Tunjukkan Kehormatanmu Wahai Pemuda Bangsa


Baru-baru ini sebuah opini berisi kritikan yang sangat menohok tentang aksi-aksi suporter Indonesia yang dinilai sudah melampaui batas, menjadi sorotan. Seorang warga Malaysia Wong Chun Wai, menyampaikan keluh kesahnya dalam sebuah harian berpengaruh ‘The Star’ yang berjudul ‘Shame on You’.

Perlakuan diskriminasi yang menimpa atlet Malaysia ternyata juga dialami oleh para awak media malaysia. Bahkan dalam artikel tersebut digambarkan sikap seorang ofisial SEA Games yang mendiskreditkan awak media Malaysia.

“Ini semua orang Malaysia! Tak ada otak semua. Ini negara kami, kalau kalian tidak suka silakan pergi,” ucap Wong menirukan ucapan ofisial Indonesia.

Semua orang pasti dapat membuktikan dengan mata kepala sendiri tentang bentuk diskriminasi ini. Lihat saja bagaimana aksi beberapa suporter Indonesia di semifinal dan final SEA Games ini yang menolak untuk berdiri dan malah menyembunyikan terompet ketika Lagu Kebangsaan Malaysia diperdengarkan.

Tentu saja ini sikap yang demikian itu tidak dapat diterima oleh siapapun. Kita sebagai tuan rumah seharusnya bisa bersikap ramah sebagaimana ‘karakter’ yang digadang-gadang kebanggaan bangsa, agar harkat dan martabat ini tetap terjaga. Asal tahu saja, atlet Malaysia selalu menjadi sasaran caci maki hampir di setiap permainan oleh suporter Indonesia. Lalu, dimana jati diri ‘keramahan itu’?.

Padahal jelas, Indonesia sudah unggul jauh di perolehan medali dengan 100 emas, sedang Malaysia saja hanya mendapat 40 emas dan jauh tertinggal. Tetapi tetap Malaysia diperlakukan berbeda dengan negara lain.

Mungkin Anda marah melihat penderitaan beberapa TKI yang disiksa oleh segelintir orang. Tapi cukuplah hal ini menjadi tanggung jawab pemerintah yang memang pihak yang berwenang untuk mencegah, mengurus dan mengatasinya.

Di akhir artikelnya, Wong-pun menuturkan “Kemenangan penting tetapi itu bukan segalanya. Yang utama adalah kehormatan. Sikap kebencian yang dilakukan secara terbuka sama sekali tidak bisa diterima. Sikap suporter yang mengganggu kenyamanan sungguh memalukan, mereka tidak mengerti arti semangat persahabatan,”.

Saran penulis, marilah kembali ke semangat awal SEA Games yaitu  berkompetisi yang dilandasi niat baik dan sportivitas.

Tentang andihendra

Andi hendra paluseri adalah perantau asal medan yang menyelesaikan pendidikannya S1 di ITB jurusan teknik elektro (Tenaga Listrik).
Pos ini dipublikasikan di pengalaman di ITB. Tandai permalink.

5 Balasan ke Tunjukkan Kehormatanmu Wahai Pemuda Bangsa

  1. buying accutane berkata:

    It’s great to find someone so on the ball

  2. Alex berkata:

    Wow nabil i really love this and i know you’ve tried your best and Saira i did not know you go on pdekenar pensil maybe us 3 can email each other on pdekenar pensil and Nabil tjis is a very good website. well done!And i’ve noticed about Nabil is that he’s speaking English more better now is that right .? Well . Saira might think that! OMD Nabil now i think it’s actually true because when you first came to school you were struggling to speak English and now it’s absolutley amazing . but it has to happen when i’m in Saudi Arabia! Atleast i noticed that your still trying hard!

  3. Yusuf Abdac berkata:

    Jujur, saya tidak melihat aksi supporter Indonesia di cabang lain, tapi untuk cabang sepakbola (yang saya suka) saya melihatnya. Memang itu adalah tindakan yang memalukan, namun mau bagaimana lagi, beginilah bangsa kita. Hidup dengan kebencian, berjalan dengan dendam. Jangankan Malaysia yang notabene banyak melakukan ‘dosa’ pada kita. Namun, pada saudara satu negara satu pertiwi pun kita banyak melakukan tindakan anarkis yang memalukan dan menunjukkan nasionalisme sempit. Grow up… Bangsa besar bukan hanya dari ekonomi, tapi juga dari tingkah laku dan kelapangan hati.

  4. otidh berkata:

    Nggak cuma sama Malaysia aja bos. Gw yang nonton langsung final bulutangkis sabtu lalu, kondisi di sana sama saja. Padahal lawan yang dihadapi Singapura & Thailand yang notabene bukan rival klasik kita.

    Yang lebih parah, saat diputarnya lagu kebangsaan Singapura saat penyerahan medali emas ke mereka, eh suporter INA malah nyanyi lagu kebangsaannya sendiri. What a shame! Begitu juga kala suporter Singapura & Thailand memberikan dukungan pada atletnya, suporter INA malah mem-“booing” mereka. Okelah, mungkin ini kandang kita dan adalah peran suporter utk menjatuhkan mental suporter & pemain lawan yg menghadapi pemain INA. Tapi menurut gw itu bukan semangat sportivitas yg dijunjung dalam event olahraga.

  5. nate berkata:

    emang ‘jago kandang’ doang sih..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s