Serangan Ulat Bulu di KBL ITB Tahun Lalu


Berita tentang serangan ulat bulu yang banyak terjadi di sebagian daerah Indonesia tahun ini cukup mengerikan. Bagaimana tidak, berawal dari daerah Probolinggo dimana serangan ulat bulu ini pertama kali ditemukan di tahun ini dan akhirnya menyebar ke berbagai kota termasuk Bandung, Jakarta, Semarang, Bali bahkan Medan. Kejadian inipun telah diteliti oleh pihak LIPI dimana sampelnya menggunakan ulat bulu yang berasal dari Yogyakarta dan Jember yaitu Lymantria marginalis, Arctonis species (belum tahu genusnya), dan Cyana veronata.

Ulat bulu

Ternyata ulet bulu dalam spesies lymantridae sudah ada di Indonesia namun dahulu tidak begitu meledak seperti sekarang. Dan spesies lymantride ini memang senang makan kelompok mangga. Sehingga tidak heran jika ulat bulu ini menyerang Probolinggo yang banyak menanam pohon mangga.Ketersediaan hostplan (sumber pangan) juga sangat menentukan keadaan populasi.

Salah satu faktor yang menyebabkan serangan ulat bulu dalam jumlah besar adalah karena berkurangnya jumlah predator ulat bulu ini. Predator tersebut adalah serangga dan burung. Yang paling ampuh sebenarnya adalah burung. Akan tetapi, karena perdagangan burung kian marak, populasi burungpun akhirnya berkurang dan terjadilah seperti ini. Mungkin bagi Anda yang memiliki ‘burung’ peliharaan sebaiknya dilepaskan sebentar guna membantu mengatasi serangan ulat bulu ini. 😀

Di Bekasi

Lha! Saya kok malah meluas. Ok, balik sesuai judul yaitu serangan ulat bulu di KBL tahun lalu. Pertengahan Maret tahun lalu adalah hari-hari naas bagi sebagian kantin yang didekatnya berada pohon-pohon yang dihinggapi oleh ulat bulu ini. Bagaimana tidak! Contohnya saja KBL, hampir seluruh atap gedung, beberapa meja, bangku bahkan tangga diserang oleh ulat ini. Para konsumen yang tadinya berlapar-lapar seusai kuliah dan dateng ke KBL akhirnya mengurungkan niatnya untuk menikmati makanan di KBL karena sudah bergidik melihat serangga kecil namun menjijikkan tersebut.

Di minggu pertama, saya hanya mentitahkan kepada seluruh karyawan untuk membersihkan ulat bagian gedung dengan lebih intensif kembali sembari melihat perkembangan selanjutnya. Minggu kedua dan ketiga ternyata lebih parah, Pepohonan kayu manis yang ada disamping KBL nampak seperti batang yang berdurikan ulat bulu di sekujur pohon tersebut. Sangat amat menjijikkan. Namun pilihan menggunakan  pestisida adalah pilihan GILA yang tidak mungkin saya ambil waktu itu karena akan sangat berpengaruh terhadap sanitasi air dan properti masak yang ada di KBL dan nantinya akan menimbulkan sustainable effect terhadap culinary process yang dijalankan di KBL.

Di pohon

Ok, selanjutnya saya putuskan untuk menyiramkan air dan membuang ulatnya. Yah, karyawan sebagai makhluk biasa dan taat akhirnya patuh terhadap perintah saya. Keesokannya harinya, bukannya berkurang malah ulat bulunya semakin berdatangan. Sepertinya si ibu ‘ulat bulu’ tidak rela anak-anaknya dibuang ke tempat lain sehingga memanggil ‘ibu-ibu’ ulat yang lainnya untuk beranak di pohon tersebut.  Lalu di akhir minggu keempat, cara terakhir yang paling ampuh dan tangguh dicetuskan oleh karyawan yaitu dengan ‘Membakar’ pohon tersebut. Ternyata dengan melakukan proses pembakaran, ulat bulunya banyak yang mati dan menjadi solusi untuk mengatasinya. Meskipun keesokan harinya kami harus berhadapan dengan pihak ITB yang mempertanyakan legalitas proses pembakaran yang kami lakukan terhadap pohon yang keberadaannya di ITB sangat dilindungi dan dijaga.

Tapi persetanlah!,  yang penting saya tidak melihat lagi makhluk kecil menjijikkan itu. Menjijikkan dalam artian membuat diri bergidik sembari ingin muntah dibuatnya. Peristiwa ini sungguh-sungguh sangat mengurangi target omset yang saya buat saat itu. Namun di akhir tahun, saya mampu berbangga diri karena omset dan SHU akhirnya sangat melebihi dari omset dan SHU yang saya targetkan hehe.. caranya membuat penyesuaian harga yang sebelumnya merugikan menjadi menguntungkan lalu regulasi belanja bahan baku yang sering saya pandang cukup memboroskan. Nah, akankah tahun ini KBL akan diserang oleh hama ulat bulu lagi? Mungkin tinggal menghitung hari karena setahu saya dari berita yang saya baca, hama ulat bulu sudah datang lagi ke Bandung.

Kepada ulat bulu yang mau datang, mari kita haturkeun wilujeng sumping ti Bandung

Tentang andihendra

Andi hendra paluseri adalah perantau asal medan yang menyelesaikan pendidikannya S1 di ITB jurusan teknik elektro (Tenaga Listrik).
Pos ini dipublikasikan di pengalaman di ITB. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s