Ide Program ‘Indonesia Bebas Tunawisma’


Setiap melewati jalan di kota Jakarta, kita akan sangat mudah menemukan para tunawisma yang meminta-minta dan bahkan membawa bayi/balita. Alasan klasik dan wajar, “kami tidak mempunyai pekerjaan lain” pasti kerap muncul ketika mereka, para pengemis dan pengamen ditanya perihal keadaan tersebut.

Jumlah ini dirasakan semakin lama semakin banyak dan menjadi beban berat yang dirasakan kita bersama pemerintah. Sekedar memberi uang sekarang kurang begitu membantu, harus ada upaya dari pemerintah sendiri untuk ‘mengkaryakan’ mereka.

Nah saya ada ide! Tempatkan mereka di pulau-pulau terluar Indonesia sehingga membuat mereka hidup mandiri dengan pekerjaan-pekerjaan yang layak. Adapun administrasi pemerintahannya diambil dari para pns yang baru masuk dibantu dengan pengamanan tni/polri yang masih pemula. Bukan pengasingan, bukan sekali!. Tapi ini untuk memberikan multimanfaat bagi mereka,kita dan pemerintah dan merekapun akan hidup dengan lebih layak daripada kehidupannya sekarang.

Prosedur :
a. Kumpulkan semua para tunawisma yang ada di seluruh Indonesia
b. Pendataan keahlian dasar mereka masing-masing seperti bertani, berternak, memasak, menyapu, berhitung dll. Setiap keahlian itu sangatlah diperlukan. Tujuannya untuk perencanaan pembangunan daerah tersebut.
c. Data-data tentang pulau-pulau terluar Indonesia dikumpulkan sehingga sesuai dengan kapasitas mereka yang diberangkatkan ke masing-masing pulau.
d. Para PNS mula seperti guru,dokter,tni/polri dan administrasi pemerintahan lainnya diperbantukan ke tempat2 tersebut. Hitung-hitung sebagai tempat mereka terjun langsung ke masyarakat sosial dan agar tidak magabut (Makan Gaji Buta) bila ditempatkan di kota besar.
e. Semua bantuan sosial pemerintah, swasta, masyarakat diprioritaskan untuk membantu mereka karena orang-orang yang sangat utama dibantu telah dikumpulkan di satu daerah yang jelas.

Pulau Marore

Pulau Marore

Berikut akan saya kaji dari beberapa sisi.

1. Bidang Ekonomi
Saat mereka dikaryakan, tentu mereka akan mendapatkan penghasilan. Dengan penghasilan tersebut mereka dapat menafkahi hidup mereka sendiri tanpa harus mengamen ataupun mengemis. Untuk pertama-tama bolehlah pemerintah/dinas sosial dalam hal ini memberikan barak tinggal sementara dan konsumsi yang memadai. Dengan ini, beban ekonomi pemerintah berkurang dan APBN bisa dimanfaatkan untuk hal lain. Selain itu pendapatan perkapita akan naik.

Bahkan kalau di pulau terluar tersebut, mereka bisa mengembangkan resort tentunya akan berdampak langsung ke pendapatan negara.

2. Bidang Pendidikan
Dengan memindahkan mereka ke tempat tersebut dan dibuat sekolah gratis maka sembari mereka bekerja, anak-anak mereka harus sekolah. Mereka tidak boleh lagi mengeksploitasi anak mereka dan itu harus diawasi dengan ketat.

Bukan tidak mungkin bila di masa depan yang menjadi jawara-jawara olimpiade, pengusaha elit bahkan pemimpin bangsa berasal dari tempat-tempat ini.[ingat kisah laskar pelangi]

3. Bidang Politik dan Hankam
Sebelumnya, bangsa ini sangat takut kalau pulau-pulau terluar yang belum berpenghuni dicaplok oleh bangsa lain. Dengan adanya mereka di pulau-pulau terluar tersebut, selain mengurangi kemiskinan, penjagaan areal bangsa juga akan semakin kuat. Dan tak akan ada masalah lagi pencaplokan-pencaplokan karena disana bendera merah-putih sudah mereka tancap dan kibarkan.

4. Bidang Sosial
Kekumuhan yang sebelumnya nampak di hampir semua kota bahkan kota-kota besar di Indonesia, akan semakin memudar. Kerapihan kota akan terpelihara. Masalah kriminalisme yang disebabkan karena kurangnya lapangan bekerjapun akan semakin berkurang.

