(part 2) Seleksi Pertamina : Medical Check Up


Seusai mengikuti interview user dan HR pada Senin, 31 Mei lalu akhirnya 4 hari kemudian muncullah kabar gembira melalui e-mail yang memberitahukan bahwa berhak mengikuti seleksi selanjutnya yaitu Medical Check pada Selasa, 7 Juni 2011 di RS Pertamina Jaya di Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Serba mendadak dan tidak ada reimbursement fund yang menjadi catatan saya dalam seleksi BPS ini. Tidak salah sebenarnya namun yah gitu deh, semua mahasiswa itu pada dasarnya miskin jadi agak keberatan bila harus mengeluarkan banyak uang hehe.. apalagi saat itu sedang akhir bulan dan menunggu kiriman datang. (Beasiswa LSKK yang dinantipun, sudah 5 bulan tidak keluar! pusinglah)

Alhamdulillah, akhirnya kiriman datang juga dari rumah. Berbekal kiriman uang ini, saya akhirnya pergi ke Jakarta. Dari surat yang diberikan, disebutkan bahwa pukul 7pagi harus segera sampai di Jakarta. Awalnya mau nginep di tempat temen di Jakarta, namun karena alasan yang malah membangkitkan emosi dia menolaknya. Hmm, kapanlah kau butuh bantuanku kawan…!!!. Akhirnya saya putuskan untuk mencari travel terpagi. Untungnya Cipaganti membuka jurusan Bandung-Blora jam 4 pagi. Yah, kira-kira cukuplah untuk mencapai Jakarta jam 7 pagi.

Bangun jam 3 dan akhirnya meluncur jam 4 ke Jakarta dengan menaiki Cipaganti. Sampai di Kuningan pukul 06.20, disitu saya bertanya kepada seorang Bapak yang ternyata jurusan yang ditujunya juga sama yaitu Cempaka Putih. Ternyata dari Kuningan ke Cempaka Putih harus 3 kali tukar Busway tapi tak apalah. Demi Pertamina ini namanya!. jam 7.10 sampai juga di RS Pertamina Jaya. Dengan jaket lusuh dan celana aneh saya memasuki rumah sakit tersebut. Sembari menunggu, saya hanya duduk terpaku bersandar di pojok pintu. Sebelum menjalani pemeriksaan kesehatan, kami semua harus mengganti pakaian dengan pakaian yang telah disediakan. Asik dah, kayak pakaian tidur. Sebelumnya saya juga telah menjalani MCU sebulan lalu di RS Borromeus, Bandung jadi tidak begitu nervous dalam menjalani MCU hari ini.

Tes pertama adalah pemeriksaan tinggi,berat badan dan tensi. Sepertinya normal. Lalu pengambilan darah yang cukup menakutkan. Entah mengapa sepertinya jarum suntik yang runcing tersebut menjadi monster menakutkan bagi diri saya. 3 tabung cukup panjang akhirnya penuh menampung darah saya. lalu pemeriksaan EKG. Haduh geli banget dah, ditempelin alat-alat aneh kayak gini (di Borromeus gak pake ginian). Lalu pemeriksaan USG. Ini benerlah! untuk apa yah pemeriksaan USG, emang saya punya rahim gitu? hehe.. Nah, tes yang menakutkan yang membuat saya harus mengulang tes ini di MCU sebelumnya adalah Tes Spirometri. Dengan bekal pengetahuan dan perjuangan keras yang berulang kali akhirnya saya berhasil mendapatkan nilai normal. Tapi tunggu! saat hasil Spirometri diprint, tiba-tiba dokternya bilang gini “ok, dek! kita tes ulang lagi yah!. Demi apalah, saya harus mengulang tes ini karena kertas print-annya rusak.

Setelah itu, Tes Audiometri. Tes ini cukup mudah karena hanya menekan tombol bila mendengarkan suara. Selanjutnya tes umum. Tes yang tidak begitu saya nantikan karena disini dokter salah satunya akan memeriksa lubang anus kita apakah ada penyakit ambeiennya atau tidak. Caranya adalah dengan memasukkan jari ke dalam anus tersebut. hadoww…, geli!. Jiah, penyakit cantengan yang saya derita juga ketahuan.

Selanjutnya tes mulut dan gigi. Dengan kondisi yang mengenaskan yaitu 2 gigi dicabut dan 1 gigi rusak berat maka di lembar MCU saya tertuli jelas “‘KONDISI MULUT KURANG BAIK’. Yang terakhir adalah tes mata. Disini alatnya lebih canggih karena mata kita akan difoto dan melalui hasil tersebut, dapat langsung diketahui berapa minus atau plus kondisi mata kita. Lalu ditutup dengan tes buta warna. Sebenarnya saya tidak buta warna tapi entah mengapa melihat angka 73 di buku buta warna seperti angka 18 atau 78. Hmm, beneran dok! saya tidak buta warna.

lalu pukul 03 sore kami semua diberangkatkan ke lapangan di dekat rumah sakit tersebut. Nama lapangannya Don Bosco dan jaket kokesma saya yang bewarna hijau tertinggal di tempat tersebut. Di lapangan tersebut, akan kami jalani tes kebugaran. Yaitu nama lain dari tes lari. Saya sudah melakukan GR sebelumnya di Lapangan Sabuga, jadi tidak salah bila setelah tes lari dilakukan saya menyabet mahkota ‘Pelari Tercepat’ di hari tersebut hehe.. 8.00 menit untuk lap 4 1/2 putaran. Lalu bersiap-siap untuk pulang.

Iklan

Tentang andihendra

andi hendra paluseri adalahperantau asal medan yang menyelesaikan pendidikannya S1 di ITB jurusan teknik elektro (Tenaga Listrik) dan saat ini sedang menempuh pendidikan S2 Ilmu Hukum di Universitas Jayabaya.
Pos ini dipublikasikan di Arus Kuat ITB. Tandai permalink.

4 Balasan ke (part 2) Seleksi Pertamina : Medical Check Up

  1. Anonim berkata:

    gan, ane mau tanya tes buta warnanya wkt agan kemarin berapa lembar halaman ? yg lengkap 38 / cuma 14 gambar gan ? mohon balasannya gan. makasih

    • Susamma berkata:

      Great article. It is raehtr unfortunate that over the last decade, the travel industry has already been able to to take on terrorism, SARS, tsunamis, bird flu virus, swine flu, as well as first ever real global downturn. Through all of it the industry has really proven to be strong, resilient plus dynamic, obtaining new ways to deal with misfortune. There are generally fresh challenges and the opportunity to which the market must yet again adapt and respond.

  2. Anonim berkata:

    say besok mau tes… jadi deg2an… mohon doa nya yaa
    oia,, masalah tes umum itu tes apa aja ya

  3. eko berkata:

    wh ane kok blm dpt pnggln y,,q kmrn jg w2ncara user tgl 31mei bt bps pemasran posisi HSE,,,brarti gk lo2s y..ehehheheh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s