Demo Anarkis


Sepanjang hari ini, anak2 sampai orangtua di Indonesia pasti cukup mengikuti perkembangan aksi menentang kenaikan harga BBM. Saya tidak pro ataupun kontra terhadap penentangan tersebut. Namun, yang akan saya soroti kali ini adalah metode brutal yang disiarkan secara langsung di layar kaca kita semua.

Demonstrasi adalah bentuk penyampaian penolakan secara terbuka dan massal  atas kebijakan yang diambil oleh pemimpinnya, kerap juga dikenal sebagai unjuk rasa. Di negeri ini, bentuk penolakan ini sah-sah saja (saya tidak akan membahas kehalalannya dari segi Dien). Akan tetapi bila berlebihan juga akan mengakibatkan bencana bagi orang lain.

Bencana disini maksudnya mereka yang seharusnya bisa mencari uang untuk beberapa hari harus menutup tempat dagang mereka. Masih mending kalau tidak rusak.

Belum lagi penutupan jalan, saya pernah melihat dengan mata kepala saya sendiri, seorang bayi terpaksa MATI karena terlambat tiba di rumah sakit. Akibat akses jalan ke rumah sakit tertutup sebab adanya kerumunan massa.

Anak-anak Indonesia yang menyaksikan peristiwa di televisi tersebut, secara permanen akan mengingat dan menCAP TEBAL di OTAKNYA bahwa ‘Pemuda Indonesia itu Liar’. Tentu saja cap tebal ini akan menjadi kebiasaan yang akan dilakukannya di masa depan. Bahkan lebih buruk lagi!. Sungguh pendidikan singkat yang sangat baik.

Kalau mau demo yah silahkan demo. Tapi tunjukkanlah bahwa Anda datang bukan untuk membuat kesulitan lebih parah lagi. Udah kebijakan tetap dilaksanakan, kerugianpun tak dapat dielakkan karena perilaku Anda.

Satu lagi, saat berdemo ada baiknya muncul dengan solusi. Karena jangan sampai lebih memilih opsi A demi kesenangan saat ini namun anak cucu yang akan menderita, daripada memilih opsi B sehingga penderitaan anak cucu sudah dicicil dari sekarang agar tidak terasa berat.

 

Iklan

Tentang andihendra

andi hendra paluseri adalahperantau asal medan yang menyelesaikan pendidikannya S1 di ITB jurusan teknik elektro (Tenaga Listrik) dan saat ini sedang menempuh pendidikan S2 Ilmu Hukum di Universitas Jayabaya.
Pos ini dipublikasikan di pengalaman di ITB. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s