Aku, Kamu dan Kita Pernah Berjanji pada Allah lho! [Al-Araf 172-173]


Eh ini seriusan, kita semua pada pernah berjanji pada Allah. Inget gak? Ada yang inget kira-kira kapan kita pernah berjanji pada Allah?. Yah udah deh biar saya ingetin, saya juga baru inget soalnya. Kalau udah diingetin, harus diinget yah. Jangan sampe lupa. Dan memang saya harus ngingetin sekarang. Takutnya kalau kelupaan ngingetin bisa-bisa saya juga dituntut di akhirat kelak karena tidak mengingatkan. Yah, terutama mengingatkan diri sendiri.

Nah, waktu kita masih berada di Sulbi ayah kita dan akan keluar guna mengisi ovum Ibu kita, Allah udah mewanti-wanti pada kita. Dia sampai mempertanyakan kepada kita apakah benar Dia Tuhan kita?. Dengan lantang dan tegasnya kita waktu itu menjawab ‘Betul’, yah mungkin karena belum mengenal dunia dan masih lutu-lutunya halah..:P.

Kita pastinya bingung dong (waktu itu) mengapa suatu hal yang pasti bahwa Allah adalah Rabb (dalam Al-Araf 172 digunakan kata Rabb, Nah lho! apa bedanya Rabb, Malik dan Illah?), harus dipertanyakan kembali. Rupanya penegasan kembali Allah adalah Rabb menjadi pertanda dariNya bahwa saat dilahirkan dan menjalani kehidupan di dunia pasti akan ada aja yang lupa bahwa Allah adalah Rabb.

“Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi”. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan).” (Al-A’raf: 172)

Dan Allah juga udah negasin sama kita waktu itu, kalau alasan bahwa ‘ikut-ikutan’ nenek moyang tidak dapat dijadikan pembenaran ketika saat-saat penyesalan sudah datang pada kita.  Yah, makanya setiap manusia harus menggunakan fikirannya baik-baik karena setiap detik kita di dunia sangat berdampak pada kehidupan kita di akhirat kelak. Kalau nenek moyang pada salah/sesat apakah kita akan mengikuti mereka SAMA seperti kaum Quraisy waktu diajak Rasulullah untuk meninggalkan ajaran Latta, Manat dan Uzza?.

atau agar kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya orang-orang tua kami telah mempersekutukan Tuhan sejak dahulu, sedang kami ini adalah anak-anak keturunan yang (datang) sesudah mereka. Maka apakah Engkau akan membinasakan kami karena perbuatan orang-orang yang sesat dahulu? (Al-A’raf: 173)

Yah simpelnya gini deh, pernahkah ada waktu sedikit saja (yah seharusnya gak cuma sedikit sih!) kita merenungi apakah jalan yang kita ambil di dunia ini sudah benar?. Dan apa sebenarnya passion kita dalam menjalani kehidupan?. Apakah cuma hidup mewah bergelimangan harta, foya-foya, dikelilingi wanita udah gitu matinya masuk surga?. Apakah semudah itu?. Kalau semudah itu, saya yakin Gunung, bumi, langit dan ciptaan-ciptaan lainnya yang ditawari AMANAH BESAR oleh Allah akan berebutan untuk menerimanya.

“Sesungguhnya Kami telah menawarkan amanat kepada langit, bumi, dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim lagi bodoh” [S Al Ahzab 72 ].

Oleh sebab itu, mari mumpung masih ada waktu. Renungi apa tujuan hidup kita.

semoga siapapun yang benar diantara kita dikukuhkan dan siapapun yang salah diberikan petunjuk sehingga kita diketemukan di surga.

Iklan

Tentang andihendra

andi hendra paluseri adalahperantau asal medan yang menyelesaikan pendidikannya S1 di ITB jurusan teknik elektro (Tenaga Listrik) dan saat ini sedang menempuh pendidikan S2 Ilmu Hukum di Universitas Jayabaya.
Pos ini dipublikasikan di pengalaman di ITB. Tandai permalink.

4 Balasan ke Aku, Kamu dan Kita Pernah Berjanji pada Allah lho! [Al-Araf 172-173]

  1. Mauri berkata:

    Wow! that truly reminds us that heart puitry still exist, even in big city like Jakarta. May God bless him, and the ones who reads this post too, to do good and right things each day,and we must pay it forward.. (like that movie) 🙂

  2. siswa berkata:

    Dalam QS.Al-A’raf: 172 Allah mengambil persaksian manusia dengan pertanyaan “A lastu Bi Rabbikum” (Bukan kah aku ini Rabb kalian?). itu merupakan persaksian bahwa Allah adalah Rabb manusia. Bagaimana pengakuan manusia terhadap otoritas Allah sebagai Illah?? ia dibuktikan dengan pengikraran syahadat (Asyhadu an laa ilaha illallah wa asyhaddu anna muhammadan rasulullah). walau seseorang lahir dari orang tua yang muslim, ia tetap perlu bersaksi.
    namun kenyataannya banyak yang meyakini bahwa seseorang yang lahir dari seorang muslim, maka ia pun muslim. dan tidak perlu mengikrarkan syahadat.

  3. andihendra berkata:

    Allah Subhannahu wa Ta’ala berfirman dalam hadits qudsi: “Aku ciptakan hamba-hambaKu dalam keadaan lurus bersih, maka setanlah yang memalingkan mereka.” (HR. Muslim dan Ahmad)

  4. Subhanallah… nice post. Hadanallahu waiyakum.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s