Wanita hati-hati terhadap Assila Syndrome


Beberapa hari yang lalu, seorang teman wanita mem-buzz ym saya untuk berdiskusi tentang masalah yang sedang dihadapinya. Sebut saja namanya Bunga (nama samaran). Si bunga ini sudah dua tahun menyukai seseorang pria yang cukup akrab dengannya. Namun, dia tidak berani mengutarakan isi hatinya. (emansipasi ternyata tidak berlaku di kasus ini)

Akan tetapi, si pria telah melihat gelagat wanita itu dan menyatakan bahwa dia benar-benar tidak ingin menjalin hubungan lain selain pertemanan dan meminta si teman saya untuk menjaga jarak dan sikapnya karena selama ini si pria tersebut menganggap perhatian si wanita tersebut sudah berlebihan.

Dan karena si teman wanita tersebut tidak mau menjaga jaraknya, maka si pria itu yang menjauh. Setahun terakhir ini, tiap wanita tersebut menanyakan kabarnya, pria itu selalu membalasnya dengan ketus dan sedikit kasar.

Mengetahui kondisinya yang sudah separah itu, sayapun menyarankan untuk menahan diri dari berhubungan dengan pria itu. Namun, sayapun kaget mendapati jawaban dari dirinya bahwa secara tidak sadar dia bahagia dengan jawaban yang ketus tersebut karena menurutnya menunjukkan perhatian dari orang yang disayanginya. Sampai saat inipun saya masih mencoba untuk meyakinkan dirinya bahwa tindakan tersebut adalah tindakan konyol yang bisa menghancurkan masa depannya.

———

Contoh kasus diatas memang kebanyakan terjadi pada wanita namun tidak menutup kemungkinan terjadi pada pria yang juga sedang dimabuk asmara. Sikap diri yang mau menerima dikasari dan disakiti oleh pasangan maupun temannya dengan anggapan bahwa itu menunjukkan perhatian dan kasih sayang biasa dinamakan Assilla Syndrome.

Kasus ini sering dianggap sepele namun sebenarnya cukup berbahaya bila seseorang dibiarkan larut dalam masalah ini. Faktor utama terjadinya adalah kurangnya perhatian dan kasih sayang dari orangtua dan teman-temannya yang akhirnya malah membuatnya mencari kasih sayang dari menggantungkan kasih sayang tersebut berasal dari satu orang.

Biasanya hal ini terjadi ketika seseorang telah menemukan orang yang dirasa cocok dengan karakter yang dikaguminya maupun orang yang secara kebetulan pernah menjadi sosok pahlawan atau menolong dirinya.

Nah, bagi Anda yang mempunyai teman, keluarga ataupun malah Anda sendiri yang mengalami Assila Syndrome, nasehat yang saya sarankan adalah :

1. Mengingat bahwa hanya Tuhan-lah pelindung saudara. Tidak ada sesuatu apapun yang pantas untuk Anda bergantung padanya kecuali hanya Tuhan Anda sendiri

2. Ketika melihat gejala ini mulai muncul pada orang lain, usahakan Anda dan teman-teman yang lain untuk memberikannya perhatian sehingga dia merasakan bahwa teman-temannya memperhatikan dan menyayanginya. Agak lebay sih, tapi ini cukup efektif untuk mengurangi Assila Syndrome pada dirinya.

3. Bagi Anda yang mengalami ini, usahakan untuk segera sharing pada orang yang Anda percaya dan mengalihkan bentuk perhatian Anda ke orang lain.

4. Usahakan untuk membatasi, mengurangi atau bahkan memutus komunikasi kepada orang yang membuat Anda secara tidak langsung mengalami Assila Syndrome ini.

Ok, cukup sekian. Bagi Anda yang mempunyai tips lain silahkan dishare disini.

Iklan

Tentang andihendra

andi hendra paluseri adalahperantau asal medan yang menyelesaikan pendidikannya S1 di ITB jurusan teknik elektro (Tenaga Listrik).
Pos ini dipublikasikan di pengalaman di ITB. Tandai permalink.

2 Balasan ke Wanita hati-hati terhadap Assila Syndrome

  1. otidh berkata:

    okeehh… all hail, mastah cinta!! ^_^

  2. theloenkz berkata:

    nama lainnya: kasmaran…. ^o^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s