Menjawab Pertanyaan Cakadiv KBL-ITB 2012


Kali ini saya akan berusaha menjawab beberapa pertanyaan yang diajukan oleh cakadiv 2012. Namun, sebelum itu saya akan memaparkan alur kerja yang terjadi di KBL sehingga mungkin beberapa pertanyaan sudah ter-cover dengan penjelasan ini.

dapat dikatakan alur kerja di KBL itu terbagi dalam 5 tahap :

1. Pembelian bahan baku

2. Pembuatan menu (pesanan, prasmanan dan minuman)

3. Pembayaran di kasir

4. Pengantaran pesanan

5. Pengambilan alat makan untuk dicuci

Penjelasan :

1. Pembelian bahan baku

setahu saya yang terjadi sampai saya pensiun, pembelian bahan baku diserahkan pada supplier dengan catatan ‘reasonable margin’. Reasonable margin ini tentui sendiri aja. Tentunya mempertimbangkan harga pasar barang tersebut serta ongkos transportasi yang supplier keluarkan. Dulu saya defaultnya buah ambil margin paling besar 500 rupiah/kg.

Kalau daging saya belum bisa gitu mengontrol karena harga pasar sulit didapat dengan benar.Ini berlaku bukan hanya supplier dari luar tapi juga karyawan yang menjadi third party didalam penyediaan bahan baku KBL. Saran kedepannya: Survey pasar harus lebih dirutinkan agar bisa membandingkan harga supplier yang masuk ke KBL.

2. Pembuatan Menu (Prasmanan, Pesanan, Minuman)

2.a Menu Prasmanan -> Pak engkus udah mulai memasak menu prasmanan sejak sore hari untuk dijual keesokan harinya. Mulai dari daging, telur, nasi dll. Sisa menu prasmanan yang belum selesai dikerjakan shubuh. Jadi bayangin, mereka nyiapin makanan sampe malem trus keesokan harinya harus bangun pagi-pagi untuk memasak lagi. Jadi istilah uang jaga malem, selain untuk jaga inventaris KBL juga untuk tambahan memasak itu. Biasanya para parttimer yang menginap di kbl juga harus membantu, sebagai bentuk dispensasi karena mereka makan malam dan pagi di KBL.

2.b Menu Pesanan

Keesokan paginya, antara jam 5-6 seluruh parttimer harus udah datang untuk membantu meracik (meski jam kerja mereka jam 7, namun sudah menjadi budaya di KBL bahwa mereka harus dateng jam 6 udah membantu meracik. Sebagai dispensasinya, mereka mendapatkan uang lembur yang tidak seberapa itu. (pertimbangin uang lembur ini deh). Setelah semua selesai diracik barulah dimasak. Kalau nasi goreng dipersiapkan dari awal. Namun menu pesanan lain, agak sulit disediakan pagi banget. Jadi biasanya agak siangan, sekitar jam 9-10, menu pesanan yang lain baru ada. KARENA KETERBATASAN TEMPAT DAN PROPERTI.

2.c Menu Minuman

Menu ini juga sama ribetnya kayak menu pesanan. Buah-buahan yang disupply ama suami bu jujun, harus dikupas dan dibersihkan dulu. Batu es harus dihancurkan dan pekerjaan lainnya. Si chiko yang bertugas untuk ini ‘kalo gak salah’. Nah, yang sering dikomplain ama karyawan lain, pak amir yang menjadi ketua bidang minuman agak telat datangnya.

3. Pembayaran di Kasir

Alur bisnis ini cukup ribet di siang hari. Memang pagi hari kerjanya terkesan magabut, tapi siang harinya.. haduh.. harus siap kuda-kuda. Apalagi kalau lagi ingin ke belakang disaat konsumen lagi banyak, udah deh.. Nah, saran ke kamu: kalau seperti ini manfaatkan karyawan TOKEMA/teh nani aja, kalo bisa buat bantuin kasir hanya untuk waktu puncak jam 12-13. Bolehin makan gratis deh. Biar gak terlalu crowded dan lama. Oh iya, jangan lupa sosialisasiin dua lajur bayar prasmanan. Jadi biar antrinya gak terlalu lama.

4. Pengantaran Pesanan

Ini yang sering dikomplain ama pengunjung. Kebanyakan pengunjung kita kan mahasiswa, jadi waktu istirahatnya itu terbatas. Kalau nunggunya aja udah lebih dari setengah jam, kapan waktu mereka buat solat dan siap-siap ke kelas. Kalau memang dirasakan udah banyak pesanan yang masih harus dipersiapkan (terutama di siang hari), menu pesanan distop dulu penjualannya. Teh jujun bantuin lis aja jual prasmanan. Nah, setelah kira-kira setengah jam ditutup, baru teh jujun jual lagi menu pesanan.

5. Pengambilan alat makan untuk dicuci.

Ini juga bermasalah di siang hari dimana seluruh karyawan sedang sibuk-sibuknya. Kalau tidak salah pak jajang yang bertugas ngambil alat makan untuk dicuci dan dipergunakan kembali. Mungkin bisa jadi bahan evaluasi, tolong dicek beberapa hari seminggu di siang hari. Pernahkah piring/garpu/sendok habis di meja prasmanan?. kalau ini terjadi berarti alat makan belum diambil dan dicuci. Pengaruhnya, pengunjung akan beralih ke menu pesanan (yang marginnya lebih dikit daripada menu pesanan) atau bahkan bakso.

ok, cukup itu dulu deh. Besok saya lanjutin lagi.

Iklan

Tentang andihendra

andi hendra paluseri adalahperantau asal medan yang menyelesaikan pendidikannya S1 di ITB jurusan teknik elektro (Tenaga Listrik) dan saat ini sedang menempuh pendidikan S2 Ilmu Hukum di Universitas Jayabaya.
Pos ini dipublikasikan di pengalaman di ITB. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s