Lawakan Gaol Bukti Kerusakan Zaman


Dua hari yang lalu, penduduk se-antero Nusantara digegerkan dengan lelucon tragis yang dikeluarkan oleh Gaol. Lelucon tersebut masuk ke ranah aqidah. Asal kata aqidah adalah al-aqdu yang berarti ikatan dan salam ‘assalamualaikum’ sendiri adalah wujud nyata ikatan tersebut yang terjadi antar sesama muslim. Bila salam saja diperluconkan, maka ikatan itu akan terurai dengan sendirinya. Akibatnya hilanglah kesadaran seorang manusia untuk menguatkan dan menjaga aqidahnya.

Memang ada beberapa yang memaklumi dengan alasan artis tersebut sering ceplas ceplos berkomedi tanpa dipikirkan terlebih dahulu. Bila alasan tersebut digunakan, apa fungsinya OTAK yang dianugerahkan Tuhan untuknya? dan apa bedanya dengan binatang yang masih mempunyai otak.

Saat ini, parameter keberhasilan dalam berkomedi hanyalah seberapa banyak sang komedian mampu membuat penontonnya tertawa tanpa terlalu memikirkan materi yang dibawakannya. Kalau seperti itu cemohan dan umpatan adalah hal yang paling dicari karena memang secara alami cemohan dan umpatan adalah hal yang paling mudah menimbulkan humor. Jangankan Gaol, seluruh penduduk Indonesia ini bisa saja menjadi komedian handal bila hanya bermodal teknik mengumpat dan mencemooh.

Bayangkan bila umpatan dan cemoohan disiarkan secara langsung dan rutin di stasiun televisi, ribuan bahkan jutaan manusia terutama anak-anak akan menyimpan memori di pikirannya dan menganggap umpatan dan cemoohan itu menjadi suatu hal wajar. Naudzubillahi min dzalik.

Gaol-pun tak dapat disalahkan. Faktor pendidikannya yang minim serta lingkungannya-lah yang membentuk dirinya seperti sekarang ini. Ibarat sebuah pohon yang akarnya sudah hampir mati, Gaol hanyalah perwujudan buah dari pohon tersebut. Orang-orang berlomba-lomba untuk memotong buah tersebut dari pohonnya. Padahal ada sesuatu yang lebih besar yang sebenarnya harus diganti yaitu akar pohon tersebut. Akar pohon tersebut adalah perwujudan tradisi masyarakat saat ini yang sudah mulai mengganggap bahwa cemoohan dan umpatan adalah hal yang wajar.

Iklan

Tentang andihendra

andi hendra paluseri adalahperantau asal medan yang menyelesaikan pendidikannya S1 di ITB jurusan teknik elektro (Tenaga Listrik) dan saat ini sedang menempuh pendidikan S2 Ilmu Hukum di Universitas Jayabaya.
Pos ini dipublikasikan di pengalaman di ITB. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Lawakan Gaol Bukti Kerusakan Zaman

  1. ardianto berkata:

    Kenapa harus dibalik sih? Tulis aja Olga..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s