Saran : Adakan Sistem Waiting List bagi Konsumen RM Sari Rasa Ayam Hejo


Sabtu kemarin, alhamdulillah saya dan beberapa teman ditraktir makan oleh orangtua teman di RM Sari Rasa Ayam Hejo. Letak rumah makan ini di Jl. Natuna no. 29 ( Bisa masuk dari Jl. Sumatra atawa dari Jl. Sunda ) Bandung.  Jujur saja, saya belum pernah mencicipi makanan di tempat ini. Katanya sih rasanya begitu khas ditambah cabe dadak yang sangat spesial. Mendengar ini, kontan saja air liur saya mulai terangsang tak sabar untuk segera menikmatinya.

tempatmakan.net

Jam 1.30 pm kami sampai di lokasi rumah makan ini. Sebelum masuk sudah terlihat kerumunan pengunjung yang cukup padat. Kami dan mereka berlomba-lomba untuk segera mendapatkan tempat duduk di rumah makan tersebut. Nah! sayangnya ditengah keramaian dan ke-lieur-an ini, tak ada satupun karyawan yang terlihat berinisiatif untuk mencari tempat bagi pengunjung yang sedang berjamaah mencari tempat duduk itu. Bener-bener crowded-lah!. Sayapun berdiri di samping pengunjung yang terlihat hampir selesai menikmati makanannya.

Agak kurang sopan karena terkesan ‘memaksa’ pergi. Sambil menunggu tak lupa saya mendendangkan sebuah lagu kesukaan serasa tak sadar kalau sedang berada di kerumunan orang banyak. Untungnya saya tidak dianggap pengamen jalanan karena berdiri disamping mereka sambil bernyanyi. 😛

Nah, inti dari artikel ini adalah saran saya bagi pihak RM Sari Rasa Ayam Hejo. Yaitu kalau sudah keadaannya ramai, jangan sampai pengunjung dibiarkan sendiri untuk mencari tempat duduk. Mungkin (untuk kondisi ramai) bisa diadakan sistem semacam waiting list yang biasa dilakukan oleh Hanamasa. Sehingga kejadian chaos di ruang makan tidak terulang lagi. Sembari menunggupun, pengunjung tidak usah harus berdiri karena mencari tempat. Tinggal sediakan kursi panjang sebagai tempat istirahat sementara mereka (jadi ingat, kalau dunia ini juga tempat sementara manusia :P). Dengan begitu, citra RM Sari Rasa Ayam Hejo tidak jatuh hanya karena ke-chaos-an yang terjadi di waktu ramai.

Ok, saya lanjutkan cerita saya. Setelah mendapatkan tempat duduk, kami langsung disuguhkan makanan-makanan yang kental banget Sundanya. Ada lalapan, teh (gak manis), ayam cobek, sambel. Karena sudah tidak sabar dan tak bisa mengajak kompromi si ‘perut’ lagi, sayapun dengan segera menyantap hidangan tersebut. Puihh, Hejo Pisanlah…. Serasa penantian panjang dalam mencari tempat duduk terbayarkan dengan nikmatnya masakan ini. Tak lupa saya memesan minuman jus yang disediakan disana. Dengan menunggu sebentar, akhirnya si ‘Alpukat Juice’ itupun datang. Aseli-lah, kental dan seger banget jusnya. Bener-bener healthy food and beverage gitu. Gak ada ruginya saya dateng kesini (ya iyalah, toh juga haratis=gratis!).

Segala sesuatu memang punya kelebihan dan kekurangan. Akan tetapi, akan menjadi hal yang konyol bila sesuatu kelebihan yang berpotensi sangat besar harus dipadamkan karena kekurangan-kekurangan yang sebenarnya dapat dengan mudah diatasi.

Tentang andihendra

Andi hendra paluseri adalah perantau asal medan yang menyelesaikan pendidikannya S1 di ITB jurusan teknik elektro (Tenaga Listrik).
Pos ini dipublikasikan di pengalaman di ITB. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s