Tips Mendapatkan Tiket Pesawat Murah di Indonesia


Sebagai alat transportasi mudik utama saat ini, moda pesawat memang menjadi kebutuhan primer bagi kebanyakan orang. Selain saat ini harganya cukup kompetitif dibanding moda transportasi lain, hemat waktu menjadi alasan utama dalam pemilihan moda ini.

Sewaktu kuliah dahulu saya pernah 3 kali naik bus dari Bandung-Medan ataupun arah sebaliknya karena masih memiliki persepsi harga tiket pesawat akan sangat mahal ketika liburan either lebaran or libur pendidikan. Nah, saat di awal tingkat dua saya mencoba untuk menanyakan travel agent di daerah Dago untuk penerbangan jakarta-Medan (penerbangan yang keesokan harinya). Ternyata  harganya turun lebih dari 50%. Dengan pengalaman ini, saya akhirnya terbiasa untuk membeli tiket pesawat H-1 keberangkatan (paling lama H-2 lha) dan selalu mendapatkan yang murah.

Pernah saya coba tanyakan ke beberapa travel agent tentang kasus ini. Jawaban yang paling logis menurut saya adalah tiket murah dikarenakan maskapai masih memiliki kursi kosong sehingga dapat dijual murah. Tapi risikonya juga tinggi, kalau kursi maskapai penuh maka tak akan ada namanya pulang kampung naik pesawat. So far sih, belum pernah tuh gak dapet tiket karena semua kursi di maskapai penerbangan penuh.

Pengalaman terbaru terkait tiket pesawat adalah saat akan membeli tiket pulang pergi untuk libur lebaran ahad ini. Saat dicek seminggu lalu, harganya masih di kisaran 1.4-1.6jt perpenerbangan untuk kelas ekonomi. Dengan harga segini, saya merencanakan untuk menjadi “Bang Toyib” (2 kali lebaran tidak pulang-pulang, lebaran tahun lalu memang terpaksa tidak pulang karena mengikuti management training di sebuah BUMN).

Berbekal dari kontak BBM, ternyata saya memiliki teman yang menjadi travel agent mulailah saya mencoba bermimpi untuk mendapatkan tiket murah, ekonomi sekalipun. Duarrr, ternyata ada tiket yang relatif murah yaitu (Pergi 1.18jt + Pulang 660ribu = 1,84 juta). Wew, marginnya beda banget kan. Saya merasa ini sudah merupakan harga yang sangat murah di tahun 2012 dengan kondisi libur lebaran.

Hari ini ada teman yang menanyakan harga tiket dengan tujuan serupa. Setelah dicek harganya malah kembali turun (Pergi 990ribu + 660ribu = 1.65juta). Huaaa, karena saya tidak menerapkan strategi beli tiket sehari sebelum keberangkatan, jadinya penghematan tidak optimal. Tapi tidak apalah yang penting sudah murah.

Kesimpulannya :: bila ingin mendapatkan tiket pesawat murah, saya sarankan untuk membeli di H-1 keberangkatan, manatau ada kursi kosong di maskapai yang bersangkutan. Tapi ingat yah, High risk high return. Segala bentuk pengoptimalan pasti ada risiko. Dalam kasus ini yah risikonya kehabisan tiket. Tapi tenang deh, sejauh ini saya sih belum pernah tidak mendapatkan tiket (khusus pesawat lho yah).

Selamat Berlibur

Mohon maaf lahir dan Batin

Iklan

Tentang andihendra

andi hendra paluseri adalahperantau asal medan yang menyelesaikan pendidikannya S1 di ITB jurusan teknik elektro (Tenaga Listrik) dan saat ini sedang menempuh pendidikan S2 Ilmu Hukum di Universitas Jayabaya.
Pos ini dipublikasikan di pengalaman di ITB. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s