Kuliah Umum: Tantangan Proyek Kelistrikan Indonesia


Sabtu pagi(30/4), ITB melalui Kelompok Keahlian Ketenagalistrikan mengadakan kuliah umum yang bertemakan ‘ Tantangan Proyek Kelistrikan Indonesia. Kuliah ini adalah awal dari rangkaian kuliah umum yang akan diadakan khususnya bagi mahasiswa arus kuat ITB untuk menambah wawasan mereka (termasuk saya didalamnya) tentang hal-hal yang berkenaan dengan ketenagalistrikan.

Dalam kuliah ini, hadir Presiden Direktur PT. Meta Epsi Engineering yaitu Bapak Dr. Ir. Herry Winarno yang juga pernah menjadi dosen di Arus Kuat ITB dan Direktur Utama PT Indokomas Buana Perkasa yaitu Bapak Ir. Agus Sofiyandi. Pak Herry adalah lulusan Arus Kuat ITB tahun 75 sedangkan Pak Agus adalah lulusan Arus Kuat ITB tahun 80. Keduanya hadir sebagai pembicara dalam kuliah umum hari ini. Mungkin sebagai (calon) alumni, kami bisa sedikit berbangga karena Elektro Arus Kuat ITB sudah menelurkan banyak alumni-alumni berbakat selain kedua tokoh diatas antara lain Arifin Panigoro (Alumni’73), Abu Rizal Bakrie (Alumni’73), Rinaldi Munir (Dirut Telkom), Luluk Sumiarso (Dirjen Energi Terbarukan).

Kedua tokoh diatas adalah pimpinan di dunia jasa kontruksi di Indonesia. Pak Herry sebagai pembicara pertama memberitahukan bahwa dalam sejarah krisis ekonomi di Indonesia, bisnis kontruksi tampil sebagai pilar utama saat itu sehingga mampu mendorong Indonesia keluar dari zona krisis (setahu saya UKM juga lho!). Nah, belajar dari pengalaman krisis moneter saat itu, maka saat krisis dunia 2008 Pemerintah memberikan stimulus ekonomi yang sangat besar ke bisnis jasa kontruksi dan hasilnya Indonesia Aman dari Krisis Dunia.

Jasa Kontruksi sendiri saat ini masih berjalan lebih lambat dari perkembangan ekonomi Indonesia. Pertumbuhannya hanya 5.5% padahal seharusnya seimbang. Ditargetkan tahun depan bisa mencapai 7.2%. Untuk itu dibutuhkan banyak SDM-SDM handal dan tentunya ini menjadi kesempatan yang besar bagi para engineer untuk berkarir.

Adapun tantangan-tantangan yang akan dihadapi dalam Bisnis Jasa Kontruksi saat ini adalah :

