Masuk ke Renewable Energy?


Per 1 Februari kemarin, di tempat kerja saya ada satu bagian baru. Namanya Renewable Energy. Dengan masuknya renewable energy ke tempat kami, mulailah naluri arus kuat yang dulu terpendam dan sengaja ingin dipendam akhirnya muncul kembali. Untungnya pernah mendapatkan kuliah tentang renewable energy selama satu semester di bangku s-1.

Begini, kan saya sudah mulai mencari informasi tentang feasibility wind power di Indonesia. Ternyata dari segi ekonomi, bisnis ini kurang layak apabila pemerintah tidak memberikan banyak kemudahan bagi para investor. Dosen saya di institut yang sama dulu pernah menstate bahwa beliau mampu membuat turbin angin yang bisa menghasilkan listrik hanya dengan kecepatan 1 m/s. Dengan 2 m/s saja sepertinya sudah cocok dengan angin di Indonesia yang angin-anginan apalagi yang 1 m/s. Akan tetapi tetap saja biaya menjadi pertimbangan utama.

Dari informasi yang saya baca, renewable energy yang paling murah itu pertama Air, kedua Geothermal dan ketiga yah wind power itu. Kemudian mulailah saya membaca ulang tentang geothermal, duh di Indonesiapun ternyata masih terkendala masalah harga. Dengan Permen ESDM No.2/2011 yang baru saja harga maksimumnya masih 9,7 sen USD/kwh yang dibeli PLN. Padahal untuk membuat investor tertarik itu harganya harus diatas 10 sen USD/kwh. Potensi Indonesia yang sangat besar di bidang geothermal ini malah belum bisa diserap  dengan maksimal.

Kalau mau dibandingkan dengan harga pembangkit yang menggunakan BBM-pun harga itu masih sangat murah. Harga fuel pembangkit yang menggunakan BBM itu sekitar 30 sen USD/kwh. Tapi yah sudahlah, niatnya hanya satu yaitu membantu memajukan negara dengan merealisasikan potensi raksasa yang masih tertidur.

Oh iya, tadi saya katakan bahwa energi air itu energy yang paling murah kan yah?. beberapa pihak kurang mempertimbangkan pembangkit air karena sifatnya yang sangat bergantung pada kondisi cuaca. Namun ternyata ada teknologi pump storage (yang dulu pernah diceritakan dosen saya pada saat saya sedang tertidur di kelas) yang bisa membuat supply energi dari air ini cukup stabil. Lain kali akan saya bahas lebih dalam tentang ini.

Nah, kembali ke topik masuknya renewable energy ke bagian kami. Maka saya harus mencari tahu tentang segala hal/potensi yang dapat direalisasikan dalam segi bisnis. Lebih khusus lagi, saya sekarang sedang mencari tahu tentang bagaimana mengoptimalkan/mengefisienkan kerja dari sebuah pembangkit geothermal. Kalau memang dari segi teknologi itupun belum bisa, mungkin dari segi komersialisasinya.

Saran dan masukan sangat diapresiasi.

Salam

Andi Hendra Paluseri

Iklan

Tentang andihendra

andi hendra paluseri adalahperantau asal medan yang menyelesaikan pendidikannya S1 di ITB jurusan teknik elektro (Tenaga Listrik).
Pos ini dipublikasikan di pengalaman di ITB. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Masuk ke Renewable Energy?

  1. Elaine berkata:

    Tonwodhcu! That’s a really cool way of putting it!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s