2 Hari Kembali Ke Kota Bandung


(Hari Pertama)

Akhirnya setelah lebih dari 6 bulan meninggalkan kota kembang, pekan ini mempunyai kesempatan untuk kembali ke kota tersebut. Kerinduan akan suasana kuliah dan kumpul bersama teman-teman menimbulkan antusias yang sangat tinggi saat masuk ke kota ini.

Saking antusiasnya, awalnya berencana ingin ke Bandung jumat pukul 10 malam. Akan tetapi travel yang dikunjungi hanya membuka perjalanan sampai pukul 9 malam. Terpaksalah harus kembali ke kosan dan menunggu sampai pagi untuk keberangkatan pukul 6. Agak sedikit takut macet juga karena sehari sebelumnya terjadi kericuhan di jalan tol karena diblokir oleh para buruh yang sedang berdemo. Akan tetapi, sisa-sisa aksi demo sepertinya sudah hilang dari jalan tol tersebut.

Sampai di Bandung, tujuan pertama adalah mesjid Salman. Selain memang karena kebutuhan ‘belakang’ yang mendesak, saya ketempat ini juga untuk mengingat betapa pentingnya Bandung sebagai role model kota perjuangan islam di Indonesia dan Mesjid Salman adalah salah satu mercusuar ‘perjuangan’nya.

Setelah itu, memasuki gerbang itb dan menelisik isi didalamnya yang tidak begitu berubah (ya iyalah, wong baru 6 bulan yang lalu saya masih disini sejak diwisuda 16 Juli 2011). Terlihat gedung kerma PLN-ITB (tempat kuliah dan lab TA saya). Setelah asyik melihat pengumuman nilai mahasiswa yang ternyata masih variatif hurufnya, perjalanan dilanjutkan menuju rumah kedua saya di kota Bandung yaitu KBL-ITB. Sebelumnya sempat bertemu dengan kang-A dan bercerita singkat tentang training saya.

Saat di KBL, ternyata pengurus Kokesma 2012 sedang berkumpul dan tak ingin mengganggu rapat yang mereka gelar, sayapun segera menyapa teh nani, pak engkus, mas ajat (pekerja kokesma) yang sedang ada disana. Bercerita panjang tentang kehidupan karyawan sampai masalah gaji saya (oalah -_-‘).

Kemudian pergi ke counter AHA di jalan Dago, mengisi pulsa dan menjelaskan problem modem AHA yang tidak begitu optimal koneksinya di Jakarta ternyata gara-gara saya menggunakan nomer bandung (ooo). Karena masih pukul 10, saya langsung beranjak ke warung Lontong Padang di depan Pasar Dago yang dahulu menjadi tempat langganan saya untuk sarapan pagi. Alhamdulillah masih buka dan si ibunya masih kenal dengan saya hehe… (tapi kali ini gak dapet diskon :D).

Setelah kenyang, bersiap-siap menuju tempat saya di akhir semester 8 kemarin, tepatnya di Galeri Cieumbeluit (itu lho, tempat yang terjadi kasus penendangan atas suster ngesot jadi-jadian di lt.17). Disana bertemulah dengan dua orang teman lama, langsung cerita tentang pengalaman training yang sudah selesai dijalankan selama 6 bulan terakhir.

Setelah lelah bercerita, tiba saatnya saya mengerjakan tugas kantor untuk membuat notulensi rapat kemarin. Untungnya selesai juga sebelum jam 1 siang karena saya harus bertemu dengan teman lain yang sedang menunggu di itb. Agak sulit juga bertemu karena saat itu Bandung sedang diterpa hujan lebat dan akhirnya bertemu. Bercerita tentang pengalaman dulu waktu mencari kerja.

Sorenya, kedua orang teman tersebut mengajak saya untuk refleksi selama 90 menit di daerah Sukajadi. Awalnya saya menolak karena memang tidak terbiasa refleksi, tapi akhirnya luluh juga dan ternyata memang hasilnya memuaskan. Ada kejadian lucu, waktu itu kami ditawari apakah ingin memakan bubur atau tidak. Kami bertiga bingung dan memutuskan untuk menolak tawaran tersebut, namun tak beberapa lama saya memanggil kembali petugas tersebut dan dengan polosnya bertanya, ‘mbak, buburnya free gak yah?. Spontan, seisi ruangan tertawa dan petugas tersebutpun tersenyum sambil menjelaskan bahwa bubur sudah included dalam paket refleksinya.

Setelah selesai refleksi, jam 08.30 pm saya mempunyai janji lain untuk ketemuan bersama Mr.B dan Mr.C . Obrolannya terkait visi hidup pribadi. Wah-wah, kesempatan seperti ini yang ditunggu karena merecharge kembali visi hidup yang sempat dilupakan beberapa waktu kemarin. Obrolan panjang inipun berakhir larut malam sekitar 11.30 pm. Dan sampai apartemenpun saya masih mencoba untuk mencari beberapa training yang berkaitan industri Migas yang diselenggarakan di tahun ini.

Hari yang melelahkan namun menyenangkan….!

(continued)

 

Tentang andihendra

Andi hendra paluseri adalah perantau asal medan yang menyelesaikan pendidikannya S1 di ITB jurusan teknik elektro (Tenaga Listrik).
Pos ini dipublikasikan di pengalaman di ITB. Tandai permalink.

Satu Balasan ke 2 Hari Kembali Ke Kota Bandung

  1. Anonim berkata:

    ketemu pa nanang ga kau ndi? masih aja ngirit padahal gaji udah 7 digit, hehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s