Bertanya : Apa Motif dibalik Merebaknya film Hantu di Indonesia


‘Hantu Goyang Gila’, ‘Hantu Setan Gaib’ dan segala macemnya. Mungkin kebanyakan Anda setuju dengan saya bahwa film-film seperti ini harus dipertimbangkan kembali untuk muncul di ranah masyarakat yang katanya berbudi pekerti luhur.

Bukan masalah kepercayaan terhadap mistisnya yang memang sampai saat ini masih banyak. Saya juga percaya terhadap hal mistis. Maksudnya di dunia ini, ada makhluk lain selain manusia yang dinamakan Jin yang juga hidup bersama-sama dengan manusia dan tugasnyapun juga menyembah Tuhan. Ada jin jahat, ada jin baik. Nah, jin jahat ini yang kadang usil. Biasanya yang berbau mistis dan menakutkan, dilakukan oleh para jin Jahat ini.

oke balik ke film setan-setanan, tambahan-tambahan ide cerita yang sepertinya malah menjadi tontonan utama, membuat stempel besar di masyarakat bahwa film hantu = film porno (dengan kata lain hantu=porno). Coba deh tanya ke hantu, mereka pasti marah kalau dibilang mereka itu porno. Buktinya, sunderbolong aja jauh lebih sopan dibanding wanita-wanita jaman sekarang. Meski ada sobekan besar di belakang bajunya :D.

Nah, terlepas dari apapun argumentasi para sineas perfilman berbicara alasan mereka menciptakan film bergenre ini, sebaiknya kita harus sadar. Hayo sadar kawan!!!!. Bahwa tugas berat sekarang ada di tangan Anda. Tugas untuk membangun karakter, mental dan budaya pemuda-pemudi bangsa ini yang sedang dalam masa terpuruk-seterpuruknya.

Apakah Anda sadar bahwa kerusakan karakter, mental dan budaya pada mereka itu tak lain juga disebabkan karena peran ‘kreativitas’ Anda ?. Tentunya hal yang sangat hina bila uang telah mengalahkan suara hati Anda untuk membangun bangsa ini. Dampaknyapun tidak sepele. 30,20 atapun 10 tahun lagi akan muncul pemimpin-pemimpin porno di Indonesia karena hasil buah karya  Anda.

Apakah itu yang Anda inginkan? semoga saja tidak.

“Dan tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan beribadah kecuali hanya kepada-Nya, dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan, dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.” (QS. Al – Isra’: 23-24).

Iklan

Tentang andihendra

andi hendra paluseri adalahperantau asal medan yang menyelesaikan pendidikannya S1 di ITB jurusan teknik elektro (Tenaga Listrik).
Pos ini dipublikasikan di pengalaman di ITB. Tandai permalink.

3 Balasan ke Bertanya : Apa Motif dibalik Merebaknya film Hantu di Indonesia

  1. Cash berkata:

    Your article was exleeclnt and erudite.

  2. chy berkata:

    apakah karena ada supply maka ada demand? atau ada demand maka ada supply?
    kalau film bergenre komedi dan horor seksual tidak laku di pasaran, akankah mereka diproduksi lagi?
    sebenarnya ini pembodohan massal atau massa (dengan ikhlas) membodohi diri sendiri?

    kalau justru film-film yang lebih mendidik kalah tenar dari film-film yang anda perbincangkan di atas, sebenarnya apa yang terjadi?
    mungkin memang perlu dipertanyakan, seperti apa model pembentukan karakter manusia indonesia saat ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s