TKI : Hasil Keringat, Darah dan Airmatamu di Kantong Pejabat


Mungkin Anda masih ingat dengan kisah penganiayaan ‘pejuang’ bangsa di luar sana. Mereka diperkosa dan disiksa bahkan dihabisi nyawanya. Mereka pastinya tidak akan mau berangkat dan membudakkan dirinya di luar negeri, bila ada pekerjaan yang bisa mereka lakukan di dalam negeri ini. Sang pemimpin beserta pejabat-pejabatnya yang bertengger di kursinyapun seakan menutup mata dengan ini semua, terutama karena memang mereka bagian pahlawan devisa untuk negara ini.

Dan ternyata hasil perjuangan yang besar dan risiko tinggi yang mereka hadapi, masih lagi harus dikorupsi oleh para pejabat-pejabat TAK BEROTAK dan BERMORAL. Baru-baru ini, masyarakat dikejutkan dengan kasus korupsi para pejabat Kemenakertrans yang bernilai ratusan milyar. Timbul pertanyaan besar di kepala saya, “Apa sedemikian rusak dan busuk kah, hati dan rasa malu mereka sampai-sampai pengorbanan para TKI yang sering berhadapan dengan risiko tinggi tersebut, tega dirampas dengan sangat kejamnya?”. “Ataukah memang karena sistem yang memaksa mereka untuk melakukannya?”.

Saya rasa kalau hal ini memang kesalahan pribadi, maka hukum mati layak untuk menciptakan shock therapy bagi pejabat yang lain. Akan tetapi kalau memang kesalahan sistemik, maka kita betul-betul harus berfikir ulang apakah memang sistem reformasi yang sudah susah payah diperjuangkan ’98 dahulu tidak ada gunanya bahkan salah. Sudah berapa nyawa yang dikorbankan untuk membangun reformasi ini?.

Para TKI dan keluarganya pasti menangis saat mendengar kasus ini terjadi. Mereka mungkin menghujat pejabat, menghujat anggota dewan yang terhormat atau bahkan menghujat sang pemimpin yang telah ‘menyesatkan’ perjuangan mereka selama ini. Perjuangan dari darah, keringat dan airmata mereka demi kehidupan yang lebih baik.

Kalau sudah begini, pada siapa lagi mereka harus mengaduh, pada siapa lagi mereka harus menangis, pada siapa lagi mereka harus berteduh?. Hanya Allah dan memang hanya Allah-lah selayaknya mereka melakukan itu semua dan memohon agar Allah meneguhkan janjiNya pada siapa yang dikehendakiNya.

Iklan

Tentang andihendra

andi hendra paluseri adalahperantau asal medan yang menyelesaikan pendidikannya S1 di ITB jurusan teknik elektro (Tenaga Listrik).
Pos ini dipublikasikan di pengalaman di ITB. Tandai permalink.

Satu Balasan ke TKI : Hasil Keringat, Darah dan Airmatamu di Kantong Pejabat

  1. Indra Kusuma berkata:

    Q ingin indonesia jadi negara besar yg melindungi segala lapisan masyarakat.hidup indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s