Mari Berhemat dengan Lampu LED


(Jakarta-8 Agustus 2012)Seiring dengan meningkatnya kebutuhan listrik setiap tahun, penghematan energi menjadi salah satu isu utama yang digalakkan pemerintah selain pemanfaatan energi baru terbarukan untuk mengatasi permasalahan ini (Ref: Peraturan Presiden No.5 Tahun 2006 tentang Kebijakan Energi Nasional). Jakarta sebagai kota terbesar di Indonesia,memiliki potensi besar juga untuk merealisasikan kebijakan terkait penghematan energi ini.

Salah satu contoh yang paling sederhana adalah penggunaan lampu ruangan. Pada umumnya lampu penerangan yang digunakan saat ini di perkantoran adalah lampu neon. Jenis lampu neon dapat dikatakan generasi kedua dari lampu ruangan menggantikan generasi pertamanya yaitu lampu pijar.

Sebagai perbandingan, 60 watt lampu pijar umumnya diganti dengan 20 watt lampu neon. Dengan penggantian ini, didapatkan penghematan sebesar 66%. Hal ini dapat dilakukan karena nilai lumen/watt neon diperbesar sehingga untuk ukuran lumen yang serupa jumlah watt yang dibutuhkan akan semakin kecil.

Beberapa waktu yang lalu, dunia-pun sudah beralih ke generasi ke tiga lampu ruangan yaitu lampu LED (Light Emitting Diode). Lampu neon 20 watt dapat digantikan dengan lampu LED 8 watt saja untuk ruangan yang sama. Menurut perusahaan manufakturing yang pernah saya temui, besar efisiensi yang dapat dicapai sebesar 60-80%. Bahkan pada umumnya garansi yang ditawarkan perusahaan manufakturing saat ini untuk lampu LED selama 5-7 tahun.

Sekarang mari kita mencoba untuk menghitung. Asumsikan kebutuhan lampu penerangan di perkantoran di Thamrin-Soedirman mencapai 180 MW (5,000,000 lampu x 36 watt). Dengan menggunakan lampu LED, maka :

1.Daya lampu LED yang dibutuhkan (asumsi efisiensi LED moderat 70%)

= 30% x 180 MW = 54 MW

2.Besar penghematan energi setahun (asumsi lampu kantor beroperasi selama 06.00-20.00)

= (180-54)MW x 24 h x 350 day = 1.06 TWh

3.Penghematan biaya selama setahun (asumsi Rp1,000/kWh)

= 1,060,000,000 kWh x Rp1,000/kWh = Rp 1 triliun rupiah/tahun

Wew, 1 triliun itu lumayan lho!. Hayo mulai Hemat Energi sejak Dini…

Iklan

Tentang andihendra

andi hendra paluseri adalahperantau asal medan yang menyelesaikan pendidikannya S1 di ITB jurusan teknik elektro (Tenaga Listrik) dan saat ini sedang menempuh pendidikan S2 Ilmu Hukum di Universitas Jayabaya.
Pos ini dipublikasikan di pengalaman di ITB. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s