Pembatasan Penumpang seharusnya tak hanya di Pesawat saja…


Mungkin ada masih ingat tentang kematian ratusan imigran gelap dari timur tengah di laut Jawa Timur lalu?. Salah satu penyebab kematian, selain karena badai yang kencang, overcapacity itu menjadi faktor lain penyebab tenggelamnya kapal tersebut.

Kalau mau ditelisik lebih jauh, kecelakaan juga sebenarnya rentan terjadi pada kereta api, bus dan angkutan lainnya yang tidak terlalu memperhatikan batas kapasitas di moda transportasi tersebut.

Lain halnya dengan pesawat yang memang sangat ketat dengan batas kapasitas penumpang di dalamnya. Jadi kita akan jarang mendapati kasus kecelakaan pesawat dikarenakan pihak maskapai memberikan toleransi terlalu besar di batas penumpang kapal.

Coba bayangin kereta api, kapasitas yang seharusnya cuma 500 nyatanya diisi dengan 1000 orang lebih. Kita bisa menyaksikannya dengan mudah di kondisi perkeretaapian Jakarta. Saya pernah mengalaminya dan sudah merasa tobat bila harus merasakannya lagi.

Tidak jauh berbeda dari kondisi kereta, bis-pun melakukan hal yang sama. Moda yang sangat rawan dengan kisah pelecehan seksual dan pencurian barang berharga ternyata secara tak langsung memudahkan para pelaku kriminal untuk melancarkan aksinya. Kondisi penuh sesak yang terjadi di bis, membuat penumpang tidak begitu memperdulikan barang bawaan dan dirinya sehingga terjadilah peristiwa kriminal tersebut.

Bila mau berbicara safety, tentunya tidak hanya pesawat yang wajib melakukannya. Moda transportasi yang lainpun seharusnya sama. Keuntungan memang faktor utama namun keselamatan dan kenyamanan juga layak dipertimbangkan dalam memberikan pelayanan.

Iklan

Tentang andihendra

andi hendra paluseri adalahperantau asal medan yang menyelesaikan pendidikannya S1 di ITB jurusan teknik elektro (Tenaga Listrik) dan saat ini sedang menempuh pendidikan S2 Ilmu Hukum di Universitas Jayabaya.
Pos ini dipublikasikan di pengalaman di ITB. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s