Dan Pak Dahlan Iskan pun terkejut..


Hari ini, di kampus saya diadakan seminar Bisnis KetenagaListrikan Masa Depan. Pembicaranya Pak Dahlan Iskan, Direktur PLN. Sebelumnya, beliau menjadi pembicara di salah satu acara besarnya ITB (dimana saya pernah menjadi panitia selama 2 tahun berturut-turut acara tersebut). Nah! setelah berbicara panjang lebar, yang paling kami rasakan dan dapatkan adalah semangat berantusias. Berantusias dalam beraktivitas apapun. Dimana kedepannya, parameter yang dinilai untuk kenaikan pangkat di PLN adalah Integritas dan Antusias Kerja.

Ok, mungkin topik tentang integritas dan antusias kerja akan saya bahas di artikel lain. Setelah menjelaskan hal tersebut, ada pertanyaan yang menyangkut tentang pembangkit angin yang dapat digunakan di Indonesia. Lalu beliau menjelaskan bahwa beberapa hari lagi akan ke Korea Selatan untuk melihat teknologi baru yang cukup canggih dan dapat diterapkan di Indonesia. Teknologi tersebut berhubungan dengan pengkonversian Angin sebagai energi listrik. Dikatakan bahwa di Eropa, pada umumnya teknologi yang digunakan mensyaratkan kecepatan angin minimal 7 m/s. Nah, di Korea ini menciptakan alat yang mampu mengkonversi energi angin dengan syarat hanya 2 m/s. Sungguh merupakan teknologi yang luar biasa.

Lalu, tiba-tiba salah satu dosen favorit saya yang kehebatannya tidak diragukan lagi memberi tahu bahwa Beliau telah menciptakan alat yang mampu mengkonversi energi angin hanya dengan kecepatan minimal 1 m/s. Riuh tepuk tangan menggemuruh di CC Timur Basement saat beliau memberi tahu hasil penemuannya tersebut. Pak Dahlan Iskan langsung berfikir kenapa hal yang sehebat ini tidak diketahui oleh pihak PLN. Mungkin kedepannya proyek dengan Korsel akan dibatalkan dan menjadi proyek pihak Konversi ITB hehehe..

Yang paling saya soroti dari artikel ini, mengapa penemuan-penemuan yang superhebat mungkin banyak juga dari kampus-kampus daerah yang lain, yang tidak diketahui oleh pihak Industri. Dan akhirnya membuat pihak industri tersebut malah membuat kontrak dengan pihak asing yang teknologinya mungkin sama. Hmm, saran saya untuk pihak kampus tercinta mungkin kerjasama dengan pihak industri lebih terjalin lagi selain mendapatkan royalti juga mampu mengangkatkan harkat dan martabat kampus.

Yah, beginilah sekelumit peristiwa di kampus saya. Tempat yang hampir empat tahun saya beraktivitas di dalamnya. Semoga inovasi dan kreasi selalu diciptakan dan berawal dari sini.

Tentang andihendra

Andi hendra paluseri adalah perantau asal medan yang menyelesaikan pendidikannya S1 di ITB jurusan teknik elektro (Tenaga Listrik).
Pos ini dipublikasikan di pengalaman di ITB. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s