RI-1 (2014-2019)

  1. manusia biasa berkata:

    Hmm… beropini boleh saja. Tapi sudahkah Anda menelusuri background Dahlan Iskan? Seorang CEO salah satu surat kabar terbesar di negara ini yang secara nyata memberikan dukungan yang sangat luas dan nyata kepada Pusat Kajian Islam Liberal Utan Kayu yang notabene sebagai think-thank jaringan islam liberal alias JIL. Saya tidak bisa membayangkan seandainya beliau menjadi RI-1. Islam liberal bisa-bisa tumbuh subur di negeri ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s