Masalah Rutin dan Non-Rutin KBL


1. Kedisplinan Karyawan

Sudah menjadi suatu kebiasaan ketika terjadi pergantian kepengurusan, maka di awal-awal semangat pengurus yang baru akan begitu menggebu-gebu. Pengawasan yang cukup ketat dilakukan untuk menjaga kedisplinan karyawan. Dengan adanya pengawasan ini, karyawan biasanya akan agak rajin (di awal-awal kepengurusan saja). Seiring berjalannya waktu dan mulai longgarnya pengawasan pengurus, kedisplinan ini-pun mulai longgar.

Solusi yang pernah dicoba : Secara random tiap minggu mengecek kedisiplinan karyawan terutama di pagi hari dan mencatat alasan-alasan yang membuat karyawan tersebut datang tidak tepat waktu.

2. Lamanya Pembuatan dan Penyediaan Makanan Pesanan di Siang Hari

karena siang hari adalah waktu istirahat bagi semua mahasiswa ITB, maka di peak time inilah karyawan akan kewalahan menyediakan menu pesanan dalam waktu cepat dan porsi banyak. Seperti yang kita tahu bahwa waktu istirahat mahasiswa hanya sejam dan pembuatan menu pesanan ini sifatnya after-order. Yaitu dibuat setelah ada pesanan.

Solusi yang pernah dicoba : Menghentikan proses penjualan (untuk menu pesanan) pada saat jam-jam puncak ketika menu pesanan yang sebelumnya masih banyak dan belum diselesaikan. Dan kalau bisa di tahun ini, lakukan perampingan menu-menu yang ada agar varietas menu tidak memperlama proses penjualan menu pesanan di siang hari (atau batasi penjualan menu pesanan di siang hari)

3. Terkadang banyak makanan sisa yang tidak terjual dibuang

Terkadang karyawan tidak mengetahui informasi tentang kondisi kampus yang mengakibatkan kelebihan makanan yang dipersiapkan padahal customer sedikit. Ini harus selalu diwaspadai mungkin dengan membuat papan yang isinya tentang kondisi kampus (libur, ramai, sepi dll). Dan daripada dibuang ke tong sampah, mending makanan yang masih layak makan dibuang ke perut pengurus saja :D. Ini beberapa kali telah saya lakukan.

4. Belum fix-nya metode jualan malam yang dilakukan

5. Berserakannya Kucing dan binatang-binatang lain di KBL

Tentunya ini sangat mengganggu pengunjung, dulu sudah pernah dilakukan penangkapan-penangkapan beberapa kucing dan dilakukan pembuangan. Eh, masih tetep aja dateng kucing baru. Kalau binatang lain itu sifatnya musiman, kayak ulat bulu, lalat dll. INGAT! kalau ulat bulu jangan lakukan penyemprotan dengan pestisida karena itu lingkungan masak. Disarankan untuk melakukan pembakaran saja.

Proker yang  belum tercapai :

1. Survey Pasar rutin -> saya wanti-wanti ke pengurus yang baru, ini harus selalu dilakukan. Kalau tidak komit melakukan kini, mending mundur saja deh karena sangat signifikan peranannya dalam mengontrol harga-harga yang diberikan supplier

2. Inventarisasi Barang KBL -> Memang pencatatan itu mudah, namun bila dilakukan asal-asalan tentunya akan mengakibatkan data yang didapat tidak akurat. Lakukan pekerjaan ini dengan benar dan rutin untuk mengecek inventori yang dimiliki oleh KBL. Sehingga dapat dilihat jumlah barang yang hilang dan rusak tiap bulannya.

3. Koordinasi Tiap Minggu dengan Karyawan dan Pengurus KBL -> coba perhatikan rumah makan dan restoran, mereka melakukan koordinasi ini untuk mensosialisasikan tujuan mingguan, penyelesaian masalah ataupun rencana penjualan selama seminggu. Tentunya ini penting bagi kalian karena akan menempa para pengurus menjadi pribadi yang profesional dan bergaul dengan karyawan (minimal seminggu sekali).

Saya cukupkan sampai segini dulu.

 

Iklan

Tentang andihendra

andi hendra paluseri adalahperantau asal medan yang menyelesaikan pendidikannya S1 di ITB jurusan teknik elektro (Tenaga Listrik).
Pos ini dipublikasikan di pengalaman di ITB. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s