Memperkenalkan Indonesia Melalui Film Budaya


Pernah lihat film Korea yang berlatar kerajaan kan?

Selain terkesan dengan jalan cerita film/serial tersebut, saya juga semakin merasa mengenal budaya kerajaan Joseon baik berupa baju Hanbok-nya ataupun karakter-karakter penduduk kala itu.

Nah, kemarin itu saya pernah merenung. Apakah budaya di Indonesia tidak layak untuk diperkenalkan seperti itu juga? ah…. tidak mungkin! budaya disini banyak dan kisah masyarakatnya-pun tidak kalah banyaknya. Sebut saja Siti Nurbaya, Kisah Putri Hijau bahkan kisah-kisah pahlawan wanita seperti Raden Dewi Sartika dan R.A Kartini juga bisa diangkat menjadi kisah romantis yang memperjuangkan kesetaraan.

Ketika serial Sungkyunkwan Scandal sekarang booming di Indonesia, beberapa hari lalu teman saya memberikan pendapatnya ‘Duh, itu kan hampir sama seperti kisahnya Kartini yang memperjuangkan emansipasi.. tapi Indonesia sukanya malah buat pilem Setan-setan….”. Pendapat yang memang wajar, saya kira.

Selain ide cerita yang memang jelas sudah ada. Di Korea, tempat untuk membuat serial-serial bergenre klasik ini memang sudah disediakan dan dibangun jadi Industri perfilman disana tidak mengalami kesulitan dalam membuat film bersetting abad pertengahan.

Nah, Indonesia mungkin punya. Kalau tidak salah dulu ‘Si Buta dari Gua Hantu’ dan beberapa serial jawa lainnya memakai setting sebuah lokasi di daerah Solo. Akan tetapi tidak tahu bagaimana kondisi lokasi tersebut sekarang.  Nah, disini nih tugas Kementrian Budaya dan Pariwisata dibutuhkan. Sebuah langkah nyata yang akan menghasilkan efek ganda sekaligus. Selain dibuat industri perfilman, tempat tersebut dapat dijadikan lokasi wisata.

Mungkin Indonesia di 2020 sudah mampu menyaingi Bollywood atau bahkan Hollywood. Kalau boleh memberikan nama, namanya Nusawood (diambil dari kata Nusantara). Untuk awal, mungkin kisah romantis yang dimiliki Indonesia, kan banyak tuh. Setelah itu perlahan kita kembangkan teknologi perfilman yang sekarang masih kalah jauh dibanding negara lainnya.

Oh iya, juga tidak ketinggalan unsur komedi di tiap serial/film. Dari berbagai hasil pengamatan, mayoritas orang cenderung menyukai sebuah serial/film bila terdapat unsur komedi di serial/film tersebut. Jadi, bagi para pembuat film hal ini patut dipertimbangkan. Akan tetapi, peran kebanci-bancian sebaiknya jangan pernah dimasukkan menjadi unsur komedi. Karena sifatnya yang contagious, bisa-bisa secara tidak sadar menular dan berkembang di masyarakat.

Tak lupa saya ingatkan, tinggalin deh unsur-unsur mistis yang sebenarnya gak sesuai lagi dengan jaman sekarang. Cukup budaya ketimuran Indonesia yang ditonjolkan, biar bangsa lain tahu kalau Indonesia ini bangsa sopan bukan bangsa porno yang ‘mungkin’ terpikirkan selintas ketika menyaksikan film-film hantu.

Terakhir, Peran Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif juga kementrian Kebudayaan diperlukan untuk sama-sama membangun citra, kreativitas bangsa di hadapan bangsa-bangsa di dunia. Kalau para pembuat film dibiarkan sendiri berjuang keras, maka jangan bermimpi bangsa ini akan dikenal sebagai bangsa multikultural yang mempunyai budaya-budaya yang mengagumkan.

Iklan

Tentang andihendra

andi hendra paluseri adalahperantau asal medan yang menyelesaikan pendidikannya S1 di ITB jurusan teknik elektro (Tenaga Listrik).
Pos ini dipublikasikan di pengalaman di ITB. Tandai permalink.

3 Balasan ke Memperkenalkan Indonesia Melalui Film Budaya

  1. karinasrimaya berkata:

    setuju, keren latar dan intriknya Sungkyunkwan Scandal..
    kamu liat serial yang di tivi ga? haha… kayaknya seruan di novelnya.. terlalu ketebak kalo di tivi (mukanya cewe bgt,*komen ga penting ya)

    sebenernya udah beberapa serial/film yang diproduksi di latar blakang indonesia jaman dulu, kayak yang sang pencerah, misteri gunung merapi (entah kenapa kelintas ini walo ga suka nontonnya –“), dll..

  2. elma la'ia^^ berkata:

    yap betul:D
    indonesia kudu bisa nyaingin industri perfileman negara lain
    banyak faktor yg mendukung sbenarnya perfileman indonesia bisa maju
    banyak sutradara indonesia yg bagus” lho
    juga banyak buangett tempat-tempat di indonesia yg bisa dijadikan lokasi syuting yg dpt dipamerkan ke luar
    bahkan indonesia kaya budaya,so bisa dijadikan inspirasi untuk membuat film
    so,kapan yah perfilman indonesia bisa membuming kayak korsel saat ini..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s