Panwaslu: kampanye di jejaring sosial bukan pelanggaran


Jakarta (ANTARA News) – Ketua Panwaslu DKI Jakarta Ramdansyah menyatakan kampanye di jejaring sosial dan blog bukan termasuk pelanggaran masa tenang karena tidak dilakukan di wilayah umum.

“Kampanye di media sosial tidak ada masalah. Harus bedakan domain publik dan privat. Kecuali itu dilakukan di website berbayar,” kata dia di Jakarta, Senin.

Menurut Ramdansyah, jika memang ada pelanggaran masa tenang di internet maka UU yang digunakan sebagai acuan bukan tentang pemilu, melainkan UU tentang Informasi dan Traksaksi Elektronik.

Sebelumnya, Panwaslu menerima laporan tentang kampanye di media sosial. Menurut Panwaslu, hingga kini belum ada pelanggaran di masa tenang.

“Sampai sekarang belum ada laporan yang kami nilai melanggar masa tenang,” katanya.

Selain kampanye di media sosial, Panwaslu juga menerima laporan dari warga tentang kampanye terselubung salah satu kandidat di televisi.

“Hari ini kami akan evaluasi dulu apakah ini termasuk kampanye atau bukan,” katanya.

(ans)

Editor: Heppy

Iklan

Tentang andihendra

andi hendra paluseri adalahperantau asal medan yang menyelesaikan pendidikannya S1 di ITB jurusan teknik elektro (Tenaga Listrik) dan saat ini sedang menempuh pendidikan S2 Ilmu Hukum di Universitas Jayabaya.
Pos ini dipublikasikan di pengalaman di ITB. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s