Membangun Harapan Anak-anak Kurang Beruntung di Sekitar Kita


Pernahkah kita melihat anak-anak yang bersemangat menempuh pendidikan namun terpaksa menghentikan pendidikannya hanya karena masalah biaya?. Lalu kita berniat untuk mengentaskan masalah ini dikala kita sudah sukses di kemudian hari. Tidak usah menunggu sampai Anda kaya sekali atau perut Anda sudah membuncit lebar. Saya tersadar bahwa rencana yang hebat memerlukan proses yang tidaklah gampang. Pembiasaan diri sedini mungkin membantu kita untuk mampu menganalisis dan mengevaluasi hambatan-hambatan yang mungkin kita hadapi.

Disini saya menawarkan sebuah solusi. Namanya ‘Benih Ditabur, Bulir Disemai’ entah relevan atau tidak yang jelas maksudnya sembari kita membantu orang, orang tersebutpun harus membantu orang lain juga. Lha, apa bisa? Tentu saja bisa!. Caranya gimana?

Begini, ambil contoh kasus X adalah seorang pegawai BUMN di tahun 2012 nanti. Nah, penghasilannya 20% disisihkan untuk membantu beberapa anak yang kurang mampu namun memiliki motivasi keras untuk belajar. Nah, biar lebih bermanfaat si X memberikan kontrak belajar kepada beberapa anak tersebut untuk memberikan pelajaran tambahan/les gratis bagi anak-anak lain di kampungnya. Si X juga mempertimbangkan akan menyewa sebuah kos/rumah sebagai tempat belajar anak-anak tersebut.

Nah, karena masih muda, Si X berusaha untuk mengelola komunitas sosial ini sendiri. Mungkin ketika Si X sudah mempunyai istri, dia akan meminta istrinya untuk membantu mengelola komunitas sosial ini agar berjalan sebagaimana mestinya.

Si X berharap bukan hanya dia yang melakukannya namun teman-temannya di seluruh Indonesia yang hidup berkecukupan juga membuat komunitas sosial ini di kampungnya masing-masing. Nah, ketika sudah terbangun banyak komunitas sosial seperti ini di Indonesia. Barulah, ide yang lebih besar lagi seperti kampung kreativitas, kampung pemberdayaan masyarakat jobless dsb dapat direalisasikan.

Bagaimana?

 

Iklan

Tentang andihendra

andi hendra paluseri adalahperantau asal medan yang menyelesaikan pendidikannya S1 di ITB jurusan teknik elektro (Tenaga Listrik).
Pos ini dipublikasikan di pengalaman di ITB. Tandai permalink.

5 Balasan ke Membangun Harapan Anak-anak Kurang Beruntung di Sekitar Kita

  1. Chandra B. berkata:

    wah semoga bisa terwujud ya mas.
    sedikit yang saya pelajari dari buku inspiratif Room to Read, bikin organisasi nirlaba untuk membantu orang2 kurang mampu itu hampir sama dengan marketing umumnya. cuma yang dijual dalam hal ini adalah visi. kalo kita bisa menampilkan hasil2 positif dari kegiatan, orang pasti tergerak untuk membantu. 🙂
    semoga terwujud dan berjalan dengan baik! 😀

  2. xennagumilar berkata:

    wah saatnya kita rampungin ini jadi yu ndi…
    senna
    philantropist wannabe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s