Penting: Pengalaman Medical Check-Up


salamlekum,

Hari ini saya baru saja menjalani suatu proses pengecekan kesehatan secara menyeluruh yang biasa disebut Medical Check-up di rumah sakit Borromeus Bandung. Adapun kegiatan ini dilakukan sebagai proses terakhir dalam tahap penandatanganan kontrak kerja di PT. Freeport Indonesia. Sebelumnya sudah dilakukan tes administrasi, psikotest, bahasa inggris hingga interview with user.

Nah, meskipun offering contractnya sudah dibacakan, bisa saja kontrak tersebut dibatalkan bila ternyata hasil kesehatan saya tidak begitu baik. Dan ini pada kenyataannya sering terjadi, contohnya saja kasus seorang teman di tahun lalu yang tidak lulus seleksi terakhir PLN karena masalah kesehatannya yaitu tingkat kolesterol dalam tubuhnya berlebih.

Saya datang ke rumah sakit tersebut pukul 8 tepat dan pemeriksaannyapun langsung dilakukan. Namun sebelum itu, saya harus mengisi form-form administrasi yang telah pihak perusahaan sediakan. agak lama dan cukup terkejut karena di lembaran terakhir juga harus menandatangani surat pernyataan kesediaan pemeriksaan HIV/AIDS.

Setelah prosedur administrasi dijalani, tibalah saya harus mengikuti serangkaian medical check-up yang telah ditetapkan :

1. Pengukuran berat dan tinggi badan

Hasilnya berat saya 55 dengan tinggi 168,5. Agak sedikit aneh, kok saya merasa tambah pendek yah?. Bukankah kemarin hasilnya nyampe 169.5. Ah tapi sudahlah cuma 1 cm doang. Namun yang paling menyakitkan ketika si ibu dokter bilang saya terlalu kurus. Aduh, Ibu! kayak gak tau mahasiswa aja.

2. Test Urine

Sebelumnya saya diwajibkan untuk tidak makan selama 12 jam sebelum test dilakukan. Yang diperbolehkan hanya meminum air putih. Nah, ternyata urine yang saya hasilkan berbentuk bening. Karena penasaran akhirnya saya tanyakan ke dokter apakah urine bening yang sedikit kuning itu berbahaya atau tidak. Ternyata tidak, alhamdulillah. Urine bening ataupun kuning disebabkan dari apa yang kita minum, kalau kopi atau teh biasanya kuning namun kalau air bening, biasanya urinenya bening. Ah, untungnya tidak ada tes feses juga. Kalau ada sepertinya akan sedikit berabe, karena saya agak diare tadi pagi. Hehe… , oiya tujuan dari test ini adalah untuk melihat fungsi ginjal masih baik atau tidak, juga untuk melihat penyakit2 lain seperti hepatitis.

3. Test Darah 

Tes yang satu ini agak menakutkan, soalnya sudah hampir berapa tahun saya tidak pernah disentuh oleh jarum suntik. Auww, auww, auww!. Tapi, pasrah sepertinya adalah hal terbaik yang harus saya lakukan. Akhirnya jarum runcing itupun menusuk kulit saya yang mulus. Ah, ternyata tidak sakit! perlahan-lahan sang perawat mengganti botol darah yang sudah terisi penuh. Sampai 3 botol Saudara.. Saudara!!. Wah, saya tidak tahu untuk apa 3 botol darah tersebut, mungkin yang pertama untuk test kandungan darahnya, kedua untuk tes HIV-nya yang ketiga untuk didonorkan (Insya Allah berkah deh :P).

4. Test Paru-paru

Nah, di test ini saya diharuskan untuk meniup suatu alat yang berfungsi untuk mengukur kekuatan tiupan udara yang merepresentasikan kekekuatan paru-paru kita. SAYA MENGULANGNYA SAMPAI BELASAN KALI dan hasilnya tetap saja rendah cuma 68 dari rata-rata 80. Wuahhhh, paru-paru saya agak kurang normal ini. Mamaaaaaaa………… Perjuangan yang sangat panjangpun dilakukan, beberapa jam kemudian setelah test yang terakhir, saya membujuk-bujuk bu dokter untuk diijinkan mengulang kembali test paru-paru ini dan alhamdulillah hasilnya 71. Biasanya kalau sudah 70-an, PTFI sudah bisa menerima hasil tes kesehatan tanpa harus diulang. Nah! saran bagi para pembaca, sebelum medical check-up untuk masuk di perusahaan apapun, berhentilah merokok. Yah barang seminggu, dua minggu sebelum medical check-up ini dilakukan. Agar hasil tiupan anda lebih kencang. Oiya, buat yang bukan perokok (seperti saya) hindari berdekatan dengan perokok aktif karena akan turut mempengaruhi kekuatan paru-paru anda. nah, nasehat saya lagi adalah jangan lupa berolahraga terutama menjelang medical check up ini dilakukan.

