Mengapa Saya memilih Bekerja di BUMT?


Mungkin Anda bertanya-tanya, apa itu BUMT. Yah memang istilah ini sangat asing karena istilahnya memang saya buat sendiri. Baru beberapa menit yang lalu. BUMT adalah singkatan dari Badan Usaha Milik Tuhan. Ini tak lain adalah istilah saya bagi perusahaan-perusahaan yang sekarang menamai dirinya sebagai BUMN.

Pertanyaan selanjutnya, mengapa harus disebut sebagai perusahaan Tuhan? karena ‘BUMN’ adalah perusahaan-perusahaan yang memegang dan menangani peran-peran vital di suatu bangsa yang berkepentingan dalam mensejahterakan hajat hidup orang banyak. Menjadi kebanggaan bangsa saya rasa tidaklah cukup memuaskan, namun menjadi kebanggaan Tuhan itulah yang memang harus menjadi tujuan.

Penggunaan kata ‘Tuhan’ disinipun saya maksudkan untuk memberi kesan ‘kesadaran’ bagi semua orang yang bekerja di dalamnya bahwa mereka sekarang sedang menjalankan ‘amanah’ Tuhan. Amanah untuk memanfaatkan kekayaan yang telah dilimpahkan sedemikian berlimpahnya di dunia ini untuk tersebarnya ‘rahmat’ Tuhan ke seluruh manusia. Sehingga ketika ada hasrat hati untuk melakukan suatu unethical behaviour, akan timbul perasaan malu/berdosa lebih besar ketimbang sekedar menggunakan ‘negara’.

Setelah selesai membahas istilah BUMT yang saya luncurkan diatas, maka saya akan memberi tahu Anda hal lain yang mendorong saya untuk berkarir di bidang ini. Begini, di tingkat 2 S-1 ITB saya pernah ber’mimpi’ ingin masuk LNG, gas alam yang berbentuk cair yang saya kira waktu itu berada dalam kendali PT.PGN. Namun entah mengapa beberapa bulan kemudian saya menjadi pesimis untuk bisa masuk ke PGN karena tidak pernah menemukan job carriernya di internet. Nah, di tingkat akhir saya mendaftar di Pertamina tanpa disadari ternyata bagian Gas-Pertamina yang saya pilih sewaktu mendaftar dulu (dan kini sedang saya jalani proses pendidikannya) adalah LNG yang saya inginkan saat tingkat dua. Dan baru tahu bila LNG ternyata adalah bagian dari Pertamina. Jadi intinya, saya sudah memiliki sisi minat di bagian ini.

Selanjutnya, saya beritahu bahwa background pendidikan saya adalah Arus Kuat. Nah, perusahaan nasional yang amat sangat akrab dengan arus kuat adalah PLN. Sehingga sebelumnya saya juga pernah bercita-cita untuk masuk PLN dan memikirkan solusi untuk mengatasi krisis bahan baku khususnya di bagian PLTG. Nah, entah dinyana saya malah masuk ke bagian solusi masalahnya yaitu Gas-Pertamina. Jadi dengan adanya saya disini, cita-cita saya untuk tetap berkontribusi di bidang kelistrikan nasional tidak akan lenyap. Ibarat pepatah, sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui, seperti itu pulalah saya berharap kehadiran saya di dunia ‘Pergas-an Nasional’ menjadi mesin penggerak energi dan kelistrikan nasional. Dengan tak lupa mewanti teman-teman saya yang telah siap sedia untuk berkarir di PLN, agar tidak lupa nantinya membangun bersama-sama.

Nah, hal-hal tersebutlah yang membuat saya memilih untuk bekerja di BUMT. Anda bagaimana?

Iklan

Tentang andihendra

andi hendra paluseri adalahperantau asal medan yang menyelesaikan pendidikannya S1 di ITB jurusan teknik elektro (Tenaga Listrik) dan saat ini sedang menempuh pendidikan S2 Ilmu Hukum di Universitas Jayabaya.
Pos ini dipublikasikan di LNG-Pertamina. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Mengapa Saya memilih Bekerja di BUMT?

  1. lunks berkata:

    jangan lupa mengucap ALHAMDULILLAH…. biar bagaimanapun, ini semua bagian dari ketetapan-Nya, jikalau menyenangkan kita, baiknya bersyukur, jikalau kurang menyenangkan kita, baiknya bersabar….selamat….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s