Mini Projector : Solusi Atas Masalah Dimensi Proyektor Konvensional


‘Andi, untuk meeting kita selasa besok jangan lupa untuk membawa proyektor yah!” Perintah bos saya beberapa waktu lalu untuk pelaksanaan meeting membahas materi tertentu. Mungkin ini juga sering terjadi pada para pembaca. Nah setiap mempersiapkan barang ini, satu hal yang saya pikirkan adalah proyektor konvensional yang saat ini digunakan masih terlalu besar dan berat dimensinya.

Proyektor Konvensional

Sembari istirahat siang, saya mulai memikirkan apakah ada solusi untuk mengatasi hal ini. Kemudian langsung membuka google di galaxy tab dan akhirnya menemukan terminologi pocket projector yang merupakan istilah lain dari mini projector. Pada umumnya, pocket projector mampu menghasilkan 100-300 lumen sehingga resolusi yang dihasilkannyapun masih cukup layak untuk digunakan dalam presentasi di kantor. Resolusi dari Pocket Projector ini adalah VGA (640 x 840) sedangkan proyektor konvensional rata-rata XVGA (1280 x 800).

Dari segi berat, proyektor konvensional biasanya mencapai 2 lbs namun untuk pocket projector ini umumnya hanya 0.7 lbs. Di pasar saat ini, Pocket Projector dibanderol pada harga $350-800.

Sebenarnya ada lagi proyektor yang lebih kecil. Namanya pico projector. Namun dengan kualitas yang masih rendah, sepertinya masih kurang cocok untuk ditampilkan pada presentasi yang dilakukan di kantor. Pico Projector ini mampu menghasilkan 50 lumen dan di pasaran harganya dibanderol pada harga $200-400.

Nah, sepertinya pemanfaatan proyektor mini di Indonesia akan semakin marak mengingat lifestyle para pekerja dan esmud yang sudah semakin mengharapkan kenyamanan dalam pekerjaan. Mungkin saya bisa mulai mempertimbangkan untuk merintis usaha sampingan mini proyektor ini :D.

*) Komparasi Proyektor didapat dari projectorreviews.com

Iklan

Tentang andihendra

andi hendra paluseri adalahperantau asal medan yang menyelesaikan pendidikannya S1 di ITB jurusan teknik elektro (Tenaga Listrik).
Pos ini dipublikasikan di pengalaman di ITB. Tandai permalink.

3 Balasan ke Mini Projector : Solusi Atas Masalah Dimensi Proyektor Konvensional

  1. almira berkata:

    selama kuku yg tumbuh ke daging blm dicabut biar dikasih obat apapun g bakalan sembuh. Tp tdk hrs dicabut ke dokter qt jg bs melakukannya sendiri,asalkan bs tahan skt. Caranya: tetesi jempol yg cantengan dg bethadin,kmd ambil pinset yg biasa qt gunakan u/ nyabut bulu ketak (biar g bau ketek cuci dl yg bersih,hehehe,,,,). Mulailah nyabut kuku dr ujung yg tdk skt menuju ke kuku yg tumbuh ke daging,tarik berkali2 sampe qt dptkan beberapa suwiran kuku yg kira2 berukuran 1mm, taruh di tisu agar qt merasa puas bahwa qt sdh berhasil nyabut kuku yg sempat membuat skt. Sktnya luar biasa tp ditahan drpd skt sepanjang hari lbh baik skt sekali. Stl dirasa semua kuku tercabut olesi dg salep oxytetracilin. Beberapa hr kmd rs skt akan hilang & dg sendirinya benjolan daging yg menonjol tumbuh disamping jempol akibat tertekan kuku pasti akan kempes. Insya Allah sembuh.

    • Leo berkata:

      Do you know if it is possible to use the iPad terchscuoen together with a pen to make drawings on the projector image during the keynote presentation? This would be so cool. Currently, I use a bamboo tablet (for the drawing) connected to my MacBook for teaching, which is also not too bad.

  2. bety berkata:

    pake salep hitam/salep u/ bisul

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s