Era Musik Anak-anak Berulang 10 Tahun Sekali…


(Berdasarkan analisis pribadi)

Mungkin Anda yang menikmati masa kanak-kanak pada era 70-an, masih ingat dengan kejayaan Adi Bing Slamet dengan berbagai lagu andalannya yang menghipnotis anak-anak seantero Nusantara untuk menyenandungkannya. Sampai-sampai di kalangan penyanyi cilik waktu itu muncul anggapan ‘kalau belum duet bareng Adi, belum ngetop namanya’. Lirik lagunya yang saya tahu seperti ini (fyi, masa kecil saya era 90-an lho! :D)

Chicha, kau mau kemana
Mau ke taman ria
Chicha, boleh aku ikut
Tentu asal menurut

Chicha, kau mau kemana
Mau pergi tamasya
Chicha, boleh aku ikut
Tentu asal menurut

Kita bersama-sama naik kereta
Kereta tak berkuda
Apa namanya……….

Kemudian di Era 80-an, kejayaan lagu anak-anak mulai redup. Anak-anak saat itu lebih senang menyanyikan lagu remaja persis seperti saat ini. Lagu-lagu cinta yang sebenarnya belum saatnya dikonsumsi anak-anak menumpuk di otak mereka.

Keadaan tersebut berlangsung sampai awal 90-an, di era 90-an akhirnya muncul kembali kelompok penyanyi anak-anak maupun yang solois dan mempopulerkan lagu-lagu mereka. Sebut saja Trio Kwek-kwek dengan Ku takut mamaku marah, Indonesia Negeriku dsb. Ataupun Josua dengan diobok-oboknya. Anak-anak pada masa ini kembali lagi ke sebagaimana mestinya. Berikut lagunya Cindy Cenora yang sempat hits karena bertepatan dengan keadaan krisis ekonomi Indonesia saat itu. Tak hanya simpel tapi pesan yang disampaikan mudah dicerna anak-anak

Aku cinta rupiah Biar dolar dimana-mana
Aku suka rupiah, karena aku anak Indonesia
Mau beli baju, pakai rupiah
Jajannya juga, pakai rupiah
Mau beli buku, buku sekolah
Karena ku sayang ya rupiah

Lihat tabunganku isinya rupiah
Karena mamaku kasihnya rupiah
Buat beli buku,buku sekolah
Pakai rupiah ya bayarnya…………

Era milenium, begitu banyak orang menyebut era 2000-an ini. Saya melihat anak-anak sudah tidak begitu banyak mengenal lagu yang sebagaimana mestinya. Lagu cinta dari berbagai band suram sampai papan atas-lah yang banyak mengisi otak mereka. Seperti yang saya sampaikan sebelumnya, hal ini persis yang terjadi di era 80-an.

Nah, sekarang sudah memasuki era 10-an. Jadi berdasarkan pengalaman berulang tersebut, maka seharusnya era lagu anak-anak akan kembali populer lagi cepat atau lambat. Betul tidak?

Iklan

Tentang andihendra

andi hendra paluseri adalahperantau asal medan yang menyelesaikan pendidikannya S1 di ITB jurusan teknik elektro (Tenaga Listrik) dan saat ini sedang menempuh pendidikan S2 Ilmu Hukum di Universitas Jayabaya.
Pos ini dipublikasikan di pengalaman di ITB. Tandai permalink.

6 Balasan ke Era Musik Anak-anak Berulang 10 Tahun Sekali…

  1. Anonim berkata:

    sapaaa ya yang nyanyiin tikus makan sabun? lgu anak era 2000an . dulu aku apal banget lagu itu. sekarang aku nyarinya susah. ga ketemu

  2. ria syafaatun berkata:

    iya semoga lagu anak anak boooming lagi,
    nyesek juga saya liat anak anak nyanyi lagu lagu asmara cinta cinta yang gak jelaaaaaaaas dan gak cocok buat merekaaa
    heheheee :)))
    gak bayangin besok kaloo saya pas ngajar SD anak anaknya gak tau lagu bintang kejora, balonku, layang layaaaang dan taunya lagu asmaraaa cinta cinta selingkuh dsb *amit amit*
    .
    naudzubillah

  3. dea hanindita berkata:

    Lagu “Tikus makan sabun” tauu ƍäª???
    Нɑ²нɑ²нɑ²нɑ²нɑ²=))º°˚˚˚°º

  4. Fardiaz berkata:

    Semoga era lagu anak-anak cepat populer lagi. Miris banget ngeliat anak-anak jaman sekarang pada nyanyi lagu-lagu dewasa yang sangat tidak cocok untuk mereka.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s