  1. Harga Bahan Baku Kontruksi misalnya semen lokal yang jauh lebih mahal dari harga semen buatan China.
  2. Rendahnya persepsi investor
Pak Herry-pun mengungkapkan ketimpangan pembangkitan yang ada di Indonesia. Sekitar 76% Pembangkitan ada di Jawa, pulau kecil yang sudah saturated/jenuh dimana setiap orang berlomba-lomba untuk mencari sesuap nasi dengan menguras keringat di pulau yang sumpek ini. Pulau Terpadat kedua, Sumatera, hanya mendapatkan 17% sedangkan daerah-daerah lain hanya memiliki 7% dari seluruh pembangkitan nasional.
Adapun Beliau mengkritisi terhadap program PLN yang dikatakannya sebagai sebuah MIMPI yaitu pengusahaan pembangkitan yang 30% dikerjakan PLN sedangkan 70% sisanya dikerjakan oleh Swasta. Mimpi ini bukan sembarang mimpi tentunya bila memang pihak PLN telah memikirkan dengan baik dan matang. Namun akan menjadi sekedar MIMPI BASAH bila hanya menjadi NAPO (No action Plan Only) doang.
Dikatakan juga bahwa umumnya anak-anak ITB khususnya alumni STEI-ITB akan sangat mudah dalam mendapatkan sertifikasi yang menjadi syarat kontraktor. Karena hampir sebagian besar anggota PII (Lembaga yang melakukan sertifikasi) adalah alumni ITB. Bukan kolusi lho yah!
Lalu pembicara kedua, Pak Agus Sofiyandi (Teman satu angkatan Pak Pekik dan Pak Nanang, dosen-dosen saya di Arus Kuat ITB) memaparkan tentang Company Contracting lebih mendalam. Dalam pemaparannya disebutkan bahwa Contracting Company is a profit oriented legal entity who has business in construction/installation service. Adapun dalam perusahaan kontrak dapat dikategorikan menjadi dua bagian :
  1. Perusahaan Kontrak Engineering
  2. Engineering, Procurement and Construction
Untuk mencegah adanya KKN yang kerap terjadi dalam setiap tender, umumnya perusahaan-perusahaan yang membutuhkan jasa perusahaan kontrak melakukan prosedur-prosedur tersendiri. PLN contohnya, mulai tahun lalu mengadakan sistem E-PROC dan LPSE. Yaitu sistem komunikasi tanpa tatapmuka/dunia maya yang dilakukan guna mengatasi kecurangan-kecurangan dalam penawaran tender jasa. E-PROC adalah sistem administrasi dimana pihak Perusahaan Kontrak harus mengisi data secara manual ke komputer sedangkan LPSE adalah data-data yang dimiliki oleh pihak Perusahaan Kontrak dikirimkan melalui hasil scan-an.
Kemudian Beliau menceritakan tentang pembagian golongan 1,2 sampai dengan 7 Perusahaan-perusahaan kontrak yang ada di Indonesia. Sembari memuji metaepsi, Beliau mengatakan kalau ada golongan 9, mungkin metaepsi akan masuk ke golongan tersebut. Tak kalah pentingnya, perusahaan manufakturing juga dibutuhkan dalam jasa kontruksi ini. Beliau menjelaskan tentang jenis-jenis manufakturing engineering yang ada di Indonesia.
Oiya, sekedar intermezzo. Pak Agus Sofiyandi adalah tipikal Koleris yang ciri-cirinya Suka Marah, Banyak Gaya, Tukang Merintah, Sering Bertingkah terutama Gemar Menikah 😛 hehe… (ciri-ciri yang terakhir hanya bercanda :P).
Nah, seperti itu kuliah umum yang saya dengarkan tadi pagi. Alhamdulillah snack dan nasi kotak menjadi pelengkap kegembiraan saya dalam acara ini. 😛
Iklan

Tentang andihendra

Andi hendra paluseri adalah perantau asal medan yang menyelesaikan pendidikannya S1 di ITB jurusan teknik elektro (Tenaga Listrik).
Pos ini dipublikasikan di pengalaman di ITB. Tandai permalink.

3 Balasan ke Kuliah Umum: Tantangan Proyek Kelistrikan Indonesia

  1. Levy berkata:

    I just visiting Medhy Aginta’s Blog and read about this irvnetiew. It’s an honour for me to know you Mas Jauhari. I hope that more Indonesian Blogger could do similar thing like what you have done in the blogsphere.

  2. Anonim berkata:

    siapa bilang pak herry winarno sukses, buktinya perusahaan yg dipimpinnya saat ini ambruk terlilit hutang yg tidak bisa diselesaikan (pt meta epsi engineering).. makanya pak herry mengundurkan diri dari direktur utama karena tidak bisa mempertanggung jawabkan kerugian tersebut.. seorang pemimpin yg panutan adalah pemimpin yg bisa memberi keuntungan bagi perusahaan dan bisa mensejehterakan karyawannya atau pemimpin yg bisa bangkit dari kejatuhan nya.. semoga ini bs menjadi contoh buat kita calon2 pemimpin masa depan..

  3. Dabz berkata:

    mantap ndi! duh nyesel kmaren ngga jadi dateng.. ada prioritas lain soalnya.. ngga nyesel juga sih.hehe..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s