Leader :How to be a good listener?


Didalam berorganisasi/bekerja, tentunya seorang pemimpin haruslah memiliki decision making skill tidak hanya tepat, tetapi juga cepat. Selain itu, kemampuan untuk mendengarkan dan memecahkan masalah yang sedang dialami oleh stafnya adalah sesuatu hal yang penting karena bila dibiarkan akan membuat pekerjaan lain terkendala.

Banyak leader yang hanya mengatakan ‘Pokoknya saya gak mau tahu, kamu dateng ke saya kalau masalah ini sudah selesai’. Meskipun kalimat ini membuat stafnya lebih produktif namun tak jarang dapat menimbulkan overstress juga.

Memang dapat dimaklumi ketika para leader juga memiliki banyak pekerjaan sulit yang harus diselesaikan. Namun memberikan coaching yang efektif sebenarnya selain tidak begitu memakan waktu juga bisa mempererat hubungan batin antara leader dan stafnya. Coaching efektif ini intinya berbasis mendengarkan. Tahapannya sebagai berikut :

1. What is your story?

Disini si leader tersebut selain menanyakan masalah juga memberikan kesan bahwa dia memahami situasi yang sedang dialami oleh stafnya tersebut (empati). Dalam tahap ini hal yang dilakukan oleh si leader adalah membaca pekerjaan-pekerjaan yang telah dilakukan oleh stafnya tersebut sampai akhirnya menemukan masalah. Kedua, mendapatkan definisi yang jelas tentang masalah apa yang sebenarnya dihadapi.

2. Let Me Share My Story

Di tahap ini, baik kiranya bila leader pernah memiliki problem yang sama dan men-share tentang solusi yang diambilnya. Namun, bila memang masalah tersebut tergolong baru mungkin bisa menceritakan tentang pengalaman pemecahan masalah yang mirip dengan masalah yang baru.

3. So, what is our Story?

Di tahap ini, leader mengajak staf tersebut untuk bersama-sama mengembangkan langkah terbaik untuk menyelesaikan masalah tersebut. Meskipun pada akhirnya yang merealisasikan pekerjaan tersebut adalah si staf namun dengan bantuan leader, staf juga merasa bahwa leader sangat berperan besar dalam proses pemecahan masalahnya.

Tentang andihendra

Andi hendra paluseri adalah perantau asal medan yang menyelesaikan pendidikannya S1 di ITB jurusan teknik elektro (Tenaga Listrik).
Pos ini dipublikasikan di pengalaman di ITB. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s