5. Test Rontgen

Di test ini, tubuh bagian dalam kita akan dilihat dengan menggunakan sinar rontgen. Saya disuruh telanjang dada lalu menghadap dan mendekatkan tubuh ke alat tersebut. Saat akan dirontgen, saya harus menarik nafas dan menahannya. Lalu difotolah. Hasilnya ada semacam bulatan di perut sebelah kanan saya, apakah itu? dan perawatnyapun tidak mau memberitahukan artinya kepada saya. Yah berdoa saja hasil rontgen kali ini baik. Dan semoga bulatan itu bukan merupakan rahim yang ada pada diri saya hehe :P.

6. Test Mata/Penglihatan

Di test ini, saya dijejali dengan test-test penglihatan dimulai dari mata kanan dan mata kiri. Dari hasil yang saya berikan, sepertinya ada sedikit kesalahan di mata kiri saya. Yah sudahlah, kecil juga. Lalu, masih di test mata, saya ditunjukkan angka-angka yang dirangkai dari beberapa warna. Yah, benar! ini adalah test buta warna.

7. Pengukuran Tekanan darah

Hasilnya cukup baik, kalau tidak salah 110/80. Kata dokternya sih cukup baik untuk seumuran saya.

8. Test Hidung/Penciuman

Si ibu perawat menyuruh saya menutup mata dan menyuruh saya untuk menebaknya. Nah, untuk barang yang pertama adalah benda yang sering saya cium. Tapi kok agak lupa namanya apa yah. Saya tebak lem, si ibu perawat bilang salah. Dikasih klu, kalau itu adalah barang yang sering di rumah sakit. Saya juga tidak punya ide karena lem juga sering ada di rumah sakit. Oh, tak dinyana ternyata benda tersebut adalah alkohol. Hush!. Nah, benda yang kedua saya berhasil menebaknya dengan baik. Benda tersebut adalah.. baca selengkapnya

Iklan

Tentang andihendra

andi hendra paluseri adalahperantau asal medan yang menyelesaikan pendidikannya S1 di ITB jurusan teknik elektro (Tenaga Listrik) dan saat ini sedang menempuh pendidikan S2 Ilmu Hukum di Universitas Jayabaya.
Pos ini dipublikasikan di pengalaman di ITB. Tandai permalink.

40 Balasan ke Penting: Pengalaman Medical Check-Up

  1. Riko berkata:

    Sebelum saya kerja di perusahaan multi nasional di Jakarta, saya diharuskan medical check up, dan karena proses seleksi yang ketat (sampai 7 lapis, 2 interview, 2 psikotes, 2 medical checkup, final interview) medical checkup-nya komplit banget, dari badan sampai ada cek alat kelamin segala untuk memastikan tidak ada penyakit kelamin. Yang paling menyeramkan adalah ada test ereksi juga untuk mengecek apakah adik saya normal. Sempat bingung sih apa maksud dari test ini sepertinya tidak nyambung dengan skill untuk bekerja. Tapi ya sudah lah gratis juga, kata dokternya kalau mau medical checkup komplit begini harganya 3jt.

    Yang males itu adik saya semata wayang dipegang2 sama dokter bapak2, berasa kaya homo. Pantas peserta test sebelumnya terlihat pucat shock gitu.hahahaha

    Sesudah masuk kerja kami jadi ramai membicarakan hal ini.haha

  2. Anybomous berkata:

    Kalau testis satu apa berpengaruh ga dalam tes fisik?

  3. Chichi berkata:

    Selamat sore bapak/ibu ,maaf numpang promosi
    KINI TELAH HADIR

    JASA PELAYANAN INFORMASI RUMAH SAKIT LUAR NEGERI
    SINGAPURA, MALAYSIA, THAILAND, AUSTRALIA

    Gleneagles hospital, Sunway medical Centre , Island Hospital , Mount Elizabeth Hospital dan lain..lain

    MEDIONE akan membantu anda dalam pengurusan pengobatan ke luar negeri ,

    – Booking jadwal appointment
    – Informasi RS.
    – Second opinion dari Dr via email
    – Booking akomodasi dan transportasi
    – Medical Evakuasi

    Semua Layanan diberikan Secara GRATIS, Kunjungi web site kami http://www.medione.co.id
    Atau telp segera di 021 – 456 456 94 atau 085694454757 (24 Jam)

    Representative kami akan membantu semua kebutuhan anda

    Terima Kasih
    Chichi

  4. Rina berkata:

    berapa lama ya hasilnya keluar

  5. Budiarta -I ketut berkata:

    Gun, q juga mau medical gun, tapi q perokok, terus gigi q berlubang 3 gigi(parah), ad krangny jg. q mau kerj dkpal pesiar,
    Kasi solusi gun,