Pulau Pulau Terluar Indonesia

5. Bidang Budaya
Di tempat yang baru tersebut, para administrasi pemerintahan diharapkan untuk membangun budaya yang bersih. Mumpung jumlah mereka relatif sedikit sehingga transfer budaya akan mudah terjadi. Bahkan mungkin saat budaya di tempat mereka berkembang menjadi budaya sangat santun, hal itu akan menjadi contoh bagi masyarakat yang lainnya.

Bagaimana, mau mengurangi kemiskinan kan? mau memberikan kesempatan pendidikan yang layak bagi siapapun? mau menjaga daerah terluar seaman mungkin? mau membuka kesempatan kerja bagi rakyat ini? Program ‘Indonesia Bebas Tunawisma’ bisa kita lakukan.

Iklan

Tentang andihendra

andi hendra paluseri adalahperantau asal medan yang menyelesaikan pendidikannya S1 di ITB jurusan teknik elektro (Tenaga Listrik) dan saat ini sedang menempuh pendidikan S2 Ilmu Hukum di Universitas Jayabaya.
Pos ini dipublikasikan di pengalaman di ITB. Tandai permalink.

9 Balasan ke Ide Program ‘Indonesia Bebas Tunawisma’

  1. Yusuf Abdac berkata:

    Ide Bagus… Setuju sekali. Tapi siapa yang akan merealisasikan ide ini?

  2. theloenkz berkata:

    saya setuju bahwa sebagian orang belum bisa mengatur hidup sendiri,
    mesti dipaksa pake sistem yg bagus,
    ide mu itu bagus,
    meskipun pada awalnya sulit,
    tp kalo dikontrol dengan baik, orang2 tsb ku rasa bakal bersyukur ke depannya,
    (*awalny pasti marah2 karena dikirim ke luar pulau),

  3. andihendra berkata:

    Sedikitnya 12 wilayah pulau terluar di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) berpotensi menimbulkan konflik dengan negara lain sehingga perlu mendapat perhatian dan penanganan serius pemerintah dan instansi terkait, kata Wakil Ketua Tim Ekspedisi Garis Depan Nusantara Prasidi W Sarjana.

    Ia menjelaskan di Biak, Provinsi Papua Sabtu, letak 12 pulau terluar Indonesia yang perlu mendapat perhatian pemerintah itu karena berbatasan dengan negara tetangga. Negara tersebut di antaranya adalah Filipina, Timor Leste, Malaysia, India, Vietnam, Singapura, Australia dan Palau.

    Sejumlah terluar itu di antaranya Pulau Sebatek di Nunukan, Kalimantan Timur berbatasan dengan Malaysia, Pulau Rondo di Sabang, Nanggroe Aceh Darussalam berbatasan dengan India, Pulau Sekatung Kepulauan Natuna berbatasan dengan Vietnam, Pulau Mianggas di Sulawesi Utara berbatasan dengan Filipina.

    Sementara pulau terluar lain yang juga rentan memicu konflik dengan negara lain, lanjut Prasidi, adalah Pulau Berhala di Deli Serdang, Sumatra Utara berbatasan dengan Malaysia, Fanildo, Brass Kabupaten Supiori, Papua dan Pulau Fani Kabupaten Sorong Papua Barat yang berbatasan dengan negara Palau

    Sedangkan Pulau Batek di Laut Sawu Kupang, Nusa Tenggara Timur berbatasan dengan Timor Leste serta Pulau Dana di Samudera Hindia Kabupaten Kupang Nusa Tenggara Timur yang berbatasan dengan Australia.

    “Pulau terluar yang juga perlu mendapat perhatian yang letaknya berbatasan dengan negara Filipina yakni pulau Marore di Kabupaten Sangihe Provinsi Sulawesi Utara,” katanya.

    Ia berharap, untuk menjaga kepemilikan 92 pulau terluar di Indonesia perlu melibatkan warga masyarakat setempat serta memberikan tanda batas berupa tugu milik bangsa Indonesia.

    • Salim berkata:

      hi! this is Vicky from China, i like your phoots very much. i’d like to know if you can take pre-wedding phoots in phuket? do you have packages for this? thanks

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s