Sudah siapkah Memimpin Rumah Tangga?


Kalau pertanyaan seperti itu diajukan pada saya sekarang, tentu saja jawabannya belum bisa. Namun sampai kapan jawaban belum bisa ini terus dilontarkan?. Parameter ‘mampu’ seperti apa yang menjadi landasan saya untuk menjalin suatu mitsaqan ghaliza yang berat itu?.

Sebelumnya, saya kurang peduli dengan ini semua. Namun, ketika mendapat kabar seseorang teman akan melangsungkan akad nikahnya tahun ini, saya jadi tersadar bahwa seseorang cepat atau lambat akan mengalami fasa ‘pernikahan’ di dalam hidupnya dan seharusnya dipersiapkan sedini mungkin.

Ok, ijinkan saya untuk berfikir tentang persiapan apa yang akan dilakukan dengan membagi jenis persiapan yang ingin saya kerjakan, ( asumsi pasangan sudah ada :D)

1. Pemahaman Dien secara kaffah (included hapalan, dan amalan yaumiyah)

2. Persiapan maisyah yang cukup

3. Pengintegrasian visi dan misi kedua belah pihak (included metode pendidikan anak dan family knowledge sharing)

Penjabaran :

1. Pemahaman Dien secara kaffah (included hapalan, dan amalan yaumiyah)

Pengetahuan yang bersumber dari Dien yang benar tentunya tidak akan menyesatkan dan merugikan. Sehingga pengetahuan tentang bagaimana menjadi figur suami dan ayah yang baik sudah dipelajari dengan baik.

Dan tak lupa, menjadi contoh adalah lebih baik melalui perbuatan apalagi bila yang mencontohnya adalah anak-anak. Untuk mendidik anak dengan baik, tindakan yang layak untuk dijadikan contoh adalah amalan yaumiyah yang tepat dan benar. Bagaimana mungkin saya mengharapkan anak saya menjadi pribadi yang cinta Tuhan bila saya tidak mencintai Tuhan?.

2. Persiapan maisyah yang cukup

Maisyah adalah penghasilan. Seperti yang dikatakan banyak orang ” uang bukan segalanya, tapi segalanya butuh uang”. Untuk itu, manajemen harta sangat diperlukan setiap orang terutama yang sedang berkeluarga. Namun mempersiapkannya sebelum berkeluarga adalah hal yang sangat baik. Dengan taat pada manajemen harta yang sudah saya buat, kira-kira sekitar kuartal pertama tahun 2013, harta yang terkumpul sudah cukup untuk modal menikah.

3. Pengintegrasian visi dan misi kedua belah pihak (included metode pendidikan anak dan family knowledge sharing)

Hal ini juga cukup penting. Ketika dua insan sudah dipertemukan dan berkomitmen untuk membentuk keluarga tentunya mereka harus menyelaraskan visi dan misi hidup mereka kedepannya. Membuat targetan-targetan bersama agar di kemudian hari setiap penyelesaian konflik mengacu pada visi dan misi yang telah dibuat bersama pada awalnya.

Karena anak adalah investasi yang penting, tentunya keluarga sebagai tempat pendidikan awal haruslah secara intensif mengatur dan menjaga mereka. Kedua orang tua yang bertanggung jawab melakukan hal tersebut haruslah merencanakannya seawal mungkin.

Iklan

Tentang andihendra

andi hendra paluseri adalahperantau asal medan yang menyelesaikan pendidikannya S1 di ITB jurusan teknik elektro (Tenaga Listrik) dan saat ini sedang menempuh pendidikan S2 Ilmu Hukum di Universitas Jayabaya.
Pos ini dipublikasikan di asrama dodik medan. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Sudah siapkah Memimpin Rumah Tangga?

  1. theloenkz berkata:

    mantap gan, bagi2 resep yah…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s