Ketika ‘Partai Itu’ Mau Membongkar Kasus Korupsi ‘Wisma Asiong’


Prahara kasus korupsi ‘Wisma Asiong” seakan membuka tabir gunung es yang selama ini tertutupi dan sengaja untuk ditutupi dengan pelbagai ‘pengalihan isu’ yang ternyata sekarang sudah barang kuno bagi masyarakat.

Saya sendiri sih yakin kalau bukan hanya ‘Partai Itu’ saja yang terlibat dalam kasus ini. Pasti masih banyak mafia dan pihak yang terlibat bahkan mungkin partai yang katanya mengusung kebersihan/keadilan/kebangkitan/perjuangan sekalipun bisa bersengkokol dalam kasus ini.

‘Partai itu’ bisa menjadi Pahlawan tapi juga bisa menjadi Firaun. Menjadi Pahlawan bila memanfaatkan momentum ini untuk membongkar kasus dan pelaku korupsi terdahulu. Cukup dibongkar saja, tak perlu diproses. Karena bila diproses, Pulau Kalimantan-pun bila dijadikan rumah tahanan tak akan mampu menampung jumlah mereka. Setelah itu  mungkin dapat dikaji yang salah personal atau sistem. Kalau sudah sedemkian banyak pelakunya, maka tersangka utama yang pantas digantung adalah ‘sistem’. Siapa pembuatnya?

Dari tukang sapu sampai Presiden-pun tak akan terbebas dari budaya korupsi ini. Karena apa? karena memang sistem yang ‘merayu’ sampai akhirnya ‘mewajibkan dan memaksa’ untuk dijalankan.  Apalah sistem itu, didikan koloni Belanda yang memang hanya bertujuan untuk mencuri kekayaan Indonesia sahaja. Namun masih dijalankan sampai sekarang. Tampak luarnya ‘bolehlah’ tapi maknanya lebih busuk daripada sampah.

‘Partai itu’ pula bisa menjadi Firaun. Maksudnya, meskipun kasus ini sudah sebagian terbongkar namun tetap ditutupi dengan berbagai peristiwa di bangsa ini atau biasa disebut dengan pengalihan isu. Karakter Firaun yang sangat tidak mau disalahkan meskipun perilakunya hina dan tercela akan sangat tepat disandingkan dengan ‘Partai itu’.

Jadi sekarang pilihan diberikan kepada ‘Partai itu’, mau menjadi pahlawan atau menjadi Firaun. Kalau menjadi Pahlawan, tentunya akan membuat orang sadar untuk memulai segalanya dari ‘0’ kembali. Kalau menjadi Firaun. berarti mempertahankan kebejatan yang sudah mengakar di bangsa ini.

Iklan

Tentang andihendra

andi hendra paluseri adalahperantau asal medan yang menyelesaikan pendidikannya S1 di ITB jurusan teknik elektro (Tenaga Listrik) dan saat ini sedang menempuh pendidikan S2 Ilmu Hukum di Universitas Jayabaya.
Pos ini dipublikasikan di pengalaman di ITB. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s