  6. Putri berkata:

    Nice post. Thanks 🙂

  7. Putri berkata:

    Niceost. Thanks 🙂

  8. hanif m sabrina berkata:

    Saya punya temen namanya RIO , rio adalah cowok korban gay, anus dia ngga perawan karena di sodomi gay! Yang jadi pertanyaan:
    Apakah bisa masuk kepolisian dengan kondisi anus tidak perawan? Makasih 🙂

  9. omay berkata:

    Itu tes anusnya di tusuk tusuk? Aduh parah gimana kalau jebol x_X

  10. Anonim berkata:

    untuk hasil tes ya berapa hari di umumkan

  11. andri berkata:

    untuk tes mata minus itu apakah bsr pengaruhnya untuk tes ini .. trimakasih

  12. lia berkata:

    tersu keterima ga tuh ?

  13. Anonim berkata:

    he bgz ilmu buat kue

  14. mas itu yang tes paru2 diambil nilai rata dari 3 test paru itu ya?

  15. hadjack berkata:

    tingkyu mas brai !!

  16. M.zaenal berkata:

    Ane mau ty bianya y brape smua.

  17. Anonim berkata:

    Pa kah kontol’y dpriksa jg ,bung

  18. mboiz berkata:

    Saya sangatlah tidak setuju dengan metode yang dilakukan oleh pemeriksaan ronstgen. yang mengharuskan telanjang Dada bagi cewek muslim. saya kira seharusnya tidak harus telanjang dada, karena secara logika, sinar X itu bisa menembus kulit, bahkan ampai ke organ dalam lainnya, harusnya tidak masalah jika masih terdapat kain yang menempel saat test rontgen. atau dengan alternatif, pihak rumah sakit harusnya sudah menyediakan pakaian khusus, yang dapat digunakan saat rontgen. Kalaupun dengan alasan dapat menyebabkan intensitasnya pancaran berkurang, dosisnya yang hilang pasti tak seberapa dan tak menjadi masalah. Menurut saya, saya ingatkan bagi yang belum pernah medical cek up, HATI-HATI, keharusan telanjang ini, bisa jadi hanya ulah oknum dokter atau perawat yang tidak bertanggung jawab semata, atau juga mungkin karena keBODOHan sang teknisi rontgen, yang hanya melakukan prosedur tanpa tahu-menahu bagaimana proses fisis yang sebenarnya terjadi. Bila Anda tidak percaya, coba Anda tanyakan beberapa pertanyaan mengenai proses penyinaran kepada teknisi rontgennya, misalnya, kenapa sumbernya harus sebesar ini? kenapa harus telanjang? apa arti hasil perbedaan warna yang tampak pada hasil citra rontgen? pasti Jawabanya kurang lebih “Maaf, Hanya Dokter yang berhak memberikan jawaban ini?#@!*&%*^#….”

    • Cahyani berkata:

      Sepanjang pengalaman saya medical check up (sudah 5 kali lah kira2), tidak ada satupun laboratorium yg mengharuskan kita telanjang dada tanpa sehelai kainpun saat rontgen. Saya memang diharuskan melepaskan seluruh pakaian bagian atas termasuk (maaf) bra untuk kemudian memakai semacam kimono. setelah selesai berganti pakaian baru deh di-rontgen..jadi ga telanjang dada kayak tarzan gitu..
      Yang perlu diingat saat rontgen tidak boleh ada logam yg menempel pada tubuh, makanya perempuan mesti buka (maaf lagi yaa) bra-nya. Alasannya adalah krn logam itu bakal menghalangi sinar-X yg ditembakkan ke badan kita sehingga hasilnya jd ada putih-putih dengan bentuk kaitan (maaf lagi yee) bra. Ini berdasarkan pengalaman saya sendiri loh.. sampe dokternya bilang: ini siapa sih yg melakukan rontgen?? kok mba ga disuruh buka bra! wkwkwk

    • lely berkata:

      sotoy banget seh loe,, loe kena okmnum kalee.. 😀

  19. ika berkata:

    hasilnya keluar berapa jam stlh pengecekan ? thxyuu..

  20. duhc bnyk sakli . . . . akk 4 hari lagi tes . .
    padahal aku perokok aktif . . gimna nie bang ?

  21. Joko berkata:

    katanya kontol juga akan dikocok-kocok, apa benar?

  22. Anonim berkata:

    apakah kalau penyakit kulit juga mempengaruhi?

  23. agung junianto berkata:

    kalo di lidah ada tindik nya gmn gan?

  24. abeeiezz berkata:

    berapa lama tes nya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s