Karakter Masyarakat Korea dalam Sorotan


Mungkin dari semua serial Korea yang pernah kita saksikan, kesan humble dan humoris menjadi pandangan kita terhadap pemuda korea secara keseluruhan. Akan tetapi setelah diadakan penelitian budaya yang dilakukan dan beberapa pengalaman orang yang pernah berhubungan dengan mereka, mata dunia terbelalak.

Mari saksikan tayangan berikut ini, dimana terdapat dua orang foreigner yang sedang bertanya tentang suatu tempat

Akan tetapi, cukup berbeda dengan para orangtua yang budaya keramahannya masih ada

Terlebih lagi, bentuk diskriminasi yang terjadi pada seorang warga India yang dilakukan oleh pihak kepolisian korea dan berita ini menjadi berita besar di India.

Hal ini bukan dimaksudkan untuk menjelek-jelekkan penduduk korea akan tetapi dapat menjadi pelajaran sendiri bagi kita bangsa Indonesia. Bangsa yang ingin menggapai kesuksesan seharusnya tetap menjaga karakter keramahan yang mereka miliki, apalagi bangsa timur yang memang sedari dulu sudah terkenal akan keramahan dan budayanya.

Sebenarnya masalah rasisme ini tidak hanya masalah bangsa Korea. Mungkin Anda pernah mendengar kisah beberapa suporter, pelatih dan pemain Malaysia yang kemarin ikut Sea Games di Indonesia. Mereka menyesalkan perlakuan diskriminasi parah yang mereka dapatkan. Atas dasar apapun, rasisme itu tidak dapat dibenarkan. Apa bedanya Anda dengan Israel atau Adolf Hitler bila tetap mempertahankan rasisme?

Kembali ke topik karakter bangsa korea, pernah suatu ketika seorang fans dari Indonesia yang tergila-gila akan korea lalu mengunjungi korea. Disana dia berniat untuk ikut serta dalam donor darah. Akan tetapi setelah perawatnya tahu bahwa fans tersebut berasal dari Indonesia, dia tidak diijinkan untuk menyumbangkan darah karena menganggap darah orang Indonesia kotor. Setelah itu, pendapatnya tentang korea berubah total.

Makna dari semua ini adalah kalau mengidolakan sesuatu janganlah terlalu berlebihan apalagi mereka yang tidak terlalu anda kenal karakter pribadinya. Cukuplah idola dari agama anda yang menjadi panutan untuk menjalani hidup ini.

Iklan

Tentang andihendra

andi hendra paluseri adalahperantau asal medan yang menyelesaikan pendidikannya S1 di ITB jurusan teknik elektro (Tenaga Listrik) dan saat ini sedang menempuh pendidikan S2 Ilmu Hukum di Universitas Jayabaya.
Pos ini dipublikasikan di pengalaman di ITB. Tandai permalink.

9 Balasan ke Karakter Masyarakat Korea dalam Sorotan

  1. Ladona berkata:

    Saya belum pernah ketemu orang korea langsung, jadi saya emang masih gatau gimana kepribadian orang korea. Tapi saya banyak baca artikel tentang rasisme di korea yg suka ngejudge seseorang dari muka, kulit sama kewarganegaraan. Cuma emang artikel biasanya lebih subjektif jadi kita kadang suka langsung percaya pada apa yg ditulis di artikel tersebut. At least pasti masih banyak orang baik dan ramah di korea yg ga banyak ke sorot

  2. desi berkata:

    lh ga gitu kok,mama q dulu ad knl sma org korea aslinya baik bngt ga pelit,dan jg ga kasar

  3. Anonim berkata:

    terusin yg tadi..pria korea itu ga smua kasar..kbtln pacar saya itu kl ngo haluss bgt ga pernah nada tinggi. sebrengsek2 nya mrk, co korea tipe yg penuh tanggung jawab loh..dan kl dah cinta total..hihi..
    intinya kita ambil yg positip nya dr mereka yg bisa buat indonesia more than better..masa indonesia kalah saing sm negara yg segede jawa barat doang

  4. Anonim berkata:

    org korea terkenal pelit katanya..tapi yg aku rasain sendiri ga smua gitu.
    aku dah byk bergaul dgn bangsa ginseng ini..mrk terkesan pelit krn dl nya mrk itu miskun. mrk cm punya otot, otak dan harga diri, tp toh nyatanya bisa jd negara kaya yak…
    pacar sy sndiri org korea..kbtln dr marga yg cukup “menak” jd dr bicara, bers

  5. farizki berkata:

    Kita memang tidak bisa men-generalisasi karakter semua orang yang berada di suatu lokasi.

    Tidak semua orang korea rasis, masih banyak yang baik juga (humanis sekali). Tapi, memang masih banyak juga yang rasis (saya pernah mengalaminya sekali 🙂 ).

    Intinya, ya sudahlah, biarkan saja. yang penting biar jadi pelajaran untuk diri kita pribadi, dan untuk bangsa Indonesia kedepannya. Saya juga ingin mengkritik beberapa PEMUDA/PEMUDI Indonesia yang sangat “Cinta Buta” dengan produk-produk (baik itu entertainment, dll) Korea. Alasan saya memang subjective (banyak kok alasan yang lebih general dan objective) yaitu, Saya malu disini dikabarkan dengan teman-teman korea bahwa “indonesia suka korea” lah..dll…memangnya bangsa korea bangsa apa ?

  6. manisha berkata:

    Ah, ane rasa nggak semua orang Korea kayak gitu. kita aja kyk gitu!!Coba ja remaja2 yg bermobil n gaya hidup na nggak jelas, mereka jg pasti seneng beda2in orang, palagi wanita2 “sosialita” pecinta tas jinjing!!! Klo nge fans g ush berlebih, ane jg nge fans sekedar mengagumi ciptaan Yang Kuasa aja….cz emang mereka bening2 tho???!Mereka mungkin emang rasis dg orang Asia Tenggara (di video tu)…lha orang Indonesia??? sesama bangsa sendiri ja dah beda2in!!!!!!!!! afwan ya

  7. andihendra berkata:

    haha… sumber yang lebih terpercaya ini.. ok2…
    sebenarnya dari awal udah mikir kalo videonya dibuat ama mereka yang iri sama kesuksesan korea
    tapi balik lagi, hikmah yang aku dapatkan bukan tentang mereka, tapi penduduk Indonesia sendiri biar gak rasis..

  8. izmantoko berkata:

    Jangan terlalu percaya sama video2 itu, Ndi.
    Saya di sini baik-baik aja kok, nggak pernah dirasisin sama sekali.

    • andihendra berkata:

      haha… sumber yang lebih terpercaya ini.. ok2…
      sebenarnya dari awal udah mikir kalo videonya dibuat ama mereka yang iri sama kesuksesan korea
      tapi balik lagi, hikmah yang aku dapatkan bukan tentang mereka, tapi penduduk Indonesia sendiri biar gak rasis